---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Friday 26 February 1999 15:30 UTC ** BANK INDONESIA MENUNDA LIKUIDASI SEJUMLAH BANK BERMASALAH. ** DEMONSTRASI UMAT KRISTEN DI AMBON ** DANA 470 JUTA DOLAR UNTUK KAMBOJA ** PEMILIHAN LOKAL PERTAMA DIGELAR DI IRAN ** TOPIK GEMA WARTA: KENAPA PARTAI-PARTAI KECIL MERASA DIHINA TIM 11? * BANK INDONESIA MENUNDA LIKUIDASI SEJUMLAH BANK BERMASALAH Bank Indonesia memutuskan untuk menunda likuidasi sejumlah bank dengan dua pekan. Bank Indonesia sudah lama berencana melikuidasi bank-bank bermasalah. Guna reorganisasi sektor perbankan, pemerintah Indonesia Kamis kemarin melakukan perundingan lagi dengan Dana Moneter Internasional. Yang dibahas dalam perundingan itu adalah persyaratan bagi bank-bank yang berpeluang untuk bisa mendapatkan bantuan pemerintah. Bantuan pemerintah bagi bank-bank swasta itu menjadi perdebatan kontroversial di DPR. Menurut Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita, diperlukan penundaan dua pekan, guna mempersiapkan usul penyelesaian yang lebih baik. * DEMONSTRASI UMAT KRISTEN DI AMBON Di Ambon ratusan umat Kristen berdemonstrasi menentang bentrokan berdarah yang terjadi dalam hari-hari belakangan. Para demonstran menuduh aparat keamanan bersikap berat sebelah, dengan memihak kaum muslim dalam kasus tersebut. Sejak Selasa lalu, di pulau itu dilanda kerusuhan hebat, yang menewaskan 18 orang. Ribuan penduduk melarikan diri akibat kerusuhan. Juga hari Jumat ini banyak penduduk Ambon mencoba mengungsi dengan perahu. * DANA 470 JUTA DOLAR UNTUK KAMBOJA Suatu kelompok yang terdiri dari 23 negara dan organisasi bantuan menyediakan dana bantuan sebesar 470 juta dolar kepada Kamboja. Hal itu diputuskan dalam konferensi internasional negara-negara donor di Tokyo. Jepang berjanji akan menanggung seperempat dana itu. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk membangun kembali Kamboja, yang selama bertahun-tahun dilanda perang saudara dan kekejaman kekuasaan Khmer Merah. Konferensi dua hari di Tokyo itu dihadiri oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Ia berjanji dana tersebut tidak akan disalah-gunakan. Dan keadaan hak asasi manusia di negerinya akan diperbaiki. Kamboja berharap dalam kurun waktu tiga tahun akan menerima bantuan sebanyak 1,3 milyar dolar. * PEMILIHAN LOKAL PERTAMA DIGELAR DI IRAN Di Iran digelar pemilihan-pemilihan lokal. Hampir 40 juta elektorat diserukan untuk ikut memilih wakil dari 300 ribu calon. 5000 di antaranya adalah wanita. Kalangan pendukung Presiden Mohammed Khatami yang reformis, mengharapkan kemenangan. Dengan begitu para pejabat lokal baru akan bisa mempengaruhi kekuasaan pihak konservatif. Hasil perhitungan suara terakhir pemilihan ditunggu dalam dua hari mendatang. * AMERIKA SERIKAT MENYAYANGKAN VETO CINA DI DEWAN KEAMANAN Amerika Serikat menyayangkan veto Cina di Dewan Keamanan PBB, yang menentang kehadiran pasukan perdamaian PBB di Makedonia. Washington menyebut keputusan itu dilakukan pada saat yang sangat peka, di mana sekarang masyarakat internasional berupaya mencapai perjanjian perdamaian untuk Kosovo, yang berbatasan dengan Makedonia. Alasan Cina untuk tidak memperpanjang mandat pasukan perdamaian adalah hubungan diplomatik baru Makedonia dengan Taiwan. Kesatuan militer internasional di Makedonia berjumlah 1.100 orang yang dibentuk tujuh tahun lalu, untuk mencegah negeri itu terseret kedalam perang saudara di Bosnia. * PENGUNGSIAN WISATAWAN DI AUSTRIA DILANJUTKAN. Di kawasan olahraga ski Galtur, Austria, yang dilanda tiga salju longsor hebat, pengungsian para wisatawan dan penduduk dilanjutkan. Kamis kemarin, ribuan orang berhasil diungsikan dari kawasan bencana. Dalam operasi pertolongan itu dikerahkan sekitar 30 pesawat helikopter. Jumlah korban tewas akibat salju longsor di Galtur dan sekitarnya mencapai 37 jiwa, di antaranya enam warga Belanda. Sedang seorang masih dinyatakan hilang. -- Juga di Perancis dan Alpen Swis puluhan jiwa tewas akibat salju longsor dalam hari-hari belakangan. Menurut otorita setempat, di banyak tempat bahaya salju longsor sudah berkurang, akibat membaiknya keadaan cuaca. Diharapkan akhir pekan ini kebanyakan jalur-jalur lalulintas sudah bisa dibuka kembali. Di provinsi Wallis, Swis, ribuan wisatawan masih tertahan. * PASUKAN SERBIA BERGERAK DI SEPANJANG PERBATASAN DENGAN KOSOVO Pasukan Serbia bergerak di sepanjang perbatasan Kosovo. Menurut Amerika Serikat jumlah pasukan sebesar 4.500 orang, 60 tank dan persenjataan berat. Seorang pejabat tinggi Pentagon, kembali mengancam Beograd dengan serangan udara NATO, kalau manuver militer Yugoslavia itu menjadi serangan. Sebelumnya, Sekertaris Jenderal NATO, Javier Solana memperingatkan pemerintah Serbia agar tidak memulai serangan di Kosovo. Menurut Solana, tindakan Serbia itu 'merusak perdamaian di Yugoslavia'. Di Kosovo Utara Kamis kemarin berkobar lagi pertempuran, tetapi tidak dalam skala besar. * PERTEMUAN PUNCAK TIDAK RESMI UNI EROPA DIBUKA DI BONN Di sebuah hotel di Bonn, Jerman, para pemimpin pemerintahan Uni Eropa bersidang dalam pertemuan puncak tidak resmi yang berlangsung sehari. Diduga butir masalah terpenting pertemuan itu adalah apa yang dinamakan Agenda 2000, yakni rencana untuk perubahan pengeluaran dan subsidi. Tentang Agenda 2000 tersebut, terjadi perbedaan pendapat berat di antara para anggotanya. Kamis kemarin, para menteri pertanian Uni Eropa bersidang di Brussel membahas masalah itu, tetapi tidak berhasil dicapai kesepakatan. Usul kompromi Jerman untuk membatasi produksi susu dan premi bagi pembantaian anak sapi, ditentang keras Perancis. Para Menteri itu akan melanjutkan pertemuan Selasa pekan depan. Sedang bulan depan di Berlin, para pemimpin pemerintahan itu harus mengambil keputusan terakhir tentang Agenda 2000 itu. * DUANE YUGOSLAVIA MENGHALANGI PENGAMAT INTERNASIONAL OSCE MEMASUKI KOSOVO Duane Yugoslavia tidak mengijinkan dua pengamat internasional OSCE masuk Kosovo. Konvoi Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa itu Kamis malam kemarin sedang dalam perjalanan dari Makedonia ke provinsi Serbia itu. Pihak otorita Yugoslavia hendak menggeledah kendaraan-kendaraan tersebut terlebih dulu, tetapi menurut perjanjian internasional hal semacam itu tidak bisa dibenarkan. Kamis malam pasukan Serbia bergerak sepanjang perbatasan Kosovo. Menurut Amerika Serikat jumlah mereka sebesar 4.500 orang, dengan 60 tank dan persenjataan berat. Seorang pejabat tinggi Pentagon kembali mengancam Beograd dengan serangan NATO, kalau angkatan bersenjata Yugoslavia itu melakukan serangan. * KENAPA PARTAI-PARTAI KECIL MERASA DIHINA TIM 11? INTRO: Tim 11 menghina partai kecil karena kantornya di bengkel. Padahal pada tahun 1971 Golkar menempati kantor intel Opsus dan kantor-kantor Koramil. Menurut seorang pengamat, pemilu nanti bakal berdarah karena partai-partai yang tidak mendapat uang dari Soeharto akan bertengkar dengan partai-partai besar yang menerima uang dari Soeharto yang kini disahkan oleh Tim 11. Memang, Tim 11 nampak lebih mementingkan penampilan sebuah partai, dengan kantor megah dsb, ketimbang pendukung partai itu. Laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Anggota Tim 11 Panitia Pembentukan Komiter Pemilihan Umum Mulyana W Kusumah di Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa dari 116 parpol yang terdaftar di Departemen Kehakiman, hanya sekitar 40 sampai 50 parpol yang layak ikut pemilu Juni mandatang. Dikatakannya, untuk Sulawesi Utara dari hasil pemantauannya, yang memenuhi syarat hanyalah PDI perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan dan Persatuan dan Partai Bulan Bintang. Sedang di Sulawesi Tengah Partai Serikat Islam Indonesia, PDI perjuangan, Partai Cinta Damai, Partai Bulan Bintang dan Partai Kebangkitan Bangsa. Berdasarkan verikasi aktual dan administrasi, maka partai-partai politik baru itu memenuhi syarat menjadi peserta pemilu untuk tingkat provinsi. Demikian Mulyana yang merupakan salah satu dari lima orang yang dimasukkan penasehat Habibie, Hariman Siregar, di dalam Tim 11. Tim 11 santer disebut-sebut sebagai embrio kabinet baru Habibie. Anggota Tim 11 lainnya, Adi Andoyo menyatakan di Semarang, persiapan partai-partai politik baru itu cukup beraneka-ragam. Ada partai yang terdaftar tapi tidak punya kantor dan tanpa papan nama. Malah ada juga partai yang berkantor di bengkel sepeda motor, kata Andoyo, seusai melakukan pertemuan verikasi dengan delapan parpol baru di Semarang. Mantan Hakim Agung itu menyatakan, tugas Tim 11 hanyalah merekomendasi hasil temuannya, dan melaporkannya kepada Mendagri selaku Ketua LPU. Selanjutnya terserah Mendagri, jika terdapat parpol yang tidak memiliki kantor dan disebutkan fiktif. Lalu terhadap parpol yang berkantor di bengkel motorpun harus dilaporkan apa adanya, kata Andoyo. Sehubungan dengan itu, seorang anggota DPD Partai Murba dengan nada kesal menyatakan; anggota-anggota Tim 11 seperti Andoyo dan Mulyana lupa pada awal Orde Baru, Golkarpun tidak punya papan nama, tidak punya kantor, kecuali di Tanah Abang, di kantor Opsus. Pada tahun 1971, ketika Mulyana masih aktif di organisasi pelajar, dan Adi Andoyo belum masuk Golkar, semua kantor Golkar numpang di Kodim, Koramil dan sekolah- sekolah Katolik. Waktu itu disebut sebagai kantor-kantor Bapilu Golkar. Sedangkan saat itu Partai Murba yang sudah ada sejak awal-awal tahun- tahun proklamasi, karena tokoh-tokoh partai itu yang menculik Soekarno- Hatta supaya Republik diproklamirkan, sudah punya kantor-kantor partai. Tetapi kantor-kantor partai yang sudah ada sebelum Golkar dicetuskan lalu diambil alih dengan pelbagai alasan, kemudian dijual oleh oknum- oknum partai yang masuk Golkar, atau disita pihak militer dengan alasan bahwa anggota-anggotanya adalah simpatisan Komunis. Kantor-kantor partai banyak yang dilepas karena partai-partainya sudah difusi atau dilarang. Banyak anggota pengurus partai di tingkat Kabupaten dan Kecamatan yang diancam atau dipenjarakan dengan tuduhan Komunis. Seperti yang terjadi di Sulawesi Utara, di mana anggota-anggota Murba maupun Partindo dituduh Komunis, hanya agar Golkar bisa memenangkan pemilu tahun 1971. Sekarang ini partai-partai yang diverivikasi oleh Adi Andojo maupun Mulyana, yang konon adalah pembela rakyat kecil itu, umumnya adalah partai-partai yang dibeayai Golkar atau keluarga Suharto, katanya. Memang, tambah tinggi kedudukan kita, apalagi kalau sudah sering jalan-jalan ke provinsi terpencil dengan beaya rakyat, dan disambut sebagai pemimpin, orang itu mudah lupa bagaimana rakyat kecil memperjuangkan demokrasi, meski harus berkantor di bengkel, kata seorang pengamat. Seorang lain yang juga kecewa dengan Tim-11 menyatakan, percuma saja kita ikut pemilu, lagi pula kalau kita melihat kerusuhan-kerusuhan yang terus meningkat di Maluku, Kalimantan Barat dan daerah-daerah lain, tampaknya pemilu yang akan datang akan berdarah. Yang juga menjadi pertanyaan; kalau pemilu berhasil bagaimana nanti hasilnya. Kalaupun berhasil, jelas tidak akan menciptakan situasi atau sistem yang stabil. Pemilu tersebut tidak akan punya legitimasi. Dan partai-partai yang tergusur oleh Tim 11 akan mengatakan; pemilu itu tidak jurdil. Yang ikut pemilu tetapi kalah, akan mengatakan; pemilunya curang. Sulit bagi salah satu kontestan merebut mayoritas suara yang dibutuhkan, maka partai itu terpaksa berkoalisi. Tetapi berkoalisi itupun juga tidak gampang. Kalau Gus Dur dan Mega benar-benar memperoleh 55 persen suara, apakah di MPR nanti anggota-anggotanya tetap kompak. Apakah semua anggota terpilih PKB, misalnya, mau benar-benar mengikuti keinginan Gus Dur dalam melakukan voting, tanyanya. Koalisi PDI Perjuangan dan PKB itu hanyalah ilusi belaka, tambahnya. Pemilu dan pasca pemilu akan tetap kacau, apalagi kalau tetap dilaksanakan oleh Habibie, ujarnya pesimis. Habibie pasti akan bermain dalam penentuan utusan golongan dan utusan daerah. Untuk wakil alim-ulama pasti Ali Yafie yang akan ditunjuk. Jadi pasti orang Golkar semua yang akan masuk dalam katagori tiga non. Sementara itu puluhan ribu mahasiswapun tersedot untuk mengawasi pemilu, sehingga mereka lupa memperjuangkan reformasi total, karena sibuk memenangkan partai orang tua mereka masing-masing. Mengawasi jalannya pemilu sekarang ini menjadi bisnis menarik. Milyaran rupiah dikucurkan negara-negara Barat, bahkan kantor-kantor dan hotel mewah tiba-tiba menjadi markas organisasi-organisasi pemantau pemilu. Untuk menyewa kantor saja ada yang harus membayar 120 juta rupiah pertahun, di suatu hotel mewah. Jadi bukan hanya Tim-11 yang akan sibuk jalan-jalan ke daerah, keluar-masuk hotel, tetapi juga para organisator pemantau pemilunya Habibie, pada jaman Orde Baru Baru atau Orbaba ini, kata seorang pegamat lain. Maka tidaklah mengherankan, kalau Tim 11 meremehkan partai-partai kecil, yang berkantor di bengkel. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 16:41:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
