---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 09/II/11-17 Maret 99 ------------------------------ SKANDAL JABATAN ADI SASONO (POLITIK): Adi Sasono dinonaktifkan dari Golkar. Tapi ia telah mempersiapkan partai untuk mencapai ambisinya. Dalam rapat pleno tertutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Golongan Karya (Golkar) Selasa (8/3) lalu, sejumlah DPD Partai tersebut minta agar Menteri Koperasi/PPKM Adi Sasono segera dinon-aktifkan dari Golkar. Penyebabnya, Adi Sasono dianggap telah mengkhianati organisasi bentukan Orde Baru itu karena telah mendirikan partai baru, "Partai Daulat rakyat". Atau minimal telah menggunakan jabatan-menterinya dan memberikan ruang dan fasilitas berdirinya sebuah partai di luar Golkar. Ketegangan antara DPP Golkar dengan Adi Sasono ini sebenarnya sudah lama tercium oleh masyarakat. Yaitu sejak Adi terang-terangan menolak perintah menjadi juru kampanye Golkar dalam pemilu nanti. Kedongkolan itu semakin menjadi setelah diketahui Adi Sasono mempergunakan kantornya untuk membangun jaringan Partai Daulat Rakyat. Menurut kantor berita SiaR, sejumlah dana bantuan sosial atau bantuan pengembangan usaha kecil yang melalui kantor Kementerian Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah yang dipimpin Adi sasono tersebut dimanfaatkan untuk menggalang dukungan terhadap Persatuan daaulat rakyat yang nota bene adalah "pasukan pemenangan" Partai Daulat Rakyat. Belakangan, menurut sumber itu Adi menggunakan anggaran departemennya untuk mendirikan sejumlah cabang PDR di berbagai daerah. Ia juga akan menggunakan mendirikan Pos Ekonomi Rakyat yang memakai dana departemen koperasi terutama dari kantong kantornya Cacuk Sudariyanto yaitu Dirjen UKM Depkop yang juga merupakan ketua Persatuan Daulat Rakyat dan teman dekat Adi. Selain itu, usaha memperkuat jaringan kelompok Adi juga pernah dilakukan ketika departemennya punya otoritas mengendalikan pasaran minyak goreng beberapa waktu lalu. Sejumlah koperasi dadakan bermunculan dari kolega-kolega Adi Sasono untuk menerima jatah penyaluran minyak goreng ini. Dari informasi yang diperoleh Xpos menyebutkan bahwa berdirinya Partai Daulat Rakyat dan Persatuan Daulat Rakyat adalah alat untuk melicinkan ambisi Adi merebut kekuasaan. Partai untuk bermain di tingkat struktur, sedangkan persatuan untuk wadah penggalangan dukungan di bawah. Tapi mengenai keterkaitan itu, Adi maupun kelompoknya memang menolak pengkaitan keberadaan Adi di kedua organisasi tersebut. Namun fakta menunjukkan bahwa kedua organisasi itu berada dalam satu payung. Perlu diketahui para pengurus Partai Daulat Rakyat dan Persatuan Daulat Rakyat adalah teman-teman karib Adi Sasono baik di ICMI-CIDES maupun ketika Adi menjadi Menkop. Di Persatuan Daulat Rakyat, terdapat nama-nama seperti Cacuk Sudaryanto sebagai ketua dan aktifis Cides sekaligus staf ahli Menkop Syahgana Nainggolan sebagai Sekjennya. Sedangkan yang duduk di Partai Daulat Rakyat adalah rekan Syahgana, yaitu Baharudin Ginting dan Dodi Guntoro. Ketika dilangsungkan Munas Persatuan Daulat Rakyat di Graha Wisata Remaja TMII, sejumlah pengurus teras Partai Daulat Rakyat pun ikut hadir dan ikut serta dalam rapat terutup penentuan pengurus persatuan itu. "Tak masuk akal kalau kedua organisasi ini tidak berkaitan," kata sumber Xpos. Memang, pembuatan partai ataupun organisasi adalah hak setiap warga negara. Tetapi memakai jabatan untuk kepentingan ambisi diri dan kelompok itu yang menjadi masalah. Sebab program-program pemerintah yang semestinya untuk masyarakat yang membutuhkan bisa-bisa akan lari ke kelompok-kelompok pendukungnya. Seperti Program Pos Ekonomi Rakyat (PER) yang dicanangkan oleh Depkop dan ditangani langsung oleh Cacuk itu belum-belum sudah didistribusikan melalui cabang-cabang Persatuan Daulat Rakyat. Yang tidak lain bertujuan untuk memperkuat partai. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Mar 1999 jam 19:45:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
