---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- MENYIMAK PERTIKAIAN WARGA BANTENG Saling mengklaim tanda gambar di antara sesama Parpol (PNI) yang kini terpecah menjadi 3 Parpol menjelang pendaftaran Parpol di Departemen Kehakiman, semakin berkembang menjadi pertikaian besar karena tak satupun di antaranya yang mencoba untuk berbesar hati dan mengalah demi kejayaan partai masing-masing yang mengidolakan Soekarno sebagai tokoh pelopor PNI. Sebagai antisipasi dari munculnya keadaan ini, maka tidak heran jika PDI Perjuangan pimpinan Megawati yang juga menggunakan lambang Parpolnya dengan gambar Kepala Banteng sudah mengambil jalan sendiri dan mengganti tanda gambar Parpolnya untuk didaftar sebagai calon peserta Pemilu. Namun terlepas dari sikap antisipasi warga PDI Perjuangan sebagai bagian integral dari warga Banteng, maka terus merebaknya pertikaian di antara Parpol-Parpol yang menggunakan nama PNI mengisyaratkan betapa kompleks dan krusialnya benturan ambisi dan kepentingan interest para fungsionaris Parpol warga keluarga besar Banteng itu. Dari sini kita bisa menilai sejak dini bahwa kehadiran dan upaya mereka menjadi peserta Pemilu bulan Juni 1999 mendatang jelas bukan upaya mengangkat harkat dan martabat warga Negara Indonesia yang sedang sekarat menghadapi krisis ekonomi dan politik, melainkan hal itu hanya sebagai slogan Partai untuk melicinkan jalan bagi para fungsionaris Partai mendapatkan kursi kekuasaan. Dari perspektif ini dapat diasumsikan bahwa hiruk pikuk dan bahana pemunculan isyu Megawati sebagai Calon Presiden RI yang juga warga Banteng sebenarnya masih pada tataran kebutaan atau ketidak-tahuan warga banteng itu sendiri akan situasi dan kontelasi pertentangan elite Partai mereka. Mungkinkah ini memang upaya rekayasa elit warga Banteng atau memang benar- benar merupakan kondisi obyektif yang ada ditengah warga Banteng sebagai calon pemilih ? Entahlah, yang pasti euforia ambisi dan pertikaian kepentingan elite partai antar sesama warga Banteng termasuk PDI Perjuangan mungkin perlu terus digulirkan agar rakyat Indonesia yang juga menjadi warga Banteng tidak terjebak dalam suatu perjuangan konyol yang justru hanya akan menyengsarakan nasib mereka di masa depan. Disini peran media massa secara obyektif seharusnya lebih ditingkatkan, bukannya mengumbar informasi dan isyu yang mempertajam ketakutan masyarat dari merebaknya berbagai peristiwa kerusuhan. Namun bisa jadi kalangan media massa-pun sejak awal telah berkolusi dengan elite-elite partai warga Banteng ini sehingga informasi yang disebarkannya kepada seluruh rakyat/massa warga Banteng adalah situasi kepalsuan dan rekayasa untuk menarik simpati dan dukungan rakyat yang membabi buta. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:13:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
