----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Adi Susetyo

Rekan Netters,

Asumsi Sdr hartono perlu mendapat jempolan tangan sebab itu memang salah
satu kemungkinan BESAR dari semua penyebab kenaikan tarif telepon,
mengingat pemilik ratelindo lagi dekat dengan pemerintah biasalah KKN
gitu.

Namun mari kita mencoba melihat sedikit PT TELKOM itu sendiri, Sebagian
sahamnya sudah go public maksudnya dimiliki public, internasional lagi.
Nah kalau PT punya utang/rugi yang nanggung siapa sih ...., Nah kalau
untung juga yang menikmati siapa coba, anggap aja kita semua ini orang
bodoh semua nggak ngerti hitung untung rugi. Tapi orang bodohpun tahu
kalau kita dagang rugi yang nanggung ya kita sebagai orang yang dagang
nggak mungkin kita minta-minta/mengemis sama konsumen kita, tapi ini ide
pemikiran kita yang bodoh-bodoh nggak tahulah dengan Bapak-bapak kita
yang pinter-pinter yang ada ditelkom dan dipemerintahan.

Intinya PT TELKOM itu Perusahan bukan pemerintah dan Konsumen itu adalah
pengguna jasa PT TELKOM bukan rakyat PT TELKOM harap dibedakan. Bagi
kita telkom dijual sekalipun nggak peduli yang penting jasanya lebih
murah dan lebih baik titik. Era Gloablisasi harus mengubah pola berfikir
kita untuk mencari solusi.

AS

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 09:29:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke