----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 07/II/25 Februari-3 Maret 99
------------------------------

HABIBIE MAJU, REFORMASI MANDEG

(POLITIK): Golkar calonkan Habibie jadi presiden lagi. Bila partai-partai
reformis tak bersatu, Orde Baru Jilid Dua akan kembali berkuasa. Apalagi
pemilu mendatang akan diwarnai money politics.

Sinyalemen itu akhirnya terbukti. BJ Habibie, Presiden Transisional itu, tak
hanya ingin berkuasa setahun. Belajar dari mentornya, yang tak lain dari
Soeharto, ia ingin berkuasa lebih lama. Ketua Umum Golkar, Akbar Tanjung,
telah mengajukan nama Habibie sebagai calon presiden dari Partai Beringin
itu. Pernyataan Akbar didukung oleh Theo Sambuaga, salah seorang Ketua
Golkar. Kemungkinan besar, Habibie akan duet dengan Wiranto sebagai calon
wapres.

Duet Habibie-Wiranto, boleh jadi akan merupakan ancaman bagi berlangsungnya
reformasi. Sebab, dua tokoh itulah figur yang kasat mata menjadi penyambung
Orde Baru. Habibie dan Wiranto, misalnya, seperti sepakat untuk tidak
mengadili bekas Presiden Soeharto. Kedekatan mereka dengan Orde Baru,
menjadi tali yang mengikat mereka menghadapi tuntutan perubahan. Bila mereka
berkuasa, bisa dipastikan suara yang menginginkan perubahan akan tersingkir.
Masa depan reformasi, gelap adanya.

Kemungkinan baliknya Orde Baru setelah pemilu 7 Juni nanti, dikemukakan
antara lain oleh Amien Rais, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
"Kekuatan reformasi harus bersatu. Untuk mencegah kembalinya Orde Baru,"
tutur Amien.

Menurut Ketua Umum PAN itu, peluang Habibie untuk jadi presiden lagi bukan
tak ada. Sebab, dengan posisinya sekarang, Habibie mempunyai keunggulan
dibanding calon-calon lain. Misalnya, Habibie mengendalikan dana negara yang
sangat besar, dan bisa digunakan untuk membeli dukungan. Selain itu, Habibie
juga bisa mengangkat namanya dengan kebijakan publik yang populis.

"Biasanya presiden yang berkuasa punya posisi lebih baik dibanding
penantangnya," kata seorang pengamat politik.

Kalkulasi Amien Rais, juga didasarkan pada peran sentral Komisi Pemilihan
Umum (KPU), yang akan memilih 65 orang wakil Utusan Golongan. Dengan
tambahan kursi gratis ABRI 38, maka Habibie sudah mengantongi 103 kursi di
MPR. Belum lagi, bila Utusan Daerah yang diambil 5 orang dari tiap propinsi,
bisa dibeli, maka Golkar akan menguasai sedikitnya 238 kursi. Bila dalam
pemilu, Golkar meraih 20% saja (sekitar 92 kursi), sudah cukup untuk meraih
dukungan mayoritas di MPR. Artinya, jalan Habibie ke kursi presiden bisa
makin mulus.

Tetapi, hitung-hitungan Amien Rais itu tak sepenuhnya benar. Asumsi 135
anggota MPR dari Utusan Daerah akan mendukung Habibie, tidaklah tepat.
Utusan Daerah itu, akan dipilih oleh DPRD I hasil pemilu 7 Juni. Dengan
begitu, bisa dibayangkan, anggota DPRD I di tiap propinsi akan beragam.
Mereka tak hanya dari Golkar, tetapi juga dari PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan
banyak partai lain. Sulit dibayangkan bahwa anggota DPRD I itu akan memilih
orang-orang yang bisa dibeli suaranya untuk  mendukung Habibie.

"Besar kemungkinan, calon Utusan Daerah itu akan berasal dari partai-partai
lain seperti PDI Perjuangan, PKB dan PAN," ujar seorang pengamat politik.

Meski begitu, peluang Habibie jadi presiden akan lebih besar, bila
partai-partai reformis tetap bersikukuh mengajukan calon-calon mereka
sendiri. Saat ini, PAN telah menngajukan nama Amien Rais sebagai calon
presiden, PKB mengangkat nama Abdurrahman Wahid, dan PDI Perjuangan
mencalonkan Megawati Soekarnoputri. Bila konstelasi ini tak berubah, maka
akan ada empat calon presiden.

Artinya, di atas kertas, seorang calon presiden hanya membutuhkan dukungan
175 suara anggota MPR. Dengan suara yang sudah dikantong (ABRI 38 dan Utusan
Golongan 65), Habibie punya peluang besar untuk melampaui angka 175.

Karena itu, soalnya kini terpulang pada Mega, Gus Dur dan Amien Rais. Apakah
mereka bisa berkompromi untuk mencari satu calon presiden, atau ngotot ingin
jadi presiden sendiri. Bila mereka berhasil merundingkan soal ini dan
mendukung satu calon, maka peluang Habibie akan pupus. Tapi, kalau tiga
tokoh itu berseteru, maka Habibie akan melenggang jadi presiden lagi. Dan,
tamatlah riwayat reformasi. (*)

------------------------------
PRD LOLOS

Panitia Pendaftaran Partai Politik Departemen Kehakiman (P-4 Depkeh) sempat
menunda pengesahan Partai Rakyat Demokratik (PRD), Selasa (23/2) lantaran
asas  partai ini "demokratik kerakyatan", dan "progresif revolusioner".
Departemwn Kehakiman menganggap asas itu "kekiri-kirian" dan berbau Orde
Lama (maksudnya Orde Soekarno). Nasib serupa juga dialami Partai Indonesia
(Partindo) yang juga mencantumkan istilah "New Emerging Forces" (Nefo) dalam
AD/ART-nya.

Akhirnya PRD lolos seleksi, dan kini menunggu giliran diaudit oleh Tim 11.
Lolosnya PRD, apakah Budiman Sujatmiko juga akan dibebaskan dari penjara? (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Feb 1999 jam 17:23:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke