----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

SIAPA SEBENARNYA PROVOKATOR KERUSUHAN BERBAU SARA

Maraknya tuntutan masyarakat terhadap
pemerintah disatu pihak dan gencarnya upaya
aparat keamanan untuk menangkap dalang atau
provokator berbagai peristiwa kerusuhan yang
terjadi di tanah air akhir-akhir ini
mengindikasikan adanya kesulitan atau
kendala yang menghambat terjaringnya tokoh
yang disebut sebagai provokator itu. Padahal
jika secara cermat dan bijaksana dikaji berbagai
peristiwa kerusuhan yang bernuansa SARA, secara
jujur dapat kita katakan hal itu hanya merupakan
akumulasi dari gerakan penyebaran isyu SARA yang
sudah berlangsung seiring dengan bergulirnya isyu
Reformasi.
Mungkin kita semua lupa, bahwa kerusuhan massa
13-14 Mei 1998 yang mengantar lengsernya Soeharto
dari Kursi Presiden RI merupakan komoditas Isyu
yang berskala internasional karena upaya para
pegiat LSM, HAM dan berbagai institusi sosial/
kemanusiaan seperti Kontras dan lain-lain dengan
tokoh-tokoh seperti Munir, Romo Sandyawan,
Ita F.Nadia dan sebagainya. Bersamaan dengan
penciptaan kondisi pembobotan Isyu kerusuhan
yang berskala internasional itu ikut pula
kepentingan politik yang mengemas aspek SARA
di dalamnya, sehingga tak heran jika kerusuhan
13-14 Mei lalu seolah digerakkan oleh warga
Muslim dengan aksi perkosaan massal terhadap
WNI keturunan. Tapi apakah fakta dan data yang
kemudian ditemukan dari berbagai usaha pencarian
yang dilakukan oleh berbagai macam Tim gabungan
yang dibentuk untuk itu dapat membuktikan bahwa
kerusuhan tersebut digerakkan oleh warga Muslim  ?
Ternyata tidak dan sama sekali tak mampu dibuktikan
dengan data dan fakta lapangan yang diperoleh.
Dari sini sebenarnya sudah dapat dicermati sebagai
tahap kegagalan para dalang penyebar isyu itu,
yang tentu saja tidak menjadi menyerah untuk tetap
berupaya melakukan aksi pencapaian tujuan missinya
yang berselimut isyu SARA. Karena itu melacak tokoh
misterius yang bergelar provokator atas berbagai
peristiwa kerusuhan yang berbau SARA belakangan ini,
sebenarnya tetap relevan dan bahkan punya
signifikansi yang kuat dengan para dalang penyebar
isyu perkosaan massal pada peristiwa 13-14 Mei 1998
itu. Lantas apalagi yang harus dipermasalahkan oleh
aparat penegak hukum dalam upayanya mencari dan
membuktikan hadirnya dalang atau provokator berbagai
kerusuhan itu ?
Ini data dan fakta yang akurat yang tak perlu
disangsikan lagi karena cukup memiliki landasan
yang dapat mendukung secara hukum berdasarkan
fakta-fakta awal (latar belakang). Artinya,
provokator Isyu perkosaan massal tentu bisa
berganti baju dan tampil sebagai provokator
kerusuhan massal berbau SARA.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:13:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke