----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

OPSI BARU PEMERINTAH DALAM PENYELESAIAN
MASALAH TIMTIM (SEBUAH ALTERNATIF YANG DEMOKRATIS)

Pernyataan Menlu Ali Alatas kepada para wartawan yang
mewawancarainya seusai Sidang Kabinet beberapa waktu
lalu tentang opsi (pilihan) baru pemerintah untuk
melepas Timtim sebagai negara merdeka jika tidak
menerima tawaran otonomi yang luas, seolah menghentakkan
lamunan semua pihak bukan hanya orang Timtim yang pro
ataupun kontra integrasi dan seluruh masyarakat Indonesia,
tapi juga Jamshed Marker utusan khusus PBB untuk masalah
Timtim yang sedang berdialog segitiga dengan pihak utusan
Indonesia dan Portugal.

Walaupun itu hanya sebuah pilihan namun karena
dipandang sangat kontroversial dari sikap dan
kebijakan pemerintah Indonesia terhadap masalah
Timtim selama ini, maka pernyataan Menlu Ali Alatas
itu menjadi isyu yang paling aktual yang menjadi
komoditas perbincangan dalam  aktivitas keseharian
politisi dalam dan luar negeri terutama yang
konsern terhadap masalah Timtim.

Lepas dari pandangan kontroversial seputar
pilihan kebijakan Pemerintah Indonesia atas
penyelesaian masalah Timtim tersebut, dalam
konteks Reformasi hal itu tentu saja secara
arif dapat dicermati sebagai pilihan yang reformis
karena setidaknya mengandung nilai yang
demokratis dan sekaligus menghargai penegakan
nilai-nilai HAM, sebab selama ini sudah menjadi
rahasia umum bahwa pandangan dunia luar terhadap
pemerintah Indonesia atas Timtim dianggap
sebagai sebuah invasi yang berproses menjadi
kolonisasi. Karena itu, adalah hal yang sangat
bijak jika Timtim kemudian mendapatkan tempat
terhormat untuk merdeka dan menentukan nasib
sendiri jika kelak Timtim menolak untuk
mendapatkan otonomi yang luas sebagaimana
tawaran dalam dialog segitiga Indonesia
dengan wakil PBB dan Portugal.

Tak ada lagi caci maki yang dapat mendiskreditkan
pemerintah Indonesia di mata Internasional
tentang masalah HAM dan demokrasi jika Timtim
menjadi negara Merdeka yang lepas dari pangkuan
Negara kesatuan RI, walaupun banyak kasus yang
bersinggungan dengan masalah HAM dan demokrasi
yang terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia
yang luput atau mungkin sengaja diluputkan oleh
pengamatan internasional.
Setidaknya, dengan opsi baru pemerintah Indonesia
terhadap masalah Timtim menunjukkan itikad baik
pemerintah untuk merespon semangat reformasi
yang menjujung tinggi nilai demokrasi dan HAM.
Tunggu apa lagi  ?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:10:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke