----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 09/II/11-17 Maret 99
------------------------------

PROVOKATOR CENDANA DITANGKAP

(POLITIK): Seorang bekas anggota ABRI yang mengaku sebagai laskar Cendana
ditangkap. Polisi menghindari penyelidikan motif politik dan hanya
mengarahkan ke persoalan kriminal.

Senin tengah malam, 1 Maret lalu, masyarakat kampung Ploso, Kecamatan Jati
kabupaten Kudus Jawa Tengah dikejutkan dengan hadirnya puluhan polisi yang
menggerebeg sebuah rumah kontrakan di Jl Tambak Lulang. Seorang berbadan
kekar yang sehari-harinya oleh masyarakat setempat dianggap sebagai anggota
ABRI itu diseret keluar dari rumahnya dan dibawa ke kantor polisi, Polres
Kudus. Sejak saat itu, masyarakat setempat mulai tahu bahwa ternyata orang
yang dikenal sebagai Mas Sigit itu adalah orang yang dicurigai sebagai
provokator.

Kecurigaan masyarakat  itu semakin jelas, setelah beberapa hari kemudian
Kapolres Kudus Letkol Halba Rubis Nugroho kepada wartawan membeberkan ihwal
penangkapan pria yang bernama Sigit Budi Prasetyo (48) itu. Rubis waktu
konperensi pers itu mengatakan bahwa alasan penangkapan terhadap Sigit,
lantaran banyak bukti menunjukkan ia adalah  seorang provokator yang
bergerak di pantai utara. Dan tuduhan itu semakin diyakinkan setelah Sigit
mengaku kenal dengan jaringan pengaman keluarga Cendana.

Seperti dituturkan oleh polisi, bahwa Sigit Prasetyo Budi (48) adalah bekas
anggota ABRI berpangkat kapten. Dalam interogasinya, Sigit menuturkan secara
runtut perihal keikutsertaannya dalam "pasukan" yang direkrut oleh Letjen
TNI Prabowo Subianto (mantan Pangkostrad). Ia mengaku ditugaskan khusus
melakukan pengamatan kondisi dan aktivitas masyarakat di wilayah pantura.
Dan kepercayaan masyarakat semakin menjadi ketika Sigit bisa cerita tentang
pembentukan Satgas Tebas (tenaga bantuan sukarela), pelindung keluarga
Cendana. Satgas Tebas ini menurut pengakuan Sigit, direkrut dari para santri
yang beraliran Syi'ah. Untuk di pantai utara, menurut Sigit, basis
perekrutan anggota satgas adalah ratusan pondok pesantren yang beraliran Syi'ah.

Perihal pengakuannya bahwa ia anggota ABRI sebenarnya sudah terkonfirmasi
oleh pernyataan Bupati Kudus Kolonel Amin Munajad. Amin mengaku pernah satu
angkatan dengan Sigit di Akmil Magelang tahun 1974. Dan terakhir, Sigit
memang pernah bertugas di Batalyon Kavaleri Kodam IV Diponegoro. Dan menurut
sumber di pemda Kudus, aktivitas Sigit lelaki warga Desa Purwayana, Teluk
Jambe Karawang ini berada di Kudus sejak Desember 1998. Dan selama itu, ia
telah mendatangi sejumlah pejabat di wilayah pantura, yaitu selain Bupati
Kudus, juga Kapolwil Pati.

Tapi entah karena apa, dengan seabrek ceritera runtut pengakuan Sigit itu,
Polres Kudus belakangan mengelak telah memberikan keterangan bahwa Sigit
adalah provokator. Beberapa sumber menyebut, bahwa Polres Kudus mendapat
tekanan dari kekuatan tertentu di Jakarta sehingga dalam penyidikan
selanjutnya tidak akan menyentuh perihal aktivitas Sigit sebagai provokator.
Sigit yang saat ini mendekam di tahanan Polres Kudus hanya dikenai tuduhan
melakukan tindakan pidana penipuan, pasal 378 jo 228 KUHP.

"Karena sering mengaku anggota ABRI dari Badan Intelijen ABRI dan berpangkat
kolonel," kata sumber di kepolisian Kudus.

Pengaburan fakta oleh polisi Kudus ini menimbulkan kecurigaan. Sebab, dari
serangkaian pengakuan Sigit, seperti berdirinya Satgas Tebas yang
disebut-sebut itu memang pernah ada. Dan sudah seharusnya polisi melakukan
pengembangan penyidikan.

Perlu diketahui, sejak akhir Mei 1998, keluarga Cendana dikabarkan aktif
mendanai sejumlah operasi pengamanan di Jakarta. Yaitu mulai dari pengamanan
Sidang Istimewa dengan cara memobilisir satuan-satuan PAM Swakarsa
menggerakkan satuan-satuan khusus untuk mengalihkan perhatian dari fokus
gerakan mahasiswa. Mbak Tutut sendiri dibantu beberapa operator lapangan
yang antara lain melibatkan Sugeng Suparwoto, wartawan harian Media
Indonesia, Machmud Rakasima, mantan wartawan tabloid DeTIK dan mantan
aktifis ITB Syahganda Nainggolan. Kedua orang terakhir ini merupakan
pelaksana lapangan operasi PAM Swakarsa. Syahganda bertugas mengurusi
logistik,  Machmud bertugas mencari para pengangguran untuk dilatih di
Cibubur dan Rindam Jaya. Sedangkan Sugeng bertugas menjalankan semua
pelaksaaan operasi.

Untuk menjalankan operasinya secara legal, kelompok "laskar" Cendana ini
konon juga mendirikan yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI),
berkantor di Permata Pamulang, Tangerang.

Tugas yayasan ini melakukan rekrutmen atas sejumlah pemuda pengangguran dan
preman di pinggiran Jakarta dengan imbalan cukup menarik dan dididik jadi
tentara sipil. Ketua Harian YAKMI adalah anak Mbak Tutut sendiri, Dandi R
Kusdinar. Sedangkan Ketua Umumnya adalah pimpinan Padepokan Seni Olahraga
Tradisional Indonesia (Pancalaga), Dion Adikusuma. Saat menjelang
pelaksanaan SI lalu, YAKMI mendirikan satuan elit yang diberi nama Satuan
Tugas Tenaga Bantuan Sukarela (Satgas Tebas). Selama seminggu pada September
1998 mereka mendidik 150 anggota "vigilante" angkatan pertama yang dilatih
disiplin paramiliter yang direkrut dari beberapa daerah seperti Bogor,
Sukabumi, Subang, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Lampung dan Tangerang. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Mar 1999 jam 19:09:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke