---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Wednesday 10 March 1999 15:50 UTC ** KERUSUHAN DI AMBON BELUM KUNJUNG HABIS ** HOLBROOKE KEMBALI DI BEOGRAD ** DALAI LAMA MINTA CINA BICARAKAN ULANG STATUS TIBET ** AMERIKA SAMBUT HANGAT PENDEKATAN IRAN KEPADA DUNIA BARAT ** TOPIK GEMA WARTA: BAGAIMANA KERUSUHAN DI AMBON BISA DIAKHIRI? ** TOPIK GEMA WARTA: TENGAH DIPERSIAPKAN PERTEMUAN XANANA DENGAN KALANGAN PRO-INTEGRASI * KERUSUHAN DI AMBON BELUM KUNJUNG HABIS Dikabarkan dua orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka ketika aparat keamanan di Ambon hari ini melepaskan tembakan ke arah puluhan ribu warga Kristen dan Muslim yang bertikai dengan menggunakan bom molotov, parang dan senjata lainnya. Menurut berbagai sumber di rumah sakit-rumah sakit lokal, paling sedikit 50 orang sedang dirawat di sana karena kena tembakan. Salah satu di antara korban luka-luka dikabarkan telah meninggal dunia. Sebelumnya seorang perwira mengatakan militer kemungkinan akan menembak ke arah massa apabila bentrokan yang berlatarbelakang agama ini terus berkelanjutan. Di Jakarta sekitar seribu siswa-siswi Muslim dalam aksi unjuk rasa menuntut agar pemerintahan Habibie bertindak untuk mengakhiri kekerasan di Ambon. Sejauh ini kekerasan di Ambon sudah menewaskan sekitar 200 orang. * HOLBROOKE KEMBALI DI BEOGRAD Utusan Amerika Richard Holbrooke tiba di Beograd untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic. Holbrooke akan menjelaskan kepada Milosevic bahwa kesepakatan sementara mengenai perjanjian perdamaian bagi Kosovo yang disepakati di Perancis bulan lalu, tidak bisa diutik-utik lagi. Milosevic tetap menolak penempatan satuan perdamaian internasional di Propinsi Serbia Kosovo, karena di mata Milosevic konflik Kosovo adalah masalah dalam negeri. Padahal penempatan satuan perdamaian NATO itu tercantum dalam perjanjian sementara tersebut. Menjelang misinya ke Beograd, Holbrooke menyatakan khawatir Milosevic tengah memancing konfrontasi yang akhirnya bisa menimbulkan sebuah tragedi. * DALAI LAMA MINTA CINA BICARAKAN ULANG STATUS TIBET Pemimpin Tibet, Dalai Lama, meminta pemerintah Cina membuka kembali perundingan mengenai status Tibet. Pada sebuah pertemuan massa untuk memperingati invasi Cina di Tibet tepat 40 tahun silam hari ini, Dalai Lama mengatakan tidak menghendaki kemerdekaan bagi negerinya, melainkan otonomi. Dalai Lama menyampaikan keinginannya itu di kota Dharamsala di India, di mana ia hidup dalam pengasingan sejak melarikan diri dari Tibet tahun 1959. Di ibukota Tibet Lhasa, otoritas Cina mengambil berbagai tindakan keamanan ketat untuk mencegah pecahnya pemberontakan. Sepuluh tahun silam, Cina menanggapi berbagai demonstrasi anti Cina itu dengan menerapkan hukum darurat perang atau SOB. * AMERIKA SAMBUT HANGAT PENDEKATAN IRAN KEPADA DUNIA BARAT Amerika Serikat menghendaki agar Iran lebih berterus terang mengenai sikapnya terhadap terorisme dan senjata-senjata pemusnah massa yang dimilikinya. Hal ini dikemukakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika dalam tanggapan atas kunjungan Presiden Iran Mohammed Khatami ke Roma. Kunjungan ke dunia Barat ini merupakan yang pertama yang pernah dilakukan seorang kepala negara Iran dalam waktu 20 tahun. Amerika Serikat menyatakan menyambut hangat upaya Iran mendekati Barat, tetapi masalah-masalah fundamental harus bisa dibicarakan. Presiden Khatami hari ini menemui Perdana Mentri Italia Massimo D'Alema. Kamis besok ia bertemu Paus Yohannes Paulus Kedua di Vatikan. * CLINTON PUJI PERUBAHAN POSITIF DI AMERIKA TENGAH Presiden Amerika Bill Clinton hari ini bertolak ke El Salvador dalam rangka kunjungan keliling empat hari di Amerika Tengah. Dalam pidatonya di depan parlemen El Salvador, Clinton memuji peralihan dari diktatur militer ke sebuah demokrasi yang berlangsung di seluruh Amerika Tengah. Diperkirakan Clinton juga akan menyinggung peranan Amerika Serikat pada perang saudara di tahun 80-an di Amerika Tengah. Ketika itu Washington mendukung rejim-rejim otoriter berhaluan kanan yang memerangi pembangkang sayap kiri. Menurut Clinton Amerika Tengah mengalami banyak perubahan positif sepuluh tahun belakangan, tetapi negara-negara itu harus memperkuat demokrasi masing-masing dengan menghargai hak asasi manusia dan kebebasan pers. Kamis besok Clinton mengakhiri kunjungan kelilingnya di Guatemala. * SEORANG WARGA CINA DITUDUH LAKUKAN SPIONASE DI AMERIKA SERIKAT Seorang warga Cina dan seorang warga Kanada keturunan Cina digugat di negara bagian Amerika Massachusetts atas tuduhan berupaya menjual teknologi canggih amerika kepada angkatan bersenjata Cina. Yang dimaksudkan adalah GYROSCOPE yaitu sebuah alat canggih, yang bisa meningkatkan ketelitian rudal-rudal. Tertuduh menyatakan teknologi itu diperuntukkan sebuah universitas dan bukannya untuk angkatan bersenjata Cina. Pekan ini Amerika Serikat makin prihatin akan adanya spionase warga Cina yang hendak memperoleh teknologi militer amerika yang sangat canggih. Sebuah komisi khusus Konggres Amerika tahun lalu menyelidiki kegiatan-kegiatan spionase tersebut. Akhir bulan ini hasil penyelidikan komisi itu akan diumumkan, tetapi sebagian akan tetap dirahasiakan. * DIPLOMAT KOREA UTARA DITANGKAP DI THAILAND Polisi Thailand menangkap seorang diplomat buron dari Korea Utara, karena adanya desas-desus ia akan diculik oleh orang-orang dari Korea Utara. Diplomat yang berusia 61 tahun, dikirim ke Thailand untuk membeli beras bagi Korea Utara yang kekurangan bahan pangan. Menurut berbagai berita dari Thailand, Korea Utara memanggilnya pulang atas tuduhan melakukan penggelapan. Menyusul tuduhan tersebut, diplomat Korea Utara itu menghilang akhir bulan lalu bersama istrinya. Suami-istri akhirnya ditangkap polisi ketika bis yang ditumpanginya bersama warga Korea Utara lainnya terlibat kecelakaan lalu-lintas. * TAWARAN BNP UNTUK AMBILALIH DUA BANK PERANCIS DIANGGAP BERMUSUHAN Dua bank Perancis, yaitu Paribas dan Societe Generale menganggap tawaran Banque National de Paris, BNP, untuk mengambil alih kedua bank tersebut sebagai agak bermusuhan. Selasa kemarin BNP secara tak terduga mengumumkan tawaran terhadap kedua bank saingannya itu, yang sebelumnya telah menyatakan ingin melakukan penggabungan. Dengan penggabungan itu maka bank Paribas dan Societe Generale menjadi bank terbesar di Perancis. Dengan pengambilalihan oleh BNP, maka ketiga bank itu menjadi bank terbesar di Eropa dan bank kedua di dunia. Kini bank terbesar di dunia adalah Deutsche Bank yang memiliki neraca 737 milyar dollar setelah mengambil alih sebuah grup perbankan Amerika. * BANYAK USKUP BELANDA TIDAK SETUJUI PENGGUNAAN KONDOM Kebanyakan uskup Belanda tidak setuju dengan penyebarluasan kondom- kondom di Afrika untuk mencegah wabah aids. Hal ini tercermin dari sebuah konperensi tujuh keusukupan Belanda di Utrecht. Masalah ini diutarakan oleh Uskup Muskens dari Breda, yang menyatakan bisa menerima pembagian kondom dan bahkan menilaninya bijaksana. Tetapi Kardinal Simonis tidak sependapat dengan Uskup Muskens. Kardinal Simonis berpendapat penggunaan alat anti konsepsi kondom itu hanya meningkatkan hubungan seksual di luar pernikahan dan dengan demikian meningkatkan pula jumlah pengidap penyakit aids. * BAGAIMANA BISA MENGAKHIRI KERUSUHAN DI AMBON? Bom-bom masih meledak di Ambon. Hingga hari Rabu kemarin, kerusuhan di Ambon yang sudah memasuki hari ke 50 masih terus berlanjut. Kapan Ambon kembali damai? Ada yang bilang, di tingkat nasional tidak ada tokoh asal Ambon yang sangat menentukan. Kalau begitu bagaimana harus mengakhiri kerusuhan di sana? Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Televisi Republik Indonesia memberitakan bahwa kerusuhan kemarin antara lain terjadi di kampung Benteng Atas di kota Ambon. Rakyat ditempat itu rupanya belum lupa bagaimana beberapa hari yang lalu warga Benteng Bawah menyerbu dan membakar beberapa rumah warga Benteng Atas dengan dukungan prajurit-prajurit Kostrad. Maka 'pengakuan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto bahwa memang ada anggota ABRI yang tidak fair dan tidak netral di Ambon sangat menakutkan', ujar Ketua Umum PUDI Sri Bintang Pamungkas. Keterangan Wiranto itu bagi Sri Bintang malah bisa memperkeruh suasana. Bagi Ketua Umum PUDI penjelasan Menhankam/Pangab tersebut sangat mengerikan. Ternyata berita bahwa anggota ABRI membantai rakyat di Ambon bukan isapan jempol belaka, katanya. "Saya yakin, para provokatornya pun anggota ABRI atau preman-preman yang dipelihara ABRI. Pola menggunakan anjing herder untuk menimbulkan huruhara di masyarakat ini sudah dipakai sejak zaman Ali Moertopo hingga Prabowo," ujar Bintang. Di dalam forum dialog antara para mahasiswa, muspida Ambon dan Menteri Transmigrasi Hendropriyono kemarin dulu, seorang mahasiswa menuduh ABRI sebagai provokator. Ia juga mengatakan tidak percaya pada Suaidi Marasabessy, Ketua Tim 19 perwira ABRI. Beberpa waktu lalu Suaidi datang ke Kailolo. Dua hari kemudian daerah itu rusuh, katanya. Hal itu dilaporkan harian Merdeka kemarin. Mayjen Suaidi Marasabessy memang dikenal dekat dengan Prabowo. 'Rumah ayahnya pun ikut terbakar pada hari pertama kerusuhan sehingga ia mengirim satu batalyon pasukan dari Ujung Pandang ke kota Ambon', kata suatu sumber dari PKB. Di Jakarta, Abdurachman Wahid, Ketua Umum Pengurus Besar NU, yakin dalam waktu sebulan kasus Ambon akan selesai dan Mayjen 'K' akan diseret ke meja hijau. Memang, meski dibantah Gus Dur, banyak kelompok politik percaya bahwa yang dimaksudkan Gus Dur dengan Mayjen 'K' adalah Kivlan Zen, mantan Kepala Staf Kostrad semasa Prabowo. Tetapi Gus Dur yang tampaknya hanya mendapat informasi dari kalangan militer itu tidak dapat membuktikannya. Karena itu Kivlan mengatakan bahwa Mayjen 'K' itu adalah Mayjen 'Kira-Kira'. Kivlan sendiri yang pernah bertugas di daerah sengketa Mindanao, Filipina Selatan, sejak peristiwa PAM Swakarsa banyak disebut-sebut sebagai perwira yang banyak bergaul dengan pentolan- pentolan PAM Swakarsa itu. Bahkan menurut seorang yang dekat dengan Presiden Habibie, Kivlan sempat menegor tokoh KISDI Eggy Sudjana agar tidak ikut campur dengan aksi-aksi sebelum Sidang Istimewa MPR. Tuduhan-tuduhan Gus Dur yang oleh Kivlan Zen disebut sebagai 'Pak Durachman' itu memang membingungkan banyak orang. Semula pada awal kerusuhan di Ambon, Gus Dur menyebut tokoh brewok di Ciganjur sebagai dalangnya. Orang pun menduga bahwa Yoris Raweyai tokoh Pemuda Pancasila yang dekat dengan keluarga Soeharto, sebagai penggerak aksi kerusuhan di Ambon. Sekarang Gus Dur mengarahkan panahnya ke kelompok yang pernah dekat dengan Prabowo. Maka, jika Wiranto menyebut terdapat campur tangan negara asing di Ambon, lantas orangpun menduga Libya yang bermain di Ambon. Tetapi Menteri Transmigrasi Hendropriyono justru menuduh kelompok RMS di Belanda yang menjadi provokator di Ambon. Hendro tampaknya belum belajar bahwa ummat Kristen di Ambon sangat tersinggung jika mereka dilibatkan dengan Republik Maluku Selatan. Tokoh Maluku Des Alwi yang pernah bergiat di Opsus pada zaman Ali Moertopo dalam suatu wawancara dengan pers Jakarta membantah bahwa RMS aktif di Ambon. Tokoh yang juga sangat dekat dengan mantan Pangab Benny Moerdani itu, menunjuk Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku berada di belakang aksi-aksi di Maluku. Menurut Des Alwi, Ketua sinode tidak pernah mau hadir pada pertemuan-pertemuan perdamaian di Ambon. Pada umumnya para pakar di Jakarta berpendapat bahwa Ambon tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan militer. Bagi Luhut Pangaribuan tragedi Ambon sudah menjadi bencana nasional. Habibie harus ke sana, katanya, untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa ia benar-benar peduli. Hampir setiap hari jatuh korban di sana, ujar Luhut kepada Berita Buana. Sedangkan Ekky Syachruddin dari Golkar, yang dikenal sebagai mantan aktivis HMI dan tokoh Angkatan 66 berpendapat akar permasalahannya ialah bahwa rakyat Maluku selama 32 tahun diremehkan. Tidak pernah ada menteri yang berasal dari sana. Seorang lain mengatakan menteri terakhir dari Ambon adalah Siwabessy yang diangkat oleh Soekarno. Semasa Soekarno berkuasa selalu ada orang Ambon yang duduk dalam kabinet. Bahkan Leimena menjabat sebagai orang pertama di Indonesia kalau Bung Karno ke luar negeri. Alex Litaay, Sekjennya Megawati pun berasal dari Ambon. Tetapi Soeharto yang Jawa sentris itu, jangankan menteri, dirjen dan sekjen pun jarang-jarang mau diserahkannya kepada orang Ambon. ABRI pun setelah peristiwa Ambon meledak baru buru-buru dengan susah payah mencari di komputer apakah ada orang Ambon Kristen yang berpangkat Brigjen yang dapat dimasukkan dalam tim 19, kata orang Ambon itu. Di Ambon dalam pertemuan dengan Hendropriyono seorang mahasiswa mengimbau orang-orang Jakarta jangan datang ke Ambon dengan membawa masalah baru. Sudah banyak tim yang datang ke Ambon tapi tidak satupun menghasilkan perdamaian. Tak ada yang benar-benar turun ke bawah. Mereka cuma duduk di ruang AC menunggu laporan, lalu pulang ke Jakarta. Karena itu para mahasiswa Ambon tidak mempercayai lagi omongan orang dari pusat. Dalam kategori ini tampaknya sudah termasuk tim 19 dari ABRI yang ketuanya dituduh sebagai provokator itu. Sementara itu Komnas HAM menyatakan bahwa target-target provokator berikutnya, berdasarkan bukti-bukti di lapangan, ialah Irian Jaya dan Medan. * TENGAH DIPERSIAPKAN PERTEMUAN XANANA DENGAN KALANGAN PRO-INTEGRASI Milisi milisi pro-integrasi Timor Timur yang bersenjata tetap menolak jika dilucuti senjatanya secara sepihak. Mereka akan tetap melawan, sekalipun jika ABRI yang melakukan perlucutan senjata itu. Demikian ujar NATALINA MONTEIRO, sekretaris Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan FPDK di Jakarta. FPDK adalah organisasi warga Timor Timur pro integrasi yang berpusat di Jakarta. Meskipun forum ini membela penggunaan senjata oleh milisi milisi pro integrasi di TimTim, namun organisasi ini mengaku menyelenggarakan upaya rekonsiliasi dengan bantuan KOMNAS HAM. Sabtu pekan lalu, FPDK mengadakan pertemuan rekonsiliasi dengan pemimpin perlawanan dan panglima Falintil Xanana Gusmao. Menurut MONTEIRO dari FPDK, akan diadakan pertemuan antara Xanana dan JOAO TAVAREZ yang memimpin milisi milisi bersenjata di TimTim ... NATALINA MONTEIRO [NM]: Kita memang merencanakan mengadakan pertemuan- pertemuan semacam itu lebih banyak lagi. Sementara ini kan semuanya itu direncanakan oleh Komnasham. RADIO NEDERLAND [RN]: Mengapa pertemuan pada hari Minggu yang lalu batal setelah Sabtu yang sukses. Dan hari Minggu sedianya kan dilanjutkan, bukan, dengan pertemuan antara Xanana Gusmao dan Joao Tavarez, panglima pro integrasi, bukan? NM: Bukan batal. Hanya karena masalah tehnik pelaksanaan saja yang belum memungkinkan untuk dilangsungkan pertemuan itu. Kita mengharapkan bahwa pertemuan akan terjadi di tempat netral. RN: Di mana misalnya? NM: Kita memilih di Departemen Kehakiman. Kita tetap meminta bantuan ke Departemen Kehakiman, kapan Departemen Kehakiman mau melaksanakan ini. RN: Kapan akan diadakan menurut Anda? NM: Saya kira dalam waktu dekat. RN: Pertemuan Xanana Gusmao dan Joao Tavarez ini, apa agendanya? NM: Jadi pertemuan itu kan dimediasi oleh Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan. Kita mengharapkan supaya dengan pertemuan kedua panglima itu bisa meredakan konflik yang sedang terjadi di Timtim. Jadi, itu sebetulnya tujuan kita. RN: Jadi kesepakatan apa yang menjadi tujuan? NM: Ya, mudah-mudahan beliau berdua bisa menyepakati adanya suatu perlucutan senjata dari kedua belah pihak. RN: Jadi artinya dari Falentil dan dari milisi-milisi pro integrasi? NM: Betul, betul. RN: Milisi pro integrasi yang mana? NM: Semua. RN: Semua. Jadi Mati Hidup Demi Integrasi, Besi Merah Putih dan semuanya? NM: Semua, semua. RN: Apakah semuanya berada di dalam satu kendali, di bawah Joao Tavarez? NM: Oh ya. Beliau kan panglimanya. RN: Jadi ini suatu organisasi besar, ya? NM: Ya, semua pasukan, apa ini, perjuang pro integrasi berada di bawah panglima yaitu pak Joao Tavarez. RN: Sejak kapan ada satu gabungan dari berbagai milisi di bawah satu panglima ini? NM: Sudah terjadi dua minggu yang lalu. RN: Yang meresmikan, mensahkan siapa, pak? NM: Oh itu semua pasukan itu. Jadi, dari semua itu, mereka menyepakati untuk mengangkat pak Joao Tavarez sebagai panglimanya. Jadi, kesepakatan mereka. Jadi ada kesepakatan dari Mahidi dan lain-lain. RN: Mahidi juga. Jadi berapa milisi yang tergabung dalam... apa namanya ini? Angkatan Bersenjata Pro Integrasi? NM: Ah ini antar kabupaten. Memang angka yang pasti itu belum kita sebutkan, tapi dapat saya katakan bahwa itu ada. Ya paling jelek (paling sedikit, Red.) itu lima ribulah. Angka paling rendahlah. RN: Itu anggotanya, ya. Yang tergabung di dalamnya berapa buah milisi? NM: Hampir setiap kabupaten itu mempunyai kelompok-kelompok. RN: Hampir semua kabupaten mempunyai milisi bersenjata, ya? NM: Tidak semua bersenjata. Tapi ada kelompoknya itu. RN: Sebenarnya dari mana milisi-milisi pro integrasi memperoleh senjata? NM: Mereka-mereka ini kan dulu pada waktu tahun 75-76 itu memang disebut sebagai pasukan gabungan antara UDT, Apodeti dan sebagainya. Mereka kan punya senjata. Tetapi setelah semua itu berjalan aman, maka sebagai warga negara itu kan harus eh tidak boleh itu pegang senjata. Ada yang simpan, ada yang diserahkan. Sekarang karena keadaannya kacau kembali senjatanya diambil lagi. RN: Jadi senjata yang disimpan sejak tahun tujuh puluhan. NM: Ya. RN: Tapi penyimpanan senjata ilegal, kan. Kalau semua tidak diserahkan pada ABRI, berarti selama ini ada penyimpanan secara ilegal. NM: Saya kira penggunaan itu yang penting, pak. Orang Amerika kan punya senjata. Tapi penggunaannya kan itu yang harus diatur. RN: Lalu amunisinya dari mana, pak? NM: Mereka punya. Kan saya kira, misalnya Falentil dia ambil peluru dari mana? Saya hal yang sama juga yang akan dilakukan oleh pasukan-pasukan pro integrasi ini. RN: Menurut keterangan Deplu maupun ABRI selama ini milisi-milisi yang ada ini tidak dipersenjatai dengan senjata api. Jadi hanya senjata- senjata ringan, ya. Apakah ini tidak perlu dilucuti oleh ABRI? Atau ABRI membiarkan senjata api ini dimiliki dan dipergunakan oleh milisi-milisi di Timor Timur? NM: Jadi saya informasikan bahwa pasukan-pasukan pro integrasi ini siap berhadapan dengan siapa saja yang mencoba melucuti senjata mereka. Misalnya mau dilucuti secara semua pihak, mereka bersedia. Tetapi kalau mau dilucuti secara sepihak, maka mereka siap berhadapan dengan siapa saja yang mau melucuti senjata mereka. Jadi ini yang perlu kita pertimbangkan. Tidak terkecuali ABRI juga. Kalau ABRI misalnya mau melucuti senjata mereka secara sepihak, mereka mungkin akan melawan. Mereka tidak mau. Soalnya kan keselamatan mereka kan terancam. RN: Oleh siapa, pak? NM: Oleh Falentil, toh. Guru-guru, tenaga-tenaga medis mau meninggalkan Timtim. Ini sebagai sebagai salah satu bukti bahwa ada ancaman terhadap orang-orang yang pro integrasi. RN: Demikian NATALINA MONTEIRO, sekretaris Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan FPDK di Jakarta. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Mar 1999 jam 16:58:06 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
