---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk BURSJAH AKAN SOMASI PANJIMAS JAKARTA (SiaR, 23/2/99), Ketua Umum Gerakan Pemuda Reformasi Indonesia (GPRI) Bursjah Zarnubi mengancam akan melayangkan somasi kepada majalah Panji Masyarakat. Langkah ini dilakukan karena majalah ini dinilai telah mendiskreditkan GPRI. Kepada pers, Bursjah mengatakan bahwa GPRI merasa dirugikan dengan pemberitaan Panjimas edisi terakhir yang memuat tentang berdirinya organisasi yang dipimpinnya itu. Panjimas edisi terakhir menulis bahwa GPRI dibentuk sebagai organisasi tandingan KNPI. Dalam majalah itu juga ditulis bahwa organisasi proyek politik Hariman Siregar dkk ini untuk melapangkan pencalonan Habibie menjadi presiden lagi. "Kami independen, tidak ada hubungannya dengan pencalonan Habibie," kata Bursjah dihadapan wartawan, Senin (22/2). Menanggapi rencana somasi Bursjah tersebut, redaksi Pelaksana Panjimas Uni Zulfiani Lubis mengatakan akan melayani somasi tersebut. Ia mengaku tulisan yang diturunkan Panji sudah melalui prosedur jurnalistik yang benar. "Sebelum menurunkan tulisan, kami sudah lebih dulu melaukan konfirmasi kepada Hariman dan Bursjah. Konfirmasinya pun sudah dimuat dalam tulisan yang sama. Jadi apa lagi?" kata Uni pada wartawan. Deklarasi GPRI dilakukan Gedung Joang '45 Menteng 31 awal Februari lalu. Dalam deklarasi itu juga diumumkan pengurus GPRI yang antara lain sejumlah nama yang selama ini cukup dikenal yaitu, Ketua LSM Humanika Bursah Zarnubi sebagai ketua umum GPRI, Muzaki Cholis (aktivis Pemuda Anshor dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menduduki posisi sekjen, dan masih berderet nama-nama seperti mantan tapol Beathor Suryadi, bekas aktivis Walhi Dedi Triawan, sosiolog Kastorius Sinaga, Aspianor Sahbas, Juddy Chrisnandi dan lain-lainnya. Menurut sumber Panji, memang tak semua yang hadir pada deklarasi itu punya misi sama. Sebagian ingin membentuk KNPI tandingan karena sudah gerah dengan kepemimpinan Maulana Isman. Dan sebagian lagi diduga punya motivasi politik. "Hariman Siregar misalnya, disebut-sebut berada di belakang pendirian GPRI. Ia menjadikan OKP itu sebagai proyek politik guna menyokong Habibie menuju tampuk kekuasaan baru mendatang. Hariman memang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Habibie. Spekulasi ini kian mengemuka ketika peran Bursah dan Kastorius terlihat cukup besar, baik dalam formasi kepengurusan maupun sebagai penggagas. Keduanya dikenal dekat dengan Hariman," tulis Panji. Tapi Hariman dalam tulisan itu menolak anggapan bahwa dirinya berada di balik pendirian OKP itu. "Nggak benar itu. Mereka berinisiatif sendiri. Buat apa saya menanggapi rumor yang nggak keruan juntrungannya," kata Hariman yang juga dimuat dalam Panji. Namun demikian, sumber-sumber SiaR membenarkan dugaan pendirian GPRI sebagai upaya untuk memuluskan jalan Habibie itu. Sumber ini menuturkan, sejumlah penggagas GPRI merupakan orang-orang dekat dengan Habibie. Bahkan sumber ini juga mengungkapkan, ada beberapa aktivis GPRI yang beberapa waktu lalu aktif memobilisir PAM swakarsa di daerah-daerah. "Setelah Habibie jadi presiden, beberapa pentolan GPRI memang terlihat sangat dekat dengan Habibie. Bahkan ketika maraknya demonstrasi menentang Sidang Istimewa MPR, beberapa orang aktifis GPRI terlibat dalam pengerahan PAM swakarsa," kata sumber itu. Sumber SiaR ini mengungkapkan, sebelum terbentuknya GPRI, Bursjah bersama A. Baskara sekjen GMNI pernah membentuk Angkatan Muda Reformasi Indonesia (AMRI) sebagai salah satu organisasi tandingan KNPI. Penggodokan AMRI di lobi hotel Cemara tersebut sudah berlangsung beberapa kali. Yang antara lain dihadiri oleh orang-orang yang sekarang berada di GPRI seperti Beathor Suryadi, Muhamad Djumhur Hidayat (CIDES), Dedy Triawan dan beberapa yang lain. Namun kongsi kelompok Bursjah-Baskara ini akhirnya berantakan lantaran belakangan diketahui, Bursjah ikut bermain di PAM Skawarsa yang mendukung Habibie. "Tabloid DeTAK telah membongkar masalah ini," tegas sumber. Sementara itu sumber lain juga membenarkan bahwa Hariman belakangan ini terlihat sangat dekat dengan kekuasaan Habibie. Konon, ia lah satu-satunya orang yang paling dipercaya Habibie untuk keluar masuk rumah dan istananya. "Jika untuk masuk ke ruang kerja Habibie butuh pemeriksaan 2-3 kali, maka Hariman bisa langsung ke ruangannya. Ia orang spesial buat Habibie," kata sumber tanpa menyebutkan apa alasan yang menyebabkan kedekatan itu.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 10:18:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
