----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 06/II/18-24 Februari 99
------------------------------

PRABOWO DICEKIK HABIBIE

(POLITIK): Habibie mengaku pernah akan dikudeta Prabowo. Ada apa di balik
pernyataan itu?

Presiden B.J. Habibie pernah mengatakan, ada orang yang mengancam
membunuhnya. Pernyataan itu dilontarkannya di awal Juni, kira-kira sebulan
setelah ia diangkar jadi Presiden RI ketiga. Waktu itu, ia tak menyebut
siapa yang hendak membunuhnya itu. Rupanya, orang yang dimaksudnya adalah
Letnan Jendral (Purn) Prabowo Subianto, mantan Panglima Kostrad dan tak lain
adalah menantu Soeharto.

Habibie secara tak langsung mengatakan siapa yang mengancam akan membunuhnya
dalam pertemuan Forum Editor Asia-Jerman di Istana Merdeka, pekan ini.

Dalam pidato tanpa teks, Habibie tiba-tiba bercerita bagaimana Prabowo
mengerahkan pasukannya ke sekitar kediamannya di komplek pejabat tinggi,
Kuningan, Jakarta Selatan.

Dulu, kepada wartawan New York Times (NYT), Habibie menceritakan bahwa tak
lama dilantik sebagai presiden, ia sempat bertemu Letjen Prabowo -saat itu
masih menjabat Panglima Kostrad, di rumahnya. Setelah kedatangan Prabowo,
menurut pemberitaan NYT (3/6/98) tadi, Habibie bersama keluarganya malam itu
juga sempat pindah ke sebuah rumah demi keamanan. Bahkan, cucu-cucu Habibie
kemudian diterbangkan dengan helikopter ke rumah yang aman itu. Namun,
belakangan, berita NYT itu malah dibantah Menteri Sekretaris Negara, Akbar
Tanjung. Nah, dengan cerita Habibie tadi, jelas sudah bahwa bantahan Akbar
tak benar.

Pengakuan Habibie itu memang bukan rahasia lagi. Xpos sendiri, (No. 23/6/98)
pernah mengungkap peristiwa "pengepungan" itu. Xpos, ketika itu menulis
Prabowo mengerahkan pasukann yang loyal padanya dan berkonfrontasi dengan
pasukan pengawal presiden, ketika ingin bertemu Presiden baru BJ Habibie,
insiden yang hampir saja mendorong Indonesia dalam skenario mengerikan:
konfrontasi antara faksi militer yang bersaing.

Sore hari, 22 Mei, Prabowo memang muncul di Istana Presiden dengan perangkat
peralatan perang; dilengkapi pistol otomatis dan dikawal bertruk-truk
pasukan Kopassus. Demikian kesaksian orang-orang di Istana. Perang kata-kata
berlangsung tegang antara pasukan Prabowo yang ingin bertemu Habibie dan
pengawal presiden. Menurut satu sumber, Prabowo bersedia menyerahkan
pistolnya, dengan imbalan dibolehkan masuk Istana. Tetapi, kemudian, dia
dibujuk oleh Letjen Sintong Panjaitan -salah seorang pembantu militer
Habibie- agar meninggalkan Istana, tanpa bertemu Presiden.

Insiden itu memicu ketegangan di seluruh kota. Pasukan Kostrad tiba-tiba
mengencangkan kembali barikade kawat berduri di sekitar Istana, dan satuan
bersenjata diterjunkan lagi di beberapa kawasan. Habibie sendiri pindah ke
wisma tamu negara, yang berdekatan dengan Kantor Kepresidenan. Di tempat
itu, Habibie bermalam.

Pengakuan Habibie memang mengejutkan. Dengan pernyataan itu, Prabowo sudah
bisa ditangkap karena melakukan tindakan insubordinasi, istilah dalam
militer yang artinya pembangkangan. Dalam militer insubordinasi bisa dihukum
berat. Di KUHP, tindakan Prabowo ini bisa digolongkan sebagai makar, atau
upaya penggulingan pemerintahan yang sah. Ini kalau Habibie tak ngecap.
Artinya, benar bahwa Prabowo mengerahkan pasukan dan mesin perangnya di
beberapa lokasi strategis kawasan ibukota negara, hingga menyulitkan
pengendalian pasukan oleh Pangab, Jenderal Wiranto.

Jendral (Purn) Rudini mengatakan jika Prabowo bermaksud menyingkirkan
Habibie, itu sudah merupakan perebutan kekuasaan. Namun, kepada seorang
wartawati Amerika Serikat, Prabowo membantah kalau ia hendak melakukan
kudeta. "Saya justru ingin mengamankan Istana Negara dan ibukota," ujar
Prabowo.

Pernyataan Habibie ini membuat bingung semua kalangan. Apa masud Habibie?
Ini yang jadi bahan pertanyaan. Seorang jurnalis yang hadir saat Habibie
berbicara tanpa teks dalam bahasa Inggris mengatakan, Habibie nampaknya
hanya keceplosan saja. Namun, apapaun pernyataan itu membuat ABRI kagok.
Kapuspen ABRI Mayjen TNI Syamsul Maarif hanya mengatakan bahwa ABRI tidak
akan memberikan keterangan resmi. "Itu kan pernyataan Presiden Habibie.
Jadi, no comment," kata Syamsul. Sekjen Dephankam Letjen TNI Fachrul Razi
juga mengelak memberikan komentar. Begitu juga Wiranto dan KSAD, Jendral
Subagyo.

Wiranto memang tak merasa perlu berkomentar. Baginya semuanya telah selesai.
Penantang terberatnya, Prabowo telah tersingkir jauh-jauh hari dengan amat
mudah. Prabowo bukanlah lagi musuh yang pantas diperhitungkan. Ia tak punya
lagi pasukan berseragam. Wiranto, diam-diam bahkan telah membetuk satuan
tugas (satgas) rahasia yang dipimpin seorang kolonel Kopassus. Tugas satgas
ini adalah memburu orang-orang Prabowo yang selalu bikin rusuh di mana-mana,
termasuk pemburuan Kelompok Cikarang, kumpulan disertir Kopassus yang bisa
disewa jadi tentara bayaran.

Menurut penuturan seorang pensiunan letnan jendral, Prabowo memang berambisi
jadi presiden mengantikan Soeharto. Namun ketika Soeharto mundur sebelum
waktunya, ia kehilangan orientasi. Prabowo yang sudah diangkat jadi
Pangkostrad oleh mertuanya berusaha menyingkirkan Wiranto. Ia datang kepada
Habibie dan minta jabatan panglima ABRI atau setidaknya KSAD.

Pernyataan Habibie ini malah bagai pisau bermata dua. Tuduhannya kepada
Prabowo membuat marah kawan-kawan Prabowo yang sebenarnya adalah
pendukungnya juga. Fadli Zon, misalnya, pengurus Partai Bulan Bintang (PBB)
menuduh Habibie melakukan fitnah. Farid Prawiranegara, Ketua PBB yang dekat
dengan Prabowo, juga menyatakan kekecewaannya terhadap Habibie.

Akan halnya Prabowo, pasti ia cemas betul, karena jika nanti ia kembali dari
"perjalanan bisnisnya" di Jerman dan Yordania, ia akan menghadapi pengadilan
karena percobaan kudeta. Jika Prabowo tak diapa-apakan saat pulang nanti, ya
terbukti ia kebal hukum. Soalnya, sebelumnya dalam kasus penculikan dan
pembunuhan sejumlah aktifis, ia tak tersentuh sama sekali. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Feb 1999 jam 10:20:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke