----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

SIKAP KONTROVERSIAL MARIO VEGAS CARASCALAO

Lewat wawancara khusus di SCTV, Mantan Gubernur
KDH Timtim 2 Periode yang kini menjadi anggota DPA
Mario Vegas Carascalao menyampaikan pandangannya
seputar gagasan atau pilihan baru pemerintah dalam
penyelesaian masalah Timtim yang dikemukakan oleh
Menlu Ali Alatas beberapa waktu lalu.
Walaupun dalam bahasa Indonesia yang kedengarannya
masih kurang sempurna,  namun terlihat dengan penuh
semangat Mantan Gubernur itu menyikapi pernyataan
Menlu Ali Alatas secara emosional bahkan tendensius
karena Beliau seolah menempatkan dirinya sebagai
rakyat Timtim yang anti Integrasi, bukan sebagai
seorang pejabat resmi Pemerintah Indonesia yang
nota bene adalah anggota lembaga Tinggi Negara (DPA).
Secara praktis penampilan dan pandangan Pak Mario di
tudio SCTV  itu menggambarkan betapa meruginya rakyat
Indonesia memberi fasilitas jabatan dan kedudukan
terhormat selama ini, karena ternyata Beliau berkepala
Dua yang dalam bahasa ekstrimnya bisa digolongkan
sebagai penghianat. Betapa tidak, disatu sisi Beliau
adalah pejabat yang tentu merepresentasikan pandangan
dan kebijakan pemerintah, tetapi pada sisi lain
pikiran-pikirannya rupanya tak lebih dari seorang
warga masyarakat Timtim yang mendambakan kemerdekaan
dan negara sendiri terlepas dari Indonesia. Singkatnya
Mantan Gubernur Timtim dalam wawancara itu menampilkan
diri seolah kemerdekaan Timtim sudah diambang pintu
sehingga mendesak pemerintah Indonesia untuk
memfasilitasi berbagai persiapan yang dapat
memperlancar pemisahan Timtim dari negara kesatuan RI.
Memang sangat memprihatinkan, karena oknum Mantan
Gubernur itu yang selama ini telah banyak memanfaatkan
fasilitas dan uang rakyat Indonesia hanya digunakan
untuk memperkokoh sikap dan pandangan yang
bersangkutan yang sebenarnya anti integrasi.
Mungkin saja beliau juga punya target menjadi Kepala
Negara jika kelak Timtim lepas dari pangkuan negara RI,
sehingga lebih awal dia berusaha tampil menarik simpati
rakyat Timtim khususnya kalangan yang anti integrasi
sehingga memudahkan langkahnya menuju kursi Presiden
Negara kecil Timtim. Tapi rupanya dia lupa kalau Xanana
Gus Mao jauh lebih dahulu melangkah dan mempunyai kans
yang lebih besar untuk menjadi Kepala Negara Timtim.
Ini tentunya hanya teori kemungkinan berdasarkan
gejala sikap dan prilaku kedua tokoh yang
ditampilkannya akhir-akhir ini. Apapun hasil
penyelesaian yang dilakukan pemerintah terhadap
masalah Timtim nanti, maka agenda yang terpenting
bagi pemerintah menurut kami warga masyarakat
Indonesia adalah memecat Mantan Gubernur itu dari
keanggotaan DPA karena sama sekali tak menunjukkan
kapasitasnya sebagai seorang pejabat negara kesatuan RI.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:11:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke