---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Budaya saling Percaya: Masihkah diperlukan ? Budaya saling percaya, saling hormat dan menghormati serta saling menghargai satu sama lain sesama warga masyarakat atau warga negara adalah suatu tatanan nilai etika yang selama ini kita kenal sebagai perangkat nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Akan tetapi ketika era reformasi bergulir dan menggulirkan pula fenomena kekerasan, saling fitnah dan menghujat, caci maki dan kecurigaan, serta sikap tidak saling percaya, maka norma dan etika serta perangkat nilai budaya tersebut seolah musnah ditelan badai reformasi. Pada sisi lain dengan merebaknya budaya kekerasan dalam hidup keseharian, telah menimbulkan ketakutan dan kecemasan hidup segenap rakyat yang lambat laun akan melahirkan suatu situasi yang serba tak menentu dan pada akhirnya meledak menjadi gerakan revolusi sosial. Kondisi inilah yang sangat ditakutkan dan tentu tidak diharapkan terjadi oleh seluruh bangsa Indonesia. Kemana menghilangnya budaya bangsa yang luhur dengan seperangkat nilai etika dan norma-norma yang positif itu ?, mengapa sedemikian cepatnya Ia menghilang hanya karena hantaman badai reformasi ? Sikap sabar dan berbesar hati penuh toleransi rupanya perlu dibangun kembali dalam diri dan sanubari setiap anak bangsa yang lagi sakit ini untuk menjawab semua pertanyaan di atas. Beri waktu dan kepercayaan pihak mana saja yang berniat untuk mengatasi krisis ekonomi dan politik nasional, agar dapat secara nyata menunjukkan hasil kerjanya untuk kemudian kita nilai bersama benar tidaknya niat itu. Menilai sesuatu rencana dan pekerjaan sebelum pekerjaan itu sendiri dilakukan adalah perbuatan yang tidak logis dan tidak bijak, yang bahkan menimbulkan tanda tanya bahwa sebenarnya penilaian itu hanya bertumpu pada rasa tidak suka, iri hati dan dengki semata, bukan atas dasar koreksi membangun demi kebaikan bersama. Cukup banyak nasehat dan petuah para pemikir dan pemimpin yang lahir sebagai refleksi keprihatinan atas situasi dan kondisi nasional saat ini, tapi tak menggigit sampai ke lubuk hati untuk dilaksanakan oleh semua pihak dan hanya menjadi penghias bibir semata karena kita tak lagi membudayakan rasa saling percaya terhadap sesama. Karena itu membangun suasana kondusif yang penuh damai hanya mungkin jika mulai sekarang kita membangun komitmen sejati yang tulus untuk kembali melakukan warisan nenek moyang bangsa Indonesia agar saling percaya dan saling menghargai serta saling hormat dalam hidup keseharian. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:00:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
