----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

MANUVER GUS DUR JALAN TERUS

Setelah pertemuannya dengan Mantan Presiden
Soeharto dan kegiatannya mengintensifkan
silaturrakhmi Kelompok Ciganjur, beberapa
waktu lalu KH. Abdurrahman Wahid yang akrab
disebut GUS DUR kembali berakhir dengan manuver
baru melalui pertemuan dengan tokoh Fretilin
Xanana Gusmao, berkaitan dengan isyu rencana
pelepasan Timtim dari wilayah RI.
GUS DUR yang fenomenal dalam pentas politik
nasional memang sulit diterka arah setiap sepak
terjang politiknya dan tentu saja lebih sulit
lagi menebak isi hati dan naluri kemanusiaannya
ketika dirinya sudah menjadi seorang yang tidak
lagi mampu memfungsikan salah satu indera
terpenting manusia normal. Tapi dalam kebutaan
matanya secara fisik, gebrakan-gebrakan politiknya
mungkin saja berangkat dari ketajaman instink dan
perasaan kemanusiaan, sehingga setiap aksi dan
gerakan yang disorot banyak pihak sebagai manuver
politiknya, selalu dapat diterima secara rasional
maupun emosional. Disinilah letak esensi fenomenal
sosok GUS DUR itu.
Dalam masalah Timtim yang bisa saja kita katakan
dirinya mungkin  miskin pengetahuan terhadap masalah
itu namun kaya dalam instink kemanusiaan dan
dimensi persatuan, sehingga aksinya menemui
Xanana sekali lagi membuktikan dirinya sebagai
salah satu figur yang selalu berusaha tampil
untuk disebut konsern terhadap keberlangsungkan
kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi dapatkah
GUS DUR bersaham dominan dalam penyelesaian masalah
Timtim yang kini masih terus diperdebatkan dalam
pentas dialog segitiga Indonesia, PBB dan
Portugal  ? kita tunggu follow Up-nya. Sebab
kalau kita jujur mencermati setiap aksi atau
manuver GUS DUR atas setiap masalah nasional
memang seolah tak memberi alternatif jalan keluar
atau penyelesaian, melainkan hanya sebatas
membesarkan isyu dan perdebatan masalah tersebut.
Lantas apa lagi sasaran dan missinya dalam
mendramatisasi munculnya opsi pemerintah atas
penyelesaian masalah Timtim itu ? masih perlu
analisis tajam untuk mendapatkan jawaban sepintas
sebagaimana jawaban hasil analisis setiap manuver
GUS DUR.
Yang pasti bahwa seiring dengan isyu pencalonan
dirinya sebagai Presiden RI mendatang oleh keluarga
besar NU, tentu GUS DUR-pun harus membekali diri
dengan berbagai gebrakan politik yang buntutnya
harus berkesan sebagai kepedulian terhadap nasib
bangsa dan negara, termasuk masalah Timtim, agar
dapat menjaring simpati dan dukungan internasional
sebagai salah satu sumber daya penunjang licinnya
jalan menuju Kursi Presiden RI. Mungkinkah itu ?
mungkin saja, atau juga bahkan tidak mungkin,
mengingat dirinya yang secara fisik semakin
lemah dan hanya dapat beraksi dengan perasaan,
sementara seorang pemimpin yang normal harus
memenuhi prasyarat lengkap dan prima secara
fisik maupun mental.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:12:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke