---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 07/II/25 Februari-3 Maret 99 ------------------------------ CARA PERTAMINA SELAMATKAN SOEHARTO (EKONOMI): Dengan dalih pengambilalihan saham, Pertamina sebenarnya malah menolong bisnis keluarga Cendana. Apalagi penguasaan saham didominasi oleh Tommy dan Nusamba. Direktur Pertamina, Martiono Hadianto memang cemerlang. Dalam waktu singkat saja, ia berhasil mengambilalih dua perusahaan besar milik keluarga Cendana, yang selama ini jadi parasit di perusahaan minyak milik negara itu. Pertama-tama, Martiono memperbarui kontrak pertanggungan Pertamina dengan perusahaan asuransi milik yang 35 persen sahamnya dikuasai PT Nusamba, yakni PT Tugu Pratama Indonesia. Kendati Nusamba, grup bisnis yang sahamnya dimiliki tiga yayasan Soeharto, hanya memiliki 35 persen, namun asuransi Tugu Pratama benar-benar dikuasai Nusamba, Pertamina, yang memiliki 65 persen saham Tugu Pratama hanya setor uang saja dan tiap tahun harus membayar polis yang besarnya di atas nilai aset yang dimiliki. Orang protes, karena Tugu Pratama dikuasai Soeharto, yang menempatkan Bob Hasan, orang kepercayaan mantan presiden itu sejak lama. Namun, Martiono punya jawaban, saham Nusamba sebesar 35 persen di Tugu Pratama akan dibeli Pertamina. Kelihatannya memang bijak, namun pembelian saham itu justru akan menyuntikkan segar ke kantung keluarga Cendana. Jelas, semua perusahaan keluarga Soeharto di Indonesia tak akan tahan lama karena tak lagi dapat proyek dan fasilitas. Kalau dijual, siapa yang mau beli? Di samping lagi krisis ekonomi, orang lagi alergi terhadap hal-hal yang berbau Soeharto dan keluarganya. Jelas, uluran tangan Pertamina ini menguntungkan. Nusamba sendiri setuju melepas sahamnya, begitupun Bob Hasan dan Sigit Hardjojudanto yang memiliki saham pribadi di Tugu Pratama. Bob dan Sigit tentu saja girang, karena akan punya dana tunai. Saat ini dana tunai bagi keluarga Soeharto amat penting karena bisa disimpan di luar negeri, sebagai cadangan jika kelak harus mengungsi. Nah, selesai dengan Tugu Pratama, baru-baru ini, Pertamina juga membeli saham-saham milik Nusamba dan Tommy Soeharto di PT Perta Oil Marketing. Perta selama ini memonopoli pengangkutan dan jual beli minyak Pertamina ke luar dan ke dalam negeri. Perta, sebenarnya tinggal menunggu kebangkrutan saja setelah dikategorikan sebagai perusahaan berbau KKN dan harus diceraikan dari Pertamina. Lha, pembelian saham Tommy dan Nusamba, lagi-lagi jadi menguntungkan keluarga Cendana. Barang yang sebenarnya sudah tak laku lagi, justru dihargai sangat tinggi. Tommy dan Nusamba masing-masing memiliki 25 persen saham di Perta. Sisanya, 50 persen dimiliki Pertamina (30 persen) dan Yayasan Dana Pensiun Pertamina (20 persen). Tommy dan Nusamba, selayaknya berterimakasih pada Martiono. Setidaknya, ratusan miliar rupiah, bahkan mungkin triliunan, segera masuk rekening keluarga Cendana. Memang, yang diuntungkan bukan hanya keluarga Cendana, namun juga Pertamina. Tentu saja, Pertamina dan Yaysan Dana Pensiun Pertamina yang punya saham cukup besar di kedua perusahaan itu, tak mau kehilangan usahanya. Bukankah di Tugu Pratama, Pertamina punya 65 persen dan di Perta Oil punya 30 persen dan bahkan Yayasan Dana Pensiunnya punya 20 persen. Nah, kalau perusahaan-perusahaan itu dicerai dari Pertamina, yang rugi juga Pertamina. Martiono memang cerdik. Namun kecerdikannya sekaligus juga menyelamatkan keluarga Cendana. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 16:57:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
