----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Monday 22 February 1999 16:10 UTC



** XANANA GUSMAO SEGERA DIBEBASKAN

** KEMBALI PECAH BENTROKAN ANTARA KAUM KRISTEN DAN MUSLIM AMBON

** GERILYAWAN KOMUNIS FILIPINA KEMBALI CULIK SEORANG PEJABAT TINGGI

** MENLU AMERIKA KEMBALI DESAK PERUNDINGAN KOSOVO

** PUSAT PERKANTORAN  UNI EROPA DI BRUSSEL DIJAGA KETAT

** TOPIK GEMA WARTA: KENAPA JUSUF AR KETEMU SOEHARTO?




* XANANA GUSMAO SEGERA DIBEBASKAN.
Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengumumkan bahwa pemimpin perlawanan
Timor Timur, Xanana Gusmao akan segera dibebaskan. Gusmao akan
dibebaskan dalam satu tahun mendatang, namun belum ditetapkan
tanggalnya, demikian Menteri Alatas.


* BENTROKAN ANTARA KAUM KRISTEN DAN MUSLIM JUGA PECAH DI SAPARUA AMBON
Di Saparua Ambon, terjadi bentrokan antara kaum muslim dan kristen.
Saksi mata melaporkan, seorang warga tewas dan tiga luka-luka. Kelompok
yang bersengketa diperkirakan menggunakan bom-molotov dan senjata api,
demikian tambah para saksi. Penyebab kerusuhan ini kali belum diketahui.
Serangkaian bentrokan antara kaum muslim dan kristen Ambon pecah sejak
sebulan silam dan telah menelan beberapa puluh koran jiwa. Menurut
sejumlah organisasi hak asasi manusia, korban jiwa mencapai 160 orang.


* GERILYAWAN KOMUNIS FILIPINA KEMBALI CULIK SEORANG PEJABAT TINGGI
Gerilyawan komunis Filipina, NPA, kembali menculik seorang pejabat
tinggi. Akibat kasus penculikan itu, Presiden Filipina Joseph Estrada
mengumumkan penangguhkan amnesti bagi 50 orang tahanan politik. Kelompok
Tentara Rakyat Baru, NPA, Ahad kemarin menculik seorang komandan
kepolisian. Pekan silam NPA juga menculik seorang jenderal. Gerilyawan
Komunis NPA, baru bersedia melepaskan para pejabat yang diculik, apabila
pemerintah membebaskan para anggota NPA yang kini mendekam di penjara.
Tahun silam pemerintah Filipina dan NPA mencapai kesepakatan sementara
mengenai pembebasan para pendukung NPA.


* MENLU AMERIKA KEMBALI DESAK PERUNDINGAN KOSOVO
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Medeleine Albright kembali mendesak
kalangan yang terlibat dalam perundingan Perdamaian Kosovo, di
Rambouillet Perancis. Perundingan Kosovo kini menemui jalan buntu
setelah kubu Serbia dan Etnik-Albania bersikeras pada pendirian masing-
masing.
Pihak Serbia menolak mentah-mentah penempatan pasukan perdamian NATO di
Kosovo. Sementara pihak Etnik-Albania menuntut referendum mengenai
kemerdekaan sepenuhnya Kosovo, dalam tiga tahun mendatang.
Sejumlah diplomat memperkirakan para juru runding Etnik-Albania pada
akhirnya akan mencabut tuntutan referendum bagi kemerdekaan Kosovo. NATO
mengultimatum paling lambat Selasa besok, pukul tiga sore waktu
setempat, perundingan Kosovo harus sudah mencapai kesepakatan nyata.


* PUSAT PERKANTORAN UNI EROPA DI BRUSSEL DIJAGA KETAT MENGHADAPI PROTES
MASSAL PETANI EROPA
Pusat perkantoran Uni Eropa, di Brussel, Belgia, dijaga ketat sehubungan
rencana protes massal 30 ribu kaum tani. Sebagai langkah penanggulangan,
aparat keamanan menempatkan barikade kawat berduri, dan pagar-pagar besi
di sekeliling markas Uni Eropa. Di samping itu seputar wilayah tersebut
berlaku larangan parkir. Stasiun metro bawah tanah dan kereta api dekat
kawasan itu untuk sementara ditutup. Selanjutnya pemerintah Belgia
mengerahkan 5000 aparat keamanan.
Para petani Eropa serempak berkumpul di Brussel, bersamaan dengan rapat
para menteri pertanian negara-negara Uni Eropa. Rapat Uni Eropa tersebut
akan membahas reformasi meluas kebijakan pertanian. Reformasi ini
ditujukan untuk memudahkan penyesuaian negara-negara calon anggota Uni
Eropa. Salah satu kebijakan baru adalah penurunan harga gandum dan
daging sapi secara merata di semua negara Uni Eropa sampai sebesar 30
persen. Kendati kepada para petani telah dijanjikan kompensasi
pendapatan, namun mereka khawatir, akan dipersulit oleh kebijakan baru
itu.


* KENAPA JUSUF AR KETEMU SOEHARTO?
Bagaimana erosi mental serta dekadennya ketahanan golongan oposisi
Indonesia, sesungguhnya dapat diicermati dari gerak-gerik sejumlah
aktivis politik yang pada tahun 70an, ketika mereka aktif sempat menjadi
panutan generasi muda saat itu. Maka pertemuan Jusuf AR dengan Soeharto
sempat mengagetkan para aktivis lama. Tetapi mungkinkah langkah Jusuf AR
ini merupakan langkah awal bagi suatu skenario menghadapi kalangan
fundamentalis yang kini begitu mendapat angin? Berdasarkan bahan dari
Jakarta, berikut ulasan redaksi di Hilversum:

Harian Suara Pembaruan menulis, bukan mustahil para menteri yang
sekarang selalu mengamini kebijakan Presiden Habibie, kelak akan
berusaha melepas tanggung jawab mereka, terutama setelah Habibie tidak
berkuasa lagi. Lebih-lebih lagi akhir-akhir ini banyak langkah terobosan
yang diambil untuk mengatasi krisis. Apabila nanti terbukti tidak
berhasil dan setelah tidak menjabat lagi, semua tanggungjawab hanya akan
ditimpakan di pundak Habibie.

Opini harian Suara Pembaruan itu dikemukakan kemarin dalam tajuknya
merujuk pada pendapat mantan presiden Soeharto yang kecewa pada sebagian
mantan menterinya. Soeharto menyesalkan sikap sejumlah bekas menterinya
yang berusaha melepaskan tanggungjawab dengan alasan semua keputusan
penting diambil dan ditetapkan sendiri oleh Soeharto. Kekesalan Soeharto
itu diungkapkannya pada kesempatan berbicara dengan mantan eksponen 66,
Jusuf Achyar Rawis atau yang dahulu lebih dikenal sebagai Yusuf AR,
bekas Ketua Umum Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia Se-Jakarta Raya.

Pertemuan Jusuf dengan Soeharto berlangsung hari Sabtu lalu. Usai
berbicara dengan Soeharto, Jusuf mengatakan para menteri itu bukan
sekadar pembantu presiden, karena mereka juga merupakan pemimpin bangsa
yang mempunyai tanggungjawab. Selain mengecam para mantan menteri
Soeharto, Jusuf juga mengkritik Amien Rais yang sebelum Soeharto lengser
berkoalisi dengan Prabowo. Ia pun secara tidak langsung mengecam orang-
orang semacam Gus Dur yang menuduh pengikut-pengikut Soeharto sebagai
penggerak kerusuhan tapi tidak bisa menunjukkan bukti keterlibatan
Soeharto.

Pertemuan Jusuf AR dengan Soeharto itu sangat mengejutkan rekan-rekannya
yang menentang kebijakan Soeharto sejak tahun 1968. Rasanya sulit
membayangkan Jusuf berbicara dengan Soeharto. Ia berjasa pada tahun 1966
menggerakkan para pelajar mendukung aksi-aksi mahasiswa. Para pemimpin
mahasiswa seperti Cosmas Batubara, Sofyan Wanandi, Mar'ie Muhamad saat
itu sudah bubar jalan. Mahasiswa ketika itu
diserang Barisan Soekarnonya Amien Aryoso, Universitas Bung Karnonya
Amir Mahmud dan Panda Nababan, serta dibantu pasukan pengawal Soekarno,
Tjakrabirawa, KKO, serta intelijen BPI. Cosmas pun sudah sembunyi
dikamar zuster-zuster Rumah Sakit Carolus. Sedangkan Sofyan Wanandi
ngumpet dimarkas Kopur II Kostrad. Saat itulah Jusuf AR dan Husni
Thamrin menggerakkan puluhan ribu pelajar yang merubah kembali
perimbangan kekuatan mengingat sebagian besar ABRI, kecuali Kostrad,
Kopassus dan Siliwangi, masih taat kepada Panglima Tertinggi.

Namun pada 1968 Jusuf dan Jopie Lasut memimpin sepuluh ribu pelajar
berdemonstrasi menentang fasisme Orde Baru yang saat itu sedang gencar-
gencarnya membunuhi ratusan ribu orang yang dianggap simpatisan PKI.
Tahun 1970 bersama Jessy Monintja ia memimpin 100.000 masa yang
mengelilingi istana mendukung gerakan 'Mahasiswa Menggugat'. 'MM' ketika
itu memprotes korupsinya para jenderal dan profesor di kabinet. 1971
bersama Arief Budiman, Marsillam Simanjuntak, Julius Usman, Jopie Lasut,
Husin Umar dan Imam Waluyo ia memprakarsai aksi Golput pertama.

Karena menentang pembangunan Taman Mini Indonesia milik Tien Soeharto,
bersama Arief Budiman ia sempat ditahan pihak kepolisian. Arief langsung
membuangkan diri ke Amerika selama hampir 10 tahun. Tetapi Jusuf
bertahan di Indonesia lalu masuk penjara pada tahun 1974 karena kasus
Malari. Jusuf AR, Jopie Lasut dan Jessy Monintja dari kelompok Non
Kampus ditahan dua tahun, Hariman Siregar, Yudil Herry, Theo Sambuaga ,
Gurmilang Kartasasmita dan Bambang Sulistomo ditahan tiga tahun.
Sedangkan Syahrir dan Aini Chalid mendekam selama tahun. Yang ditahan
setahun lebih adalah Subadio Sastrosatomo, Adnan Buyung Nasution, Yap
Thiam Hien, Princen, Julius Usman, Sarbini Sumawinata, dan Fahmi Idris.

Menarik pula untuk melihat karier politik teman-teman Jusuf ini. Mereka
dahulu dikenal sangat anti Soeharto. Tetapi kloter pertama yang
bergabung dengan Golkar Soeharto ialah Fahmi Idris, Theo Sambuaga,
Bambang Sulistomo dan Dorodjatun Kuntjorojakti. Dua orang yang disebut
pertama jadi menteri. Yang terakhir menjadi Duta Besar di Washington.
Bambang dapat konsesi.

Lalu kloter kedua masuk kekuasaan lewat Ketua ICMI BJ Habibie. Yaitu
Hariman Siregar, Buyung Nasution dan Gurmilang Kartasasmita yang sempat
berkampanye untuk Golkar. Hariman sekarang jadi orang kuat. Dia adalah
salah satu penasehat Presiden B.J. Habibie. Aini Chalid aktif mendukung
para aktivis dari Manila. Sedangkan Jessy Monintja selain pengusaha juga
masuk Partai Murba. Julius Usman dari PUDI loncat ke PDI Perjuangan.
Rachman Tolleng dan Marsillam Simanjuntak membentuk Fordem bersama Gus
Dur.

Mereka yang dikenal sebagai kelompok BTM atau berjuang terus menerus,
tetap membina kampus-kampus. Demikian pula Subadio Sastrosatomo dan
Profesor Sarbini Sumawinata yang menulis buku petunjuk 'Revolusi 1998'.
Subadio baru-baru ini meninggal sebagai penentang Orba tahap pertama dan
Orba tahap kedua. Sedangkan Yudil Herry turut mendirikan Partai Ummat
Islam. Ia pun tergolong kelompok Malari yang berjuang terus menerus atau
BTM.

Maka masuknya Jusuf AR ke Cendana sebagai kloter ketiga jelas membuat
orang bertanya-tanya siapa lagi dari kelompok BTM yang akan membentuk
kloter keempat? Namun menurut seorang pengamat keputusan Jusuf untuk
bertemu Soeharto adalah haknya juga asal Jusuf bisa
mempertangungjawabkannya. Dan memang untuk menentang arus dan dihujat
orang, kita harus punya keberanian juga.


* PARTAI KIRI-TENGAH NIGERIA, MENANGKAN PEMILU PARLEMEN
Partai Kiri-Tengah Nigeria PDP pimpinan calon Presiden Olusegun
Obasanjo, berhasil meraih kemenangan telak dalam pemilu parlemen. Pada
penghitungan pertama, PDP berhasil meraih angka mayoritas mutlak di
Senat dan Dewan Perwakilam Nigeria. Jumlah pemilih Nigeria yang
menggunakan hak pilihnya hanya 20 persen.
Sabtu depan Nigeria akan menyelenggarakan pemilu presiden. Mantan
Panglima Angkatan Bersenjata, Obasanjo diperkirakan akan menjadi
presiden baru Nigeria. Ia sekaligus akan merupakan presiden pertama
sejak 15 tahun, yang dipilih secara demokrasi.


* PRESIDEN BRASIL KECAM KERAS KEBIJAKAN PERDAGANGAN UNI EROPA
Presiden Brasil Fernando Hendrique Cardoso mengecam keras kebijakan
perdagangan Uni Eropa. Pada KTT sehari Organisasi Perdagangan Amerika
Selatan, Mercosur, di Rio de Jenairo, Cardoso menuduh Uni Eropa
menghalangi persaingan bebas, terutama dalam bidang pertanian.
Apabila Uni Eropa tidak mencabut halangan tersebut, maka negara-negara
Mecosur akan membatalkan secara sepihak kesepakatan perdagangan bebas
dengan Uni Eropa, demikian bunyi ancaman Mecosur.


* MANTAN  PERDANA  MENTERI  UKRAINA  DITANGKAP AMERIKA
Mantan Perdana Menteri Ukraina, Pavlo Lazarenko ditangkap di bandara
John F. Kennedy, New York, karena tidak memiliki dokumen perjalanan
lengkap. Pemerintah Ukraina saat ini mengajukan permohonan ekstradisi
Lazarenko, yang dituduh menggelapkan uang negara sebesar empat juta
dollar ketika ia menjabat perdana menteri. Pekan silam pemerintah
Ukraina mencabut kekebalan hukum Lazarenko.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Feb 1999 jam 17:16:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke