----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


DI TIMTIM TEROR DAN ITIMIDASI KIAN SANTER

        DILI (MateBEAN, 9/3/99), Kabar akan hadirnya pasukan perdamain di
Timor Timur selain memberi harapan bagi para pencinta damai, ternyata juga
membuat rasa keputus-asaan di kalangan para pencinta Integrasi kian
memuncak. Kelompok-kelompok sipil yang dipersenjatai ABRI, seperti Mahidin,
Gadapakasi dan Halilintar, belakangan makin giat melakukan teror dan
intimidasi terhadap masyarakat sipil di Dili dan sebagian besar daerah
pedalaman Timor Timur.

        Sumber di Dili menyatakan bahwa di kampung Hudi-Laran, Dili Timur para
pemuda dari kelompok Gadapaksi menyerbu dan mengobrak-abrik rumah camat
Hatu-Lia, Jacob Fernandes. Sementara di Lahane Timur, kelompok Mahidin
mengepung rumah penduduk sipil di daerah itu. Diantara penduduk sipil yang
rumahnya dikepung Mahidin adalah Aleixo dan Filipe Alves.

        Sebaliknya di Bidau Santana, para pemuda pro-kemerdekaan berhasil
menemukan dua granat, satu bom molotov dan sebuah radio handy talky (HT) di
tempat seorang pemuda dari kelompok Mahidin yang belum diketahui
identitiasnya. Dari kabupaten Ermera dilaporkan bahwa masyarakat setempat
berhasil menahan 11 orang anggota Besi Merah Putih (BMP) dan melucuti
sepucuk senjata merk AR-15. Senjata hasil rampasan itu, akhirnya diserahkan
pada unit Falintil yang menguasai wilayah itu.

        Selain sejumlah tindakan intimidatif yang makin membabi-buta, kelompok
pro-integrasi makin santer menyebarkan berbagai isu yang bersifat meneror.
Masyarakat kota Dili makin resah dengan isu-isu tersebut. Karena selain
menyebarkan isu, mereka juga mengancam akan membunuh atau menyerbu orang atau
daerah tertentu yang dihuni para kader aktivis pro-kemerdekaan dan
pemimpin-pemimpin CNRT.

        Sementara itu, di berbagai kota di Indonesia, mahasiswa Timor Timur
mulai menerima ancamam dari kalangan tertentu di wilayah daerah setempat. Di
Kediri, Bali, Malang, Madiun, Cirebon dan Bandung mulai mendapat berbagai jenis
ancaman, mulai dari telepon gelap sampai surat kaleng. Bahkan, di Cirebon sempat
terjadi bentrokan fisik antara pemuda Indonesia setempat dengan  mahasiswa Timor
Timur. Dalam surat kaleng yang diterima para mahasiswa Timor Timur disertai juga
diberi batasan waktu sampai 10 Maret sebagai batas waktu terakhir untuk segera
meninggalkan Kediri.

        Belum diperoleh kabar sejauh mana keseriusan ancaman tersebut, namun
kepanikan para mahasiswa Timor Timur di kota-kota tersebut semakin bertambah.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 1999 jam 13:31:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke