----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
MOTIF DAHLAN ISKAN HANYA BISNIS
JAKARTA (SiaR, 10/3/99), Setelah menjual semua saham Tabloid Amanat,
tabloid mingguan Partai Amanat Nasional (PAN) kepada pengusaha Probosutedjo,
Dahlan Iskan, bos Jawa Pos Grup, pemilik modal sejumlah koran partai itu
juga menjual Duta Masyarakat Baru kepada Jakarta Post.
Penjualan Amanat, tabloid yang selama ini menyuarakan amanat PAN
yang dipimpin Amien Rais kepada Probosutedjo, adik Soeharto, mantan Presiden
RI disesalkan banyak orang. Banyak orang menuduh Probo yang kini Ketua PNI
Front Marhaenis mempecundangi PAN, namun tak ada seorang pun yang menuduh
Dahlan Iskan mengambil keuntungan sendiri dari penjualan itu.
Dahlan di awal reformasi memang memprakarsai terbitnya koran-koran
partai. Ia membiayai penerbitan Amanat, Duta Masyarakat Baru (Partai
Kebangkitan Bangsa), Demokrat (PDI Perjuangan) dan Abadi (Partai Bulan
Bintang). Semua saham koran-koran itu dimiliki Jawa Pos.
"Ibaratnya metromini, siapa saja bisa menumpang," ujar Dahlan suatu
ketika mengenai kepemilikan Jawa Pos di koran-koran partai yang berbeda
ideologi itu.
Dahlan memang hanya melulu berpikiran bisnis. Amanat, belum ada 6
bulan terbit, tirasnya sudah mencapai lebih dari 100 ribu eksemplar. Duta
Masyarakat Baru, harian yang dulu milik Nahdlatul Ulama ini pun menampakan
prospek bisnis yang bagus. Dengan menjual saham Amanat dan Duta, Dahlan bisa
mengeduk keuntungan yang lumayan.
"Dari penjualan Amanat saja, Dahlan untuk sekitar Rp 2 milyar," ujar sumber
SiaR.
Jumlah penjualan Duta Masyarakat Baru ke Jakarta Post belum
diketahui, namun sumber SiaR menyebutkan angkanya tak jauh berbeda dengan
angka hasil penjualan Amanat. Dengan modal ratusan juta saja, Dahlan bisa
mengatungi uang lebih dari Rp 4 milyar dalam beberapa bulan.
Dahlan, menurut kalangan wartawan, telah bertindak sewenang-wenang
dengan menjual Amanat ke Probosutedjo, kendati karena kepemilikannya yang
100 persen di Amanat, ia punya hak untuk berbuat apa saja terhadap tabloid
itu. Selain Amanat, Dahlan juga menjual Majalah Berita Ekonomi "Prospektif"
pada Probosutedjo. Untuk meraih keuntungan yang lebih banyak, Dahlan
tampaknya juga akan menjual Demokrat dan Abadi.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Mar 1999 jam 22:20:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++