----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


KAOS DAN BENDERA GOLKAR BERSERAKAN DI JALANAN

        JAKARTA (SiaR, 9/3/99), Sejumlah kaos dan bendera bertanda Partai Golkar
pimpinan Akbar Tandjung berserakan di jalanan seputar Senayan. Barang-barang
tersebut dibuang oleh para pemakainya. Bahkan beberapa bus pengangkut massa
sengaja dipasangi rangkaian kaos ataupun bendera. Pemandangan ini bisa
dilihat sesaat setelah Golkar beraksi menebar uang untuk menghadirkan orang
dalam deklarasinya di Senayan, Minggu (7/3) lalu.

        SiaR yang datang di Senayan menemukan beberapa peserta acara deklarasi itu
mengatakan bahwa kehadirannya di Senayan karena ditawari imbalan uang oleh
sejumlah perekrut. Menurut cerita mereka, pada Minggu (7/3) pagi hari,
sejumlah kader Golkar terjun di kampung-kampung dan mengajak siapa saja yang
mau ikut deklarasi. Petugas itu menjanjikan akan memberikan imbalan yang
akan dibagikan setelah acara selesai. Mereka juga telah menyediakan bus
angkutan, kaos, ikat kepala dan disediakan pula ikat kepala.

        "Jaman lagi susah begini, siapa sih yang tidak mau dikasih uang hanya untuk
menghadiri acara seperti itu. Prinsip kami, uang boleh dikasih tapi soal
pilihan kan rahasia," kata Rusdi, sopir taksi yang kebetulan ketika
deklarasi Partai Golkar mendapat jatah trayek malam hari.

        Sumber lain juga menyebutkan bahwa cara lain untuk menjaring pengikut,
ternyata para kader Golkar itu membawa bus angkutannya berkeliling ke
perkampungan, terutama daerah-daerah kumuh. Para kader itu menjajakan
tawarannya bak seorang kernet bus yang menawarkan kepada calon penumpang.

        "Ayo yang mau Rp 15 ribu, ikut kami," tutur sumber ini menirukan tawaran
kader Golkar tersebut.

        Selain itu, ternyata Golkar juga masih memakai kekuatannya menekan para
pegawai negeri dan pegawai BUMN. "Jika dulu ada tekanan langsung dari
organisasi, sekarang mereka memakai tekanan psikologis dan iming-iming
uang," kata sumber SiaR.

        Kasus ini terjadi di PT  Pelindo II Tanjung Priok seperti dilansir Kompas
Minggu (7/3). Sekitar 6 ribu karyawan BUMN itu  dipaksa untuk menghadiri
deklarasi Golkar. Mereka juga mengaku diiming-imingi imbalan Rp 100 ribu
serta makan. Instruksi tersebut, katanya berasal dari  Menteri Negera
Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng kepada direktur Pelindo II.

        Cara kotor Golkar untuk menarik massa juga dilakukan dengan menjual
nama-nama artis beken. Beberapa artis merasa risih dengan iklan yang
dipasang oleh Golkar di sejumlah media massa mengenai rencana kehadiran para
artis dalam acara deklarasi. Salah satu artis yang dongkol adalah Yana Julio
(37). Penyanyi Elfa's Singers itu merasa dicatut namanya oleh Partai Golkar
lantaran publikasi Golkar tentang kehadirannya dalam acara itu  tidak
sepengetahunnya.

        "Boro-boro pernah dihubungi untuk membuat kontrak pentas atau apapun
namanya, seumur-umur berkarier menjadi penyanyi, sekalipun saya tidak pernah
bersedia  diajak naik pentas untuk kepentingan partai politik tertentu,"
kata Yana.

        Sementara itu acara deklarasi Partai Golkar sendiri diwarnai dengan
turunnya hujan deras dan suara petir yang menggelegar. Massa yang semula
berada di luar tribun lama kelamaan menghilang. Sedangkan Akbar Tanjung
masih terus berpidato menggebu-gebu.

        "Kelihatan, mana massa partai beneran dan massa partai yang dibeli,"
kata seorang sumber.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 1999 jam 14:29:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke