----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Wednesday 10 March 1999 15:50 UTC



** KERUSUHAN DI AMBON BELUM KUNJUNG HABIS

** HOLBROOKE KEMBALI DI BEOGRAD

** DALAI LAMA MINTA CINA BICARAKAN ULANG STATUS TIBET

** AMERIKA SAMBUT HANGAT PENDEKATAN IRAN KEPADA DUNIA BARAT

** TOPIK GEMA WARTA: BAGAIMANA KERUSUHAN DI AMBON BISA DIAKHIRI?

** TOPIK GEMA WARTA: TENGAH DIPERSIAPKAN PERTEMUAN XANANA DENGAN
KALANGAN PRO-INTEGRASI




* KERUSUHAN DI AMBON BELUM KUNJUNG HABIS
Dikabarkan dua orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka ketika aparat
keamanan di Ambon hari ini melepaskan tembakan ke arah puluhan ribu
warga Kristen dan Muslim yang bertikai dengan menggunakan bom molotov,
parang dan senjata lainnya. Menurut berbagai sumber di rumah sakit-rumah
sakit lokal, paling sedikit 50 orang sedang dirawat di sana karena kena
tembakan. Salah satu di antara korban luka-luka dikabarkan telah
meninggal dunia.
Sebelumnya seorang perwira mengatakan militer kemungkinan akan menembak
ke arah massa apabila bentrokan yang berlatarbelakang agama ini terus
berkelanjutan. Di Jakarta sekitar seribu siswa-siswi Muslim dalam aksi
unjuk rasa menuntut agar pemerintahan Habibie bertindak untuk mengakhiri
kekerasan di Ambon. Sejauh ini kekerasan di Ambon sudah menewaskan
sekitar 200 orang.


* HOLBROOKE KEMBALI DI BEOGRAD
Utusan Amerika Richard Holbrooke tiba di Beograd untuk melakukan
pembicaraan dengan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic. Holbrooke
akan menjelaskan kepada Milosevic bahwa kesepakatan sementara mengenai
perjanjian perdamaian bagi Kosovo yang disepakati di Perancis bulan
lalu, tidak bisa diutik-utik lagi. Milosevic tetap menolak penempatan
satuan perdamaian internasional di Propinsi Serbia Kosovo, karena di
mata Milosevic konflik Kosovo adalah masalah dalam negeri. Padahal
penempatan satuan perdamaian NATO itu tercantum dalam perjanjian
sementara tersebut. Menjelang misinya ke Beograd, Holbrooke menyatakan
khawatir Milosevic tengah memancing konfrontasi yang akhirnya bisa
menimbulkan sebuah tragedi.


* DALAI LAMA MINTA CINA BICARAKAN ULANG STATUS TIBET
Pemimpin Tibet, Dalai Lama, meminta pemerintah Cina membuka kembali
perundingan mengenai status Tibet. Pada sebuah pertemuan massa untuk
memperingati invasi Cina di Tibet tepat 40 tahun silam hari ini, Dalai
Lama mengatakan tidak menghendaki kemerdekaan bagi negerinya, melainkan
otonomi. Dalai Lama menyampaikan keinginannya itu di kota Dharamsala di
India, di mana ia hidup dalam pengasingan sejak melarikan diri dari
Tibet tahun 1959. Di ibukota Tibet Lhasa, otoritas Cina mengambil
berbagai tindakan keamanan ketat untuk mencegah pecahnya pemberontakan.
Sepuluh tahun silam, Cina menanggapi berbagai demonstrasi anti Cina itu
dengan menerapkan hukum darurat perang atau SOB.


* AMERIKA SAMBUT HANGAT PENDEKATAN IRAN KEPADA DUNIA BARAT
Amerika Serikat menghendaki agar Iran lebih berterus terang mengenai
sikapnya terhadap terorisme dan senjata-senjata pemusnah massa yang
dimilikinya. Hal ini dikemukakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika
dalam tanggapan atas kunjungan Presiden Iran Mohammed Khatami ke Roma.
Kunjungan ke dunia Barat ini merupakan yang pertama yang pernah
dilakukan seorang kepala negara Iran dalam waktu 20 tahun. Amerika
Serikat menyatakan menyambut hangat upaya Iran mendekati Barat, tetapi
masalah-masalah fundamental harus bisa dibicarakan. Presiden Khatami
hari ini menemui Perdana Mentri Italia Massimo D'Alema. Kamis besok ia
bertemu Paus Yohannes Paulus Kedua di Vatikan.


* CLINTON PUJI PERUBAHAN POSITIF DI AMERIKA TENGAH
Presiden Amerika Bill Clinton hari ini bertolak ke El Salvador dalam
rangka kunjungan keliling empat hari di Amerika Tengah. Dalam pidatonya
di depan parlemen El Salvador, Clinton memuji peralihan dari diktatur
militer ke sebuah demokrasi yang berlangsung di seluruh Amerika Tengah.
Diperkirakan Clinton juga akan menyinggung peranan Amerika Serikat pada
perang saudara di tahun 80-an di Amerika Tengah. Ketika itu Washington
mendukung rejim-rejim otoriter berhaluan kanan yang memerangi
pembangkang sayap kiri. Menurut Clinton Amerika Tengah mengalami banyak
perubahan positif sepuluh tahun belakangan, tetapi negara-negara itu
harus memperkuat demokrasi masing-masing dengan menghargai hak asasi
manusia dan kebebasan pers. Kamis besok Clinton mengakhiri kunjungan
kelilingnya di Guatemala.


* SEORANG WARGA CINA DITUDUH LAKUKAN SPIONASE DI AMERIKA SERIKAT
Seorang warga Cina dan seorang warga Kanada keturunan Cina digugat di
negara bagian Amerika Massachusetts atas tuduhan berupaya menjual
teknologi canggih amerika kepada angkatan bersenjata Cina. Yang
dimaksudkan adalah GYROSCOPE yaitu sebuah alat canggih, yang bisa
meningkatkan ketelitian rudal-rudal. Tertuduh menyatakan teknologi itu
diperuntukkan sebuah universitas dan bukannya untuk angkatan bersenjata
Cina. Pekan ini Amerika Serikat makin prihatin akan adanya spionase
warga Cina yang hendak memperoleh teknologi militer amerika yang sangat
canggih. Sebuah komisi khusus Konggres Amerika tahun lalu menyelidiki
kegiatan-kegiatan spionase tersebut. Akhir bulan ini hasil penyelidikan
komisi itu akan diumumkan, tetapi sebagian akan tetap dirahasiakan.


* DIPLOMAT KOREA UTARA DITANGKAP DI THAILAND
Polisi Thailand menangkap seorang diplomat buron dari Korea Utara,
karena adanya desas-desus ia akan diculik oleh orang-orang dari Korea
Utara. Diplomat yang berusia 61 tahun, dikirim ke Thailand untuk membeli
beras bagi Korea Utara yang kekurangan bahan pangan. Menurut berbagai
berita dari Thailand, Korea Utara memanggilnya pulang atas tuduhan
melakukan penggelapan. Menyusul tuduhan tersebut, diplomat Korea Utara
itu menghilang akhir bulan lalu bersama istrinya. Suami-istri akhirnya
ditangkap polisi ketika bis yang ditumpanginya bersama warga Korea Utara
lainnya terlibat kecelakaan lalu-lintas.


* TAWARAN BNP UNTUK AMBILALIH DUA BANK PERANCIS DIANGGAP BERMUSUHAN
Dua bank Perancis, yaitu Paribas dan Societe Generale menganggap tawaran
Banque National de Paris, BNP, untuk mengambil alih kedua bank tersebut
sebagai agak bermusuhan. Selasa kemarin BNP secara tak terduga
mengumumkan tawaran terhadap kedua bank saingannya itu, yang sebelumnya
telah menyatakan ingin melakukan penggabungan. Dengan penggabungan itu
maka bank Paribas dan Societe Generale menjadi bank terbesar di
Perancis. Dengan pengambilalihan oleh BNP, maka ketiga bank itu menjadi
bank terbesar di Eropa dan bank kedua di dunia. Kini bank terbesar di
dunia adalah Deutsche Bank yang memiliki neraca 737 milyar dollar
setelah mengambil alih sebuah grup perbankan Amerika.


* BANYAK USKUP BELANDA TIDAK SETUJUI PENGGUNAAN KONDOM
Kebanyakan uskup Belanda tidak setuju dengan penyebarluasan kondom-
kondom di Afrika untuk mencegah wabah aids. Hal ini tercermin dari
sebuah konperensi tujuh keusukupan Belanda di Utrecht. Masalah ini
diutarakan oleh Uskup Muskens dari Breda, yang menyatakan bisa menerima
pembagian kondom dan bahkan menilaninya bijaksana. Tetapi Kardinal
Simonis tidak sependapat dengan Uskup Muskens. Kardinal Simonis
berpendapat penggunaan alat anti konsepsi kondom itu hanya meningkatkan
hubungan seksual di luar pernikahan dan dengan demikian meningkatkan
pula jumlah pengidap penyakit aids.


* BAGAIMANA BISA MENGAKHIRI KERUSUHAN DI AMBON?
Bom-bom masih meledak di Ambon. Hingga hari Rabu kemarin, kerusuhan di
Ambon yang sudah memasuki hari ke 50 masih terus berlanjut. Kapan Ambon
kembali damai? Ada yang bilang, di tingkat nasional tidak ada tokoh asal
Ambon yang sangat menentukan. Kalau begitu bagaimana harus mengakhiri
kerusuhan di sana? Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:

Televisi Republik Indonesia memberitakan bahwa kerusuhan kemarin antara
lain terjadi di kampung Benteng Atas di kota Ambon. Rakyat ditempat itu
rupanya belum lupa bagaimana beberapa hari yang lalu warga Benteng Bawah
menyerbu dan membakar beberapa rumah warga Benteng Atas dengan dukungan
prajurit-prajurit Kostrad.

Maka 'pengakuan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto bahwa memang ada
anggota ABRI yang tidak fair dan tidak netral di Ambon sangat
menakutkan', ujar Ketua Umum PUDI Sri Bintang Pamungkas. Keterangan
Wiranto itu bagi Sri Bintang malah bisa memperkeruh suasana. Bagi Ketua
Umum PUDI penjelasan Menhankam/Pangab tersebut sangat mengerikan.
Ternyata berita bahwa anggota ABRI membantai rakyat di Ambon bukan
isapan jempol belaka, katanya. "Saya yakin, para provokatornya pun
anggota ABRI atau preman-preman yang dipelihara ABRI. Pola menggunakan
anjing herder untuk menimbulkan huruhara di masyarakat ini sudah dipakai
sejak zaman Ali Moertopo hingga Prabowo," ujar Bintang.

Di dalam forum dialog antara para mahasiswa, muspida Ambon dan Menteri
Transmigrasi Hendropriyono kemarin dulu, seorang mahasiswa menuduh ABRI
sebagai provokator. Ia juga mengatakan tidak percaya pada Suaidi
Marasabessy, Ketua Tim 19 perwira ABRI. Beberpa waktu lalu Suaidi datang
ke Kailolo. Dua hari kemudian daerah itu rusuh, katanya. Hal itu
dilaporkan harian Merdeka kemarin. Mayjen Suaidi Marasabessy memang
dikenal dekat dengan Prabowo. 'Rumah ayahnya pun ikut terbakar pada hari
pertama kerusuhan sehingga ia mengirim satu batalyon pasukan
dari Ujung Pandang ke kota Ambon', kata suatu sumber dari PKB.

Di Jakarta, Abdurachman Wahid, Ketua Umum Pengurus Besar NU, yakin dalam
waktu sebulan kasus Ambon akan selesai dan Mayjen 'K' akan diseret ke
meja hijau. Memang, meski dibantah Gus Dur, banyak kelompok politik
percaya bahwa yang dimaksudkan Gus Dur dengan Mayjen 'K' adalah Kivlan
Zen, mantan Kepala Staf Kostrad semasa Prabowo. Tetapi Gus Dur yang
tampaknya hanya mendapat informasi dari kalangan militer itu tidak dapat
membuktikannya. Karena itu Kivlan mengatakan bahwa Mayjen 'K' itu adalah
Mayjen 'Kira-Kira'. Kivlan sendiri yang pernah bertugas di daerah
sengketa Mindanao, Filipina Selatan, sejak peristiwa PAM Swakarsa banyak
disebut-sebut sebagai perwira yang banyak bergaul dengan pentolan-
pentolan PAM Swakarsa itu. Bahkan menurut seorang yang dekat dengan
Presiden Habibie, Kivlan sempat menegor tokoh KISDI Eggy Sudjana agar
tidak ikut campur dengan aksi-aksi sebelum Sidang Istimewa MPR.

Tuduhan-tuduhan Gus Dur yang oleh Kivlan Zen disebut sebagai 'Pak
Durachman' itu memang membingungkan banyak orang. Semula pada awal
kerusuhan di Ambon, Gus Dur menyebut tokoh brewok di Ciganjur sebagai
dalangnya. Orang pun menduga bahwa Yoris Raweyai tokoh Pemuda Pancasila
yang dekat dengan keluarga Soeharto, sebagai penggerak aksi kerusuhan di
Ambon. Sekarang Gus Dur mengarahkan panahnya ke kelompok yang pernah
dekat dengan Prabowo. Maka, jika Wiranto menyebut terdapat campur tangan
negara asing di Ambon, lantas orangpun menduga Libya yang bermain di
Ambon.

Tetapi Menteri Transmigrasi Hendropriyono justru menuduh kelompok RMS di
Belanda yang menjadi provokator di Ambon. Hendro tampaknya belum belajar
bahwa ummat Kristen di Ambon sangat tersinggung jika mereka dilibatkan
dengan Republik Maluku Selatan. Tokoh Maluku Des Alwi yang pernah
bergiat di Opsus pada zaman Ali Moertopo dalam suatu wawancara dengan
pers Jakarta membantah bahwa RMS aktif di Ambon. Tokoh yang juga sangat
dekat dengan mantan Pangab Benny Moerdani itu, menunjuk Ketua Sinode
Gereja Protestan Maluku berada di belakang aksi-aksi di Maluku. Menurut
Des Alwi, Ketua sinode tidak pernah mau hadir pada pertemuan-pertemuan
perdamaian di Ambon.

Pada umumnya para pakar di Jakarta berpendapat bahwa Ambon tidak bisa
diselesaikan melalui pendekatan militer. Bagi Luhut Pangaribuan tragedi
Ambon sudah menjadi bencana nasional. Habibie harus ke sana, katanya,
untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa ia benar-benar peduli. Hampir
setiap hari jatuh korban di sana, ujar Luhut kepada Berita Buana.
Sedangkan Ekky Syachruddin dari Golkar, yang dikenal sebagai mantan
aktivis HMI dan tokoh Angkatan 66 berpendapat akar permasalahannya ialah
bahwa rakyat Maluku selama 32 tahun diremehkan. Tidak pernah ada menteri
yang berasal dari sana.

Seorang lain mengatakan menteri terakhir dari Ambon adalah Siwabessy
yang diangkat oleh Soekarno. Semasa Soekarno berkuasa selalu ada orang
Ambon yang duduk dalam kabinet. Bahkan Leimena menjabat sebagai orang
pertama di Indonesia kalau Bung Karno ke luar negeri. Alex Litaay,
Sekjennya Megawati pun berasal dari Ambon. Tetapi Soeharto yang Jawa
sentris itu, jangankan menteri, dirjen dan sekjen pun jarang-jarang mau
diserahkannya kepada orang Ambon. ABRI pun setelah peristiwa Ambon
meledak baru buru-buru dengan susah payah mencari di komputer apakah ada
orang Ambon Kristen yang berpangkat Brigjen yang dapat dimasukkan dalam
tim 19, kata orang Ambon itu.

Di Ambon dalam pertemuan dengan Hendropriyono seorang mahasiswa
mengimbau orang-orang Jakarta jangan datang ke Ambon dengan membawa
masalah baru. Sudah banyak tim yang datang ke Ambon tapi tidak satupun
menghasilkan perdamaian. Tak
ada yang benar-benar turun ke bawah. Mereka cuma duduk di ruang AC
menunggu laporan, lalu pulang ke Jakarta. Karena itu para mahasiswa
Ambon tidak mempercayai lagi omongan orang dari pusat.

Dalam kategori ini tampaknya sudah termasuk tim 19 dari ABRI yang
ketuanya dituduh sebagai provokator itu. Sementara itu Komnas HAM
menyatakan bahwa target-target provokator berikutnya, berdasarkan
bukti-bukti di lapangan, ialah Irian Jaya dan Medan.


* TENGAH DIPERSIAPKAN PERTEMUAN XANANA DENGAN KALANGAN PRO-INTEGRASI
Milisi milisi pro-integrasi Timor Timur yang bersenjata tetap menolak
jika dilucuti senjatanya secara sepihak. Mereka akan tetap melawan,
sekalipun jika ABRI yang melakukan perlucutan senjata itu. Demikian ujar
NATALINA MONTEIRO, sekretaris Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan
FPDK di Jakarta. FPDK adalah organisasi warga Timor Timur pro integrasi
yang berpusat di Jakarta.

Meskipun forum ini membela penggunaan senjata oleh milisi milisi pro
integrasi di TimTim, namun organisasi ini mengaku menyelenggarakan upaya
rekonsiliasi dengan bantuan KOMNAS HAM. Sabtu pekan lalu, FPDK
mengadakan pertemuan rekonsiliasi dengan pemimpin perlawanan dan
panglima Falintil Xanana Gusmao. Menurut MONTEIRO dari FPDK, akan
diadakan pertemuan antara Xanana dan JOAO TAVAREZ yang memimpin milisi
milisi bersenjata di TimTim ...

NATALINA MONTEIRO [NM]: Kita memang merencanakan mengadakan pertemuan-
pertemuan semacam itu lebih banyak lagi. Sementara ini kan semuanya itu
direncanakan oleh Komnasham.

RADIO NEDERLAND [RN]: Mengapa pertemuan pada hari Minggu yang lalu batal
setelah Sabtu yang sukses. Dan hari Minggu sedianya kan dilanjutkan,
bukan, dengan pertemuan antara Xanana Gusmao dan Joao Tavarez, panglima
pro integrasi, bukan?

NM: Bukan batal. Hanya karena masalah tehnik pelaksanaan saja yang belum
memungkinkan untuk dilangsungkan pertemuan itu. Kita mengharapkan bahwa
pertemuan akan terjadi di tempat netral.

RN: Di mana misalnya?

NM: Kita memilih di Departemen Kehakiman. Kita tetap meminta bantuan ke
Departemen Kehakiman, kapan Departemen Kehakiman mau melaksanakan ini.

RN: Kapan akan diadakan menurut Anda?

NM: Saya kira dalam waktu dekat.

RN: Pertemuan Xanana Gusmao dan Joao Tavarez ini, apa agendanya?

NM: Jadi pertemuan itu kan dimediasi oleh Forum Persatuan Demokrasi dan
Keadilan. Kita mengharapkan supaya dengan pertemuan kedua panglima itu
bisa meredakan konflik yang sedang terjadi di Timtim. Jadi, itu
sebetulnya tujuan kita.

RN: Jadi kesepakatan apa yang menjadi tujuan?

NM: Ya, mudah-mudahan beliau berdua bisa menyepakati adanya suatu
perlucutan senjata dari kedua belah pihak.

RN: Jadi artinya dari Falentil dan dari milisi-milisi pro integrasi?

NM: Betul, betul.

RN: Milisi pro integrasi yang mana?

NM: Semua.

RN: Semua. Jadi Mati Hidup Demi Integrasi, Besi Merah Putih dan
semuanya?

NM: Semua, semua.

RN: Apakah semuanya berada di dalam satu kendali, di bawah Joao Tavarez?

NM: Oh ya. Beliau kan panglimanya.

RN: Jadi ini suatu organisasi besar, ya?

NM: Ya, semua pasukan, apa ini, perjuang pro integrasi berada di bawah
panglima yaitu pak Joao Tavarez.

RN: Sejak kapan ada satu gabungan dari berbagai milisi di bawah satu
panglima ini?

NM: Sudah terjadi dua minggu yang lalu.

RN: Yang meresmikan, mensahkan siapa, pak?

NM: Oh itu semua pasukan itu. Jadi, dari semua itu, mereka menyepakati
untuk mengangkat pak Joao Tavarez sebagai panglimanya. Jadi, kesepakatan
mereka. Jadi ada kesepakatan dari Mahidi dan lain-lain.

RN: Mahidi juga. Jadi berapa milisi yang tergabung dalam... apa namanya
ini? Angkatan Bersenjata Pro Integrasi?

NM: Ah ini antar kabupaten. Memang angka yang pasti itu belum kita
sebutkan, tapi dapat saya katakan bahwa itu ada. Ya paling jelek (paling
sedikit, Red.) itu lima ribulah. Angka paling rendahlah.

RN: Itu anggotanya, ya. Yang tergabung di dalamnya berapa buah milisi?

NM: Hampir setiap kabupaten itu mempunyai kelompok-kelompok.

RN: Hampir semua kabupaten mempunyai milisi bersenjata, ya?

NM: Tidak semua bersenjata. Tapi ada kelompoknya itu.

RN: Sebenarnya dari mana milisi-milisi pro integrasi memperoleh senjata?

NM: Mereka-mereka ini kan dulu pada waktu tahun 75-76 itu memang disebut
sebagai pasukan gabungan antara UDT, Apodeti dan sebagainya. Mereka kan
punya senjata. Tetapi setelah semua itu berjalan aman, maka sebagai
warga negara itu kan harus eh tidak boleh itu pegang senjata. Ada yang
simpan, ada yang diserahkan. Sekarang karena keadaannya kacau kembali
senjatanya diambil lagi.

RN: Jadi senjata yang disimpan sejak tahun tujuh puluhan.

NM: Ya.

RN: Tapi penyimpanan senjata ilegal, kan. Kalau semua tidak diserahkan
pada ABRI, berarti selama ini ada penyimpanan secara ilegal.

NM: Saya kira penggunaan itu yang penting, pak. Orang Amerika kan punya
senjata. Tapi penggunaannya kan itu yang harus diatur.

RN: Lalu amunisinya dari mana, pak?

NM: Mereka punya. Kan saya kira, misalnya Falentil dia ambil peluru dari
mana?
Saya hal yang sama juga yang akan dilakukan oleh pasukan-pasukan pro
integrasi ini.

RN: Menurut keterangan Deplu maupun ABRI selama ini milisi-milisi yang
ada ini tidak dipersenjatai dengan senjata api. Jadi hanya senjata-
senjata ringan, ya. Apakah ini tidak perlu dilucuti oleh ABRI? Atau ABRI
membiarkan senjata api ini dimiliki dan dipergunakan oleh milisi-milisi
di Timor Timur?

NM: Jadi saya informasikan bahwa pasukan-pasukan pro integrasi ini siap
berhadapan dengan siapa saja yang mencoba melucuti senjata mereka.
Misalnya mau dilucuti secara semua pihak, mereka bersedia. Tetapi kalau
mau dilucuti secara sepihak, maka mereka siap berhadapan dengan siapa
saja yang mau melucuti senjata mereka. Jadi ini yang perlu kita
pertimbangkan. Tidak terkecuali ABRI juga. Kalau ABRI misalnya mau
melucuti senjata mereka secara sepihak, mereka mungkin akan melawan.
Mereka tidak mau. Soalnya kan keselamatan mereka kan terancam.

RN: Oleh siapa, pak?

NM: Oleh Falentil, toh. Guru-guru, tenaga-tenaga medis mau meninggalkan
Timtim. Ini sebagai sebagai salah satu bukti bahwa ada ancaman terhadap
orang-orang yang pro integrasi.

RN: Demikian NATALINA MONTEIRO, sekretaris Forum Persatuan Demokrasi dan
Keadilan FPDK di Jakarta.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Mar 1999 jam 16:58:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke