---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: hartono tanzil Membaca berbagai berita mengenai kenaikan tarif telpon lokal, terutama yg dirasakan para pelanggan di daerah Jabotabek, sepertinya dasar pemikiran diambilnya langkah untuk menaikan tarif ini ada rekayasanya. Siapapun pemicunya, dia meluncurkannya dalam waktu yg tepat sekali. Dimulai dari keadaan negara kita yg sedang tidak stabil, masyarakat pada umumnya sedang dalam keadaan susah/gelisah, sehingga hal yg sangat kecilpun dapat mengakibatkan keributan. Suasana dimana pemerintah sedang serba salah untuk bertindak. Si pemicu yg jeli inipun lalu berinisiatif untuk meluncurkan policy tarif telkom lokal baru yg amat sangat tinggi. Masyarakat umumpun lalu bereaksi. Ada yg protes, ada yg mau tunggak bayar rekeningnya, ada pula yg katanya mau berpindah ke 'provider' yg lain. Saya cenderung untuk melihat bahwa tujuan si pemicu adalah reaksi pelanggan yg terakhir di atas, yaitu pindah ke 'provider' yg lain (contoh Ratelindo). Disini baunya ternyata KKN lagi, seperti halnya dulu lahirnya sempati untuk mencoba membunuh secara perlahan Garuda. Para pelanggan beralasan bahwa 'provider' swasta(?) lebih murah. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana mereka bisa lebih murah? Apakah mereka memakain infra-struktur Telkom, seperti halnya sempati memakai segala fasilitas Garuda? Bagi para netters, kalau ada yg dapat memberi data mengenai siapa saja 'provider' yg ada sekarang disamping Telkom, dan juga siapa sebenarnya para pemiliknya, akan sangat membantu research saya. Terima kasih. HT. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 03:08:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
