----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


TINDAKAN KEKERASAN OLEH KELOMPOK PRO-OTONOMI

Tindak kekerasan oleh kelompok pro-otonomi masih terus berlanjut. Kali ini
korbannya adalah seorang pedagang sayur berusia 25 tahun, Benendito de
Jesus. Ia tewas ditembak oleh petugas Brimob di depan kompleks Perumnas
Bairro-Pite (kurang lebih 50 meter dari Asrama Brimob A, Dili Barat),
tanggal 14 Februari 1999, pukul 16.15 waktu setempat. Peluru yang sempat
diidentifikasi bermerk NK-1978 itu menembus kepalanya sehingga korban
langsung tewas di tempat.

Menurut informasi dan hasil investigasi Yayasan HAK, kasus ini bermula dari
aksi provokasi dan teror yang dilancarkan oleh kelompok Mahidin, sebuah
kelompok pro-otonomi bersenjata pimpinan Cancio de Carvalho. Pada hari
kejadian, masyarakat mendengar serentetan tembakan yang rupanya secara
sengaja dilepaskan oleh anggota kelompok Mahidin di daerah Bairro-Pite.
Mereka mengendarai mobil Toyota Kijang bewarna merah, dan ketika melewati
jalan raya desa Bairro-Pite, orang-orang di dalam mobil itu menembakkan
senjata ke segala arah sehingga membuat warga panik dan marah.

Sebagian warga mengambil inisiatif mengejar para pelaku penembakan itu.
Karena merasa terjepit anggota kelompok Mahidin itu melarikan mobilnya
bersembunyi di Asrama Brimob. Warga terus mengejar, dan sesampainya di depan
Asrama Brimob mereka dihadang oleh anggota-anggota Brimob dan polisi lainnya
yang bersenjata lengkap. Sesaat kemudian, anggota Brimob di dalam asrama
melakukan penembakan dan mengenai kepala korban, Benendito de Jesus,
sehingga tewas di tempat. Sumber lain mengatakan bahwa pelaku penembakannya
bukanlah anggota Brimob, melainkan anggota kelompok Mahidin yang bersembunyi
di sana.

Jenazah korban sempat diotopsi oleh tim dokter gabungan (sipil dan militer)
di Rumah Sakit Umum Dili, pada tanggal 15 Februari 1999, dari pukul 10.30
sampai 15.00 waktu setempat. Menurut rencana, korban akan dimakamkan pada
tanggal 16 Februari sekitar pukul 08.00 pagi. Dalam proses otopsi tim dokter
hanya mau memeriksa bagian kepala yang terkena tembakan, tanpa memeriksa
tubuhnya secara keseluruhan.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Feb 1999 jam 19:57:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke