----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

MEGAWATI DAN ASPIRASI MASYARAKAT TIMTIM

Menanggapi pernyataan Menlu Ali Alatas beberapa
waktu lalu tentang opsi baru Pemerintah untuk
melepas Timtim dari wilayah RI, Megawati dalam
sebuah pidato politiknya selaku Ketua PDI
Perjuangan beberapa waktu lalu antara lain
menyinggung hal itu dan berpendapat bahwa
pemerintah Habibie yang hanya bersifat
sementara tidak memiliki kewenangan untuk
menentukan nasib rakyat Timtim. Pernyataan
ini tentu akan menimbulkan pro kontra tidak
hanya dikalangan warga Timtim sendiri tetapi
tentu bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab
siapapun rakyat tentu mengakui secara yuridis
eksistensi Habibie sebagai Presiden RI pengganti
Soeharto yang dilengserkan mahasiswa dan dengan
posisinya itu tentu Ia memiliki kewenangan untuk
menentukan nasib rakyatnya termasuk rakyat Timtim
yang hingga kini masih tetap dalam Negara Kesatuan
RI. Disini, nuansa dendam dan sakit hati Megawati
sebagai Ketua umum PDI Perjuangan terhadap figur
Habibie yang kebetulan menjadi Kepala Negara
tampaknya sulit dihindarkan, dan dalam konteks
ini sekali lagi mencerminkan dominannya sifat
kewanitaan yang emosional sebagai harkat diri
seorang Megawati yang dicalonkan warga-nya
menjadi Presiden RI mendatang.
Pada sisi lain bagi kalangan masyarakat
Timtim, dengan friksi yang selama ini
muncul kepermukaan di tengah kehidupan
masyarakat Timtim khususnya yang anti
integrasi, maka pidato politik Megawati
yang dengan tegas menolak kemungkinan
lepasnya Timtim dari wilayah Indonesia,
mencerminkan kurang tanggap dan kurang
pedulinya Megawati terhadap nasib rakyat
Timtim yang sejak lama mendambakan
kemerdekaan.
Tawaran memberi kemerdekaan kepada rakyat
Timtim itu juga mengimplementasikan sikap
demokrat dan penegakan nilai-nilai HAM yang
lahir dari ide dan kebijakan Habibie
terlepas dari masa jabatannya yang relatif
singkat dan oleh Megawati dipandang sebagai
pemerintahan sementara. Namun pandangan
Megawati dalam hal ini telah menempatkan
dirinya sebagai tokoh yang sebenarnya
justru tidak demokratis sekalipun memimpin
Partai Demokrasi, sekaligus menunjukkan
penolakannya terhadap penegakan nilai-nilai
HAM. Megawati dalam posisi ini selain tidak
menghargai aspirasi masyarakat Timtim, jelas
akan berseberangan pula dengan misi gerakan
dan aksi-aksi KONTRAS dan Komnas HAM.
Dari sini seyogyanya masyarakat Timtim bisa
menarik pelajaran berharga untuk dapat
mengenali Megawati lebih jauh yang tetap
dalam harkat kewanitaan dengan penuh emosi
tanpa pertimbangan aspek politis yang menghargai
keberagaman kepentingan dan aspirasi termasuk
aspirasi masyarakat Timtim.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:12:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke