---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Beruntunglah anda yang meyakini keberadaan Tuhan dalam iman terhadap kitab suci dan agama anda itu. Kelebihan manusia yang beriman memang dia cenderung berjiwa tenang. Kekurangannya adalah dia telah berhenti untuk mempertanyakan esensi Tuhan secara dialektik. Sehingga dengan pertanyaan seorang bocah seperti, " Dimanakah Tuhan ? Mengapa Tuhan cuma satu ? Apakah dia tidak kesepian?Siapa yang menciptakan Tuhan ? kenapa Tuhan tidak pernah terdengar berbicara ? " Manusia yang hatinya penuh iman ini biasanya akan menghindar dengan jawaban klise untuk menutupi ketidak berdayaan. " Tuhan ada dimana mana. Tuhan memang harus satu kalau tidak dia bisa kompetisi dengan Tuhan lainnya. Tuhan tidak ada yang menciptakan. Tuhan jaman sekarang adalah Tuhan yang mendengar, tidak lagi berbicara ." Terlepas dari kesolehan anda yang meyakini keberadaan Tuhan, dan terlepas dari arogansi seorang atheist yang sama sekali menolak keberadaan Tuhan, sebenarnya anda dan dia mempunyai dilema yang kontradiktif dengan objek yang sama. Orang beriman percaya tapi tidak bisa membuktikan Tuhan itu exist. Orang Atheist mempersetankan Tuhan, tapi tidak berhasil membuktikan Tuhan itu tidak ada. Dan kini, seperti biasanya untuk menulis suatu pandangan objektif, saya akan melepaskan kecenderungan emosi religi dan atheisme.Saya akan mencoba menemukan Tuhan dalam tulisan singkat ini. Tuhan dalam pandangan religi Religi adalah sebuah kepercayaan yang di anut sekian banyak orang, kepercayaan yang diakui dan di sahkan negara bernama Agama. Kepercayaan yang tidak diakui seperti kong fucu di Indonesia, atau seven day adventist dan Yehova Witness ( sebelum di legalkan pemerintah Amerika sebagai agama belasan tahun yg lalu ) adalah cuma kepercayaan sempalan alias cultism. Tapi walaupun secara ritualisme mereka berbeda beda. Pada dasarnya mereka mengikuti seremonial yang sama. Yaitu menyembah supremebeing, sang great creator yang menciptakan semua.premis pemikiran ini berasal dari emosi supertition terhadap fenomena supernatural. bahwa ada sebuah kekuatan yang lebih besar dari manusia. Jadi tidak heran bahwa nenek moyang semua agama sebenarnya adalah para animis yang menyembah batu dan api, atau menyembah berhala sebagai manifestasi keberadaan Tuhan, Tuhan menurut Science Bila religi memilih pendekatan emosi dan iman terhadap esensi Tuhan, science memilih logika ilmiah yang cenderung superficial. Bila religi selalu mempertanyakan " why" kemudian menjawabnya dengan pasif dengan " because " yang tidak gamblang dan bertele tele, Science menanyakan " How?" dan mencoba mencari bukti dengan metodenya sendiri. Mereka mencoba menemukan sebuah jawaban dalam fenomena fisik, diluar itu segala konsep yang tidak sejalan dengan hukum fisika dinamakan metafisika, alias fenomena absurd yang tidak sesuai dengan nature law. Jadi tidak heran di mata science konsep Tuhan yang tidak berawal, Tuhan yang tidak akan berakhir adalah konsep yang tidak bisa diterima. Menurut observasi mereka segala sesuatu itu harus berawal dan pasti berakhir. atom, neutron, sel kulit bulan dan bintang mengalami proses decay yaitu proses kerusakan, pembusukan. Argumentasi 2 front fanatik Atheisme masa kini banyak di anut oleh para ilmuwan modern. Seorang biologist populer seperti Dawkins secara jelas jelas meniadakan Tuhan dalam proses biologist. Jelas dia penganut fanatik teori evolusi yang lebih extrim dari Darwin. Teori Evolusi yang di rayakan masyarakat aheist sebagai sebagai bukti bahwa Tuhan itu nisbi, berhadapan dengan teori kreasi kaum religi yang mempertahankan bahwa Tuhan itu real. Masing masing mencoba memberikan argumentasi yang terbaik. Dan mencoba mematahkan argumentasi lawan dengan segala macam teori dan pemikiran logis. Yang terjebak dalam kemelut itu dan merasa tidak berdaya memundurkan diri dan menjadi agnostik.Tuhan mungkin ada tapi mereka tidak mau memikirkannya lagi. Kelemahan religi. Religi tidak punya konsep yang jelas atau rumus yang terbuka untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Religi bahkan cenderung memanusiakan Tuhan. Seperti Tuhan yang emosional, Tuhan yang maha pemaaf, Tuhan yang istirahat di hari ke 7 penciptaan. Bila mau berterus terang, sosok Tuhan dalam benak umat manusia itu ber gender laki laki, itu juga lantaran Religi selalu menyebut Tuhan " He " dalam Bible. Dan asumsi bahwa Tuhan adalah Raja, tahta dan berkuasa serta berwibawa membuat sang Divine ini nampak lebih cenderung sebagai laki laki. Tuhan orang Islam bahkan cenderung lebih nampak sebagai homosex lantaran Tuhan kebanyakan dari mereka percaya bahwa " Muhammad itu kekasih Allah " Kekasih dalam bahasa Indonesia adalah objek cinta manusia yang melibatkan emosi platonis dan sex. Ini mengakibatkan Tuhan manusia beragama menjadi Tuhan yang terlalu manusiawi, sehingga para atheis mempunyai argumen untuk memojokan mereka bahwa Tuhan itu cuma ada di benak manusia. Kelemahan science Mereka tidak percaya Tuhan, karena Tuhan tidak berwujud. Tapi di laboratorium mereka percaya quark, partikel yang jauh lebih kecil dari atom dan tidak pernah akan nampak itu ada walaupun tidak berwujud. Teori evolusi meniadakan Tuhan, karena proses biologist itu adalah mengikuti hukum mutansi, survival of the fittest. dari one cell organik menjadi jentik jentik, menjadi ikan menjadi amphibi, menjadi kera lalu manusia. Tapi mengapa ikan tetap menjadi ikan sekarang ini? Seharusnya mereka telah ikut mutan seperti menjadi burung atau gajah? dan ketika reptilian menumbuhkan sayap dan menjadi burung, kera mencoba berjalan dengan 2 kaki akhirnya menjadi homosapien, kenapa cuma mata yang tidak ikut berevolusi? Ya dua mata semua mahluk hidup itu tetap 2 jumlahnya. Tidak menjadi 3 atau 10 misalnya? Science , seperti juga Carl Sagan yang mengakui bahwa ada yang bernama " Cinta dan sayang " tapi "tidak bisa membuktikan zat itu", cenderung stagnan menghadapi dinding ke tidak tahuan. Kesimpulan Sebelum menggosok gigi dan mandi, biasanya saya menatap kaca dan meneliti jerawat baru di muka. Hari ini saya melihat keriput kecil di dekat mata, Saya terpesona, umur saya belum tua, tapi beberapa sel kulit telah lelah dan minta pensiun awal. Siapa yang meminta sel sel itu berhenti bekerja? Pertanyaan itu saya hubungkan dengan hukum biologi dan teori evolusi, jika dari satu biji pohon Seqoia dapat tumbuh menjadi the Giant Tree setinggi gedung 25 lantai dan berumur ribuan tahun,dalam biji sekecil beras itu jelas terdapat sebuah program yang memerintah bahwa dalam pertumbuhannya nanti, pohon ini akan bercabang begini, berumur segini dan akan nampak seperti ini. Jika dari sel sperma manusia tumbuh menjadi manusia. yang lengkap dgn pertumbuhan tulang, kulit, wajah dan karakter, maka dalam sel itu terdapat program yang telah disiapkan oleh seorang programer. Jika Manusia terserang flu atau penyakit, sel sel antibody akan mempertahankan tubuh manusia itu mati matian tanpa kita suruh, siapa yang menyuruh? Jikapun teori evolusi itu memang benar bahwa manusia berasal dari mahluk ber sel satu? siapa yang menyuruh sel yang tidak berotak itu menjadi demikian berotak untuk menjadi manusia? Relativisme Tuhan Relativisme adalah teori yang menyangkal absolutisme. Relatif itu berhubungan dengan kata sifat seperti besar-kecil, tinggi-rendah, cepat -pelan,Jauh -dekat,atas -bawah. Relativisme selalu berhubungan dengan komparasi. Selalu ada sifat keduaan yang berhungan satu sama lain. Sebuah benda dikatakan besar atau kecil jika dibandingkan dengan benda lainnya. Bola bowling besar dari bola kasti. Tapi bola bowling nampak kecil dari bola bumi. Bola bekel jelas nampak kecil dari bola basket, tapi bola bekel akan nam pak raksasa dibandingkan atom. Menurut orang atheis Tuhan itu ( tidak ada ) Thesis "tidak ada" sangat menyalahi hukum ralatifitas. Karena ( tidak ada ) yang berdiri sendiri , akan menjadi absolut.Untuk melengkapi teori ini harus ada antihesis bernama " Ada " So,secara relativitas Tuhan itu jelas ADA. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Feb 1999 jam 22:14:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
