---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk BRIMOB TOLAK AKUI PENEMBAKAN BENDITO DILI (MateBEAN, 17/2/99), Pihak Brimob di Dili menolak mengakui bahwa anggotanya yang menembak mati Bendito Fortunato Pires (25). Kadispen Kepolisian Kadispen Kepolisian Daerah Timor Timur (Timtim) Kapten (Pol) Drs Widodo menolak mengakui aparatnya sebagai pelaku penembakan. "Hasil otopsi tim dokter belum kami serahkan ke Polda," ujarnya, sambil mengingatkan bahwa hasil visum itu nantinya juga belum bisa membuktikan siapa pelaku penembakan tersebut. Jenasah Bendito Selasa (16/2) kemarin dimakamkan di pemakaman umum Santa Cruz dengan diiringi ribuan rakyat yang datang dari 13 Kabupaten. Iringan berangkat dari rumah duka di Ailoclaran di desa Bairopite, Dili Barat. Suasana Dili dikabarkan tegang, meski pun sama sekali tak ada gangguan keamanan. Ribuan massa pro-kemerdekaan Timor Timur membentuk arak-arakan panjang prosesi pemakaman pemuda asal Viqueque itu dengan berpakaian serba hitam. Sejumlah pemuda tampak membentuk barisan keamanan dan membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. Prosesi dikawal dengan iringan sejumlah sepeda motor dan bentangan spanduk besar bertuliskan "Hentikan Kekerasan di Timor Timur". Tertibnya prosesi pemakaman ini menurut sejumlah sumber berkat imbauan Ketua Umum Conselho Nacionale da Resistencia Timorense (CNRT) Jose Alexander Xanana Gusmao. Dari tempat tahanan khusus di Jakarta, Xanana dikabarkan mengirimkan faksimili ke John Carascalao yang mewakili CNRT Dili. Isi faksimili itu adalah permintaan agar masyarakat Timtim tetap tenang, sebab pertikaian dan perang tak akan menyelesaikan permasalahan. Kisah tertembaknya Bedito berawal dari kunjungan Remicio, seorang "mauhu" yang tergabung dalam kelompok Mati Hidup Untuk Indonesia (Mahidi) pada hari Minggu (14/2). Remicio datang ke kampung Ailoclaran guna mengunjungi saudaranya yang bernama Alfonso. Masyarakat sekitar yang sebetulnya tengah menyaksikan pertandingan tinju di TV antara Oscar-Ike melihat kedatangan Remicio. Masyarakat yang memang benci terhadap mauhu itu segera berteriak-teriak dan mencaci maki Remicio. Tak seberapa lama, massa yang kian banyak mulai melempari rumah Alfonso. Akibatnya Remicio dan Alfonso lari lintang-pukang sementara massa merusak rumah kediaman Alfonso. Remicio dan kawan-kawan dengan dua mobil menyelamatkan diri ke sebuah kompleks Brimob yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat kejadian, sambil melepaskan beberapa tembakan ke udara. Tak ayal, massa yang emosinya kian memuncak segera mengepung kompleks Brimob. Mereka lantas melempari kompleks dengan batu yang dipungut dari jalanan. Sebuah sepeda motor milik Korem yang diparkir di lokasi dibakar. Dalam kerusuhan itu seorang anggota Brimob yang ada di pos jaga melepas tembakan ke arah massa. "Bendito kami lihat tersungkut. Keningnya tertembus peluru tajam," ujar seorang saksi mata.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Feb 1999 jam 19:28:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
