---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- WIRANTO vs HABIBIE Setidak - tidaknya dalam bulan Pebruari 1999 yang lalu ada 2 (dua) hal yang sangat kontroversial sehubungan dengan pernyataan Presiden Habibie baru2 ini yang kemudian secara langsung atau tidak langsung dibantah oleh Wiranto. Barangkali sebagian masarakat tidak memperhatikan karena tertutup oleh masalah2 besar yang lain. Saya mengemukakan ini hanya untuk mengingatkan kita semua bahwa Habibie adalah tetap Presiden dan perlu pula didukung oleh para menterinya.Mengoreksi pimpinan kita tidak perlu didepan umum,sehingga terkesan adanya hubungan yang tidak harmonis. Kedua hal tsb adalah sbb: 1 . KONSENTRASI PASUKAN ABRI Didalam pernyataannya didepan wartawan asing Presiden Habibie mengatakan bahwa pada tanggal 21 Mei 1998 terjadi konsentari pasukan disekitar kediaman Habibie di Patra Kuningan. Konsentrasi pasukan ini menurut Habibie dibawah pimpinan Let. Jend. Prabowo Subianto. Tujuan konsentrasi pasukan ini menurut Habibie (kira2 pengertiannya) mempunyai tujuan untuk melakukan Kudeta terhadap dirinya yang baru saja menjabat sebagai Presiden R I menggantikan Pak Harto. Dan seterusnya .dan seterusnya. Pernyataan Presiden ini dibantah sendiri oleh Prabowo melalui faximile dari Amman yang dibacakan oleh teman2 dekat Prabowo.Prabowo mengatakan bahwa konsentrasi ini tidak bertujuan untukmelakukan kudeta. Jenderal Wiranto juga mengatakan bahwa konsentrasi pasukan tsb adalah sepengetahuan Pangab dan dibawah komando langsung Pangdam Jaya.Dan bukan hanya disekitar tempat kediaman Habibie dan keluarganya tetapi disetiap titik rawan di Jakarta. Konsentrasi pasukan ini bukan di maksudkan untuk melakukan "kudeta", tetapi semata - mata untuk pengamanan Pemerintah yang sah. Menurut Wiranto ABRI sama sekali tidak berniat untuk melakukan kudeta.Hal ini di amini oleh para petinggi ABRI lainnya, termasuk kepala penerangan ABRI. Pernyataan Wiranto baik lansung maupun secara tidak langsung membenarkan faximile Prabowo dan di lain fihak membantah pernyataan Presiden sebagai Panglima tertinngi. Masarakat lalu bertanya - tanya sbb : 7 Wiranto sebagai Pangab apakah "pernah atau tidak pernah" melaporkan tujuan konsentrasi pasukan yang terjadi kepada Presiden sebagai PANTI ABRI pada waktu itu. 7 Kenapa Presiden dan keluarganya mengungsi Ke Istana dan atas saran siapa . 7 Apakah permainan "sandiwara" Habibie dan Wiranto untuk saling berbantah. Pertanyaan2 tsb diatas akan terjawab dengan perjalanan waktu. Dengan pernyataan Presiden sebagai PANTI ABRI dan kemudian dibantah oleh PANGAB dalam kasus Prabowo ini masarakat memperkirakan ada sesuatu kesalah fahaman antara PANTI dan PANGAB. Atau dapat disimpulkan bahwa PANGTI tidak pernah menerima laporan yang sebenarnya dari Pangab sebagai bawahannya. Dinegara yang demokratis seperti Amerika sekalipun Pangab tidak pernah membantah apa yang di ucapkan oleh Presidennya menyangkut hal2 seperti tsb diatas. 2. PENYADAPAN TELPON HABIBIE - GHALIB Didalam suatu sidang Kabinet Habibie telah menginstruksikan kepada Menhankam / Pangab untuk menyelidiki kasus penyadapan ini secara tuntas.Dan ini telah dan sedang dilaksanakan oleh kepolisian. Ini berarti Habibie secara tidak langsung mengakui bahwa ada pembicaraan telpon antara Presiden dan Ghalib. Tetapi Habibie sendiri "barangkali" belum tau betul apa isi pembicaraan yang dihebohkan. Pada dengar pendapat dengan DPR beberapa waktu yang lalu Wiranto seperti "mengejek".Kira2 dia berkata yang pengertiannya sbb: Andi Ghalib kata Wiranto membantah. Wiranto "seperti mengejek bahwa Habibie berbicara sendirian". Anggota DPR tertawa GEEEEER mendengar ucapan Wiranto tsb. Dari dua kontroversi Habibie /Wiranto tsb ada kesan di masarakat bahwa akhir2 ini ada sedikit ketidak harmonisan antara Wiranto dan Habibie. Wiranto sebagai Pangab "barangkali" tidak memberikan masukan yang benar kepada Habibie sehingga terjadi ketidak saling pengertian sehingga Habibie salah ucap atau Habibie mendengar dari sumber yang lain atau Wiranto ingin agar Habibie selalu salah ucap. Kalau hubungan Panti dan Pangab tidak Harmonis dikuatirkan pelaksanaan komando tidak sesuai yang di kehendaki Presiden dan rakyat. Ini sekedar imfo, mudah2an saya salah mengerti. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 08:59:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
