----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


BANK YANG AKAN DILIKUIDASI BERKURANG

        JAKARTA (SiaR,10/3/99), Bank yang akan dilikuidasi Sabtu, 13 Maret
mendatang berkurang dari 40 bank yang seharusnya telah ditutup. Selain itu,
belakangan ada usaha dari kalangan tertentu di pemerintahan untuk
mengambilalih bank-bank milik pengusaha keturunan Cina baik oleh pemerintah
maupun oleh pengusaha pribumi. "Ada upaya pribuimisasi perbankan," ujar
seorang bankir.

        Dua bank besar, Bank Central Asia (BCA) milik Liem Sioe Liong dan
Bank Danamon milik Usman Admadjaya dan Salim Grup, sebelum ini sudah
diambilalih pemerintah dengan pemasokan dana Bantuan Likuisitas Bank
Indonesia (BLBI). BCA yang kesulitan likuiditas karena terjadi rush disuntik
dana sebesar Rp 30 triliun dan Bank Danamon sebesar Rp 18 trilyun.

        Sementara itu, selama seminggu setelah penundaan likuidasi diumumkan
pemerintah, Bank Indonesia mengumumkan sejumlah bank naik peringkatnya dari
kategori C ke kategori A. Ini diungkapkan Syahril Sabirin, Gubernur Bank
Indonesia, sendiri. Pernyataan Syahril ini mengagetkan, karena sebuah bank
yang modalnya Rp 2 triliun saja, angka minimal yang ditetapkan Bank
Indonesia untuk sebuah bank, yang kini merosot ke kategori C dengan capital
adequacy ratio (CAR) di bawah 50 perse misalnya, membutuhkan setidaknya
pasokan dana Rp 2 hingga 3 trilyun agar naik ke kategori A dengan CAR di
atas 5 persen.

        Pernyataan Syahril ini memang mengherankan, karena di tengah situasi
sulit sekarang ini siapa yang bisa memperoreh dana triliunan untuk menyuntik
bank yang seharusnya ditutup? Sejumlah bankir mengatakan, suntikan
besar-besaran diberikan pemerintah pada sejumlah bank yang pemiliknya
pribumi atau gabungan antara pribumi dan non-pribumi seperti Bank Nusa
Nasional (Aburizal Bakrie), Bank Niaga, Bank Papan dan sebagainya.

        "Ini seiring dengan kebijakan pemetintah Habibie untuk menggeser
dominasi pengusaha Cina," ujar seorang bankir.

        Kebijakan ini, menurut sejumlah bankir, hanya akan menimbulkan
masalah di kemudian hari karena bank-bank yang dibantu itu bukan bank yang
tangguh hingga akan mengalami kesulitan lagi beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, diperoleh informasi dari Bank Indonesia, BCA dan Bank Danamon
tak akan dilepas lagi kepada pemilik lamanya, kendati mereka mampu
mengembalikan BLBI.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Mar 1999 jam 22:12:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke