---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- PERINTAH TEMBAK DI TEMPAT: TEROBOSAN ATAU MANUVER ? Perintah Pangab untuk menembak di tempat bagi pelaku setiap aksi yang dapat membahayakan keselamatan warga masyarakat ataupun aparat keamanan, termasuk keselamatan fasilitas dan sarana umum merupakan sikap yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai perintah terlambat alias kadaluwarsa. Sebab jauh sebelum meletusnya kasus kerusuhan Ambon khususnya kerusuhan 13-14 Mei 1998 lalu, sebenarnya warga masyarakat menantikan adanya ketegasan petinggi ABRI dalam bentuk perintah tembak ditempat yang dipandang sebagai salah satu aspek yang dapat mengurangi frekuensi kesemarakan aksi kesuruhan massa. Pandangan yang lebih ekstrim dari kalangan lain melihat bahwa perintah Bung WIR si Pangab itu hanya sebuah manuver politik dan sama sekali bukan terobosan dalam penanganan masalah kerusuhan, yang telah banyak menelan korban jiwa warga masyarakat tak berdosa. Disinilah konsekuensi sebuah keputusan dan kebijakan ketika Ia tidak lagi menjadi kebutuhan banyak orang maka dimensinya menjadi isyu politik dan bahkan cenderung dinilai sebagai interest pribadi pejabat pengambil keputusan itu. Kondisi inilah yang untuk sementara waktu melingkari posisi Wiranto, yang bahkan dinilai sebagian kalangan bahwa perintah tembak ditempat hanya sekedar menakut-nakuti tetapi tak akan efektif penerapannya sehingga jaminan keamanan bagi rakyat dari ABRI khususnya Polri semakin tak jelas. Apakah asumsi dan sinyalemen ini benar masih perlu dibuktikan dalam aplikasi perintah Pangab dilapangan oleh para anggota POLRI/ABRI yang bertugas ditengah eforia aksi demonstrasi massa. Perintah tembak ditempat dengan bobot kebijakan yang sama namun dalam momentum yang berbeda memang terasa tawar saat ini dalam kepemimpinan Bung WIR sebagai Pangab ditengah iklim reformasi dibanding saat ABRI dibawah kendali LB.Murdani. Akan tetapi lepas dari bobot strategis kebijakan itu, setidaknya sudah nampak kesungguhan ABRI untuk memberi jaminan keamanan bagi rakyat Indonesia yang sedang dilanda krisis politik dan ekonomi, bahkan dilanda krisis kepercayaan. Tapi apakah kita sebagai warga masyarakat memberi respon terhadap kebijakan itu, sementara kita sudah lebih awal menilai sebagai manuver politik akibat penilaian politisi dan cendekiawan atau kalangan tertentu ? Dari sini kita semua diajak untuk lebih arif dan bijaksana dalam mensikapi setiap kebijakan Pemerintah khususnya aparat keamanan agar tak dikendalikan oleh dorongan emosional semata akibat pernyataan dan pandangan provokator politik yang sebenarnya juga melakukan aksi manuver politik untuk kepentingan diri dan golongannya ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:12:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
