----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk



MERDEKA, SIAPA TAKUT?

        Yogyakarta (TALITAKUM, 2/3/99), Sesudah munculnya opsi kedua dari
pemerintah Indonesia untuk "melepas" Timor Timur, banyak muncul
pendapat miring yang meragukan kemampuan Timor Timur untuk berdiri
sendiri, sebagai negara. Tidak sedikit pula yang muncul dengan
konsep-konsep historis untuk membenarkan kekuatiran mereka akan
terjadinya perang saudara, karena masyarakat Timor Timur, menurut
mereka, tidak bisa bersatu.

        Dengan gambaran historis yang a-historis seolah-olah masyarakat
Timor Timur, sebagai sebuah bangsa, eksis persamaan dengan penjajahan,
yaitu sekitar 500 tahun silam. Padahal, mereka lupa bahwa, sebagai
bangsa yang berbudaya, Timor Timur sudah eksis sebelum kaum penjajah
portugis menginjakkan kakinya di Timor Timur. Bahkan, jauh sebelum
James Cook melabuhkan kapalnya di salah satu pantai benua Kanguru, yang
kemudian dikenal dengan nama, Australia. Apalagi, mau dikomparasikan
dengan Indonesia yang baru terbentuk setengah abad yang lalu.

    Perdana Menteri Australia, John Howard, sebelum bertemu dengan
Presiden RI, BJ Habibie, mengungkapkan kekuatirannya bahwa Australia
tidak ingin menanggung beban secara ekonomis, bila Timor Timur berdiri
sendiri. Howard menganggap Timor Timur tidak layak secara ekonomi.
Karena itu, menurutnya otonomi luas adalah pilihan terbaik bagi rakyat
Timor Timur. Howard berbicara seakan-akan, melupakan betapa giatnya
para pekerja tambang Australia  memasang pipa di bawah laut untuk
menghisap minyak dari dasar laut Celah Timor (Timor Gap) menuju Darwin.

     Polemik tentang mampu tidaknya Timor Timur secara ekonomis ini
hingga kini belum reda. Aktivis mahasiwa Timor Timur, Joaquim Fonseca
dalam acara visi yang ditayangkan TVRI stasiun Yogya tanggal 14 malam,
menepis semua pendapat minor tersebut. Menurut mahasiswa Kehutanan UGM
ini, jika rakyat Timor Timur diharap untuk menjadikan Dili sebagai Hong
Kong, Singapura atau Jakarta maka jelas belum mampu. Tapi untuk
mengusahakan agar semua orang memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan
cukup sandang, pangang, kesehatan dan pendidikan maka kesiapan rakyat
Timor Timur sudah cukup memadai. Justru, kehadiran ABRI di Timor Timur
selama 23 tahun lebih itulah yang membuat rakyat Timor Timur semakin
miskin. Karena sejak 7 Desember 1975, ekonomi rakyat Timor Timur
dilumpuhkan secara total. Dan rakyat Timor Timur harus dimulai dari
nol. Pendapat yang didukung oleh mantan gubernur Timor Timur, Mario
Viegas Carrascalao. Menurut Carrascalao, sejak saat itu, mata uang
escudo (mata uang portugis-red.) tidak berlaku secara mendadak.
Pemerintah Indonesia waktu itu tidak memberlakukan suatu kebijakan
ekonomi yang bisa membantu rakyat untuk jatuh miskin. Akibatnya, hanya
para pegawai dan pejabat pemerintah yang hidup enak, sementara rakyat
dibiarkan miskin sendirian. Namun, Carrascalao menegaskan bahwa, jika
pemerintah Indonesia benar-benar mau melepaskan Timor Timur, rakyat
Timor Timur akan mampu membangun kembali ekonominya, sekalipun harus
dimulai dari nol. Karena rakyat Timor Timur sudah punya pengalaman dalam
hal ini. Dan kebijakan land reform menjadi salah satu upaya Carrascalao
untuk menyejahterakan rakyat.

    Jadi tidak perlu terlalu kuatir terhadap pendapat-pendapat miring
sebagian kalangan elite politik Indonesia itu. Sejarah juga
memperlihatkan bahwa bangsa Timor Timur sebelum kedatangan penjajah 450
tahun silam, tak pernah disuapi oleh Australia yang baru eksis 200
tahun itu. Apalagi oleh Indonesia yang baru berdiri 53 tahun lalu. So,
MERDEKA, siapa takut?***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 1999 jam 13:41:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke