---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 09/II/11-17 Maret 99 ------------------------------ Dr. Syamsuddin Haris, pengamat politik: "ALIANSI ITU SAH-SAH SAJA" (POLITIK): Tim Sebelas, kamis lalu (4/3) mengumumkan 48 partai layak mengikuti pemilu Juni mendatang. Kelayakan ini berarti bahwa partai-partai yang lolos ini telah melengkapi bermacam persyaratan yang telah ditentukan. Namun, tak bisa dilupakan bahwa situasi bangsa sedang tidak menentu. Mungkin kah pemilu tahun 1999 mendatang menjadi pemilu yang sehat? Adakah solusi alternatif yang bisa ditawarkan? Pengamat Politik Syamsuddin Haris, ketika diwanwancarai Xpos (4/3) memberikan sejumlah jawaban. Menurutnya, salah satu cara yang mungkin dilakukan adalah melalui koalisi antarpartai. Berikut petikan wawancaranya: T: Bagaimana usulan koalisi yang Anda tawarkan? J: Koalisi itu dalam sistem multipartai adalah suatu kebutuhan. Jadi, bagaimana pun pemerintahan yang dihasilkan pemilu tidak bisa dibuat tanpa ada koalisi antara kekuatan-kekuatan politik yang ada di dewan nantinya ataupun yang ada di majelis. T: Anda yakin partai-partai yang ada sekarang ini bukan cerminan kekuatan status quo? J: Ya, mudah-mudahan ya tidak lagi mencerminkan statusquo tapi hendak membawa kita kepada, ya katakan lah kedaulatan rakyat, begitu. T: Komentar Anda dengan aliansi PKB, PDI Perjuangan dan PKP bagaimana? J: Aliansi itu sah-sah saja, bagaimana pun itu kan hak masing-masing partai politik yang ada. Cuma memang kalau kita mau melihat sejarah kebangsaan kita kalau aliansi itu kalau mau kokoh, mau stabil itu musti melibatkan dua golongan ideologis yang utama. Nasionalis atau kebangsaan di satu pihak dan golongan Islam di pihak lain. Nah, ini fondasinya mestinya. Kita melihat misalnya bagaimana Pancasila dihasilkan pada tahun 1945 itu kan hasil kompromi dua golongan yang utama itu, memang ada golongan yang lain, tapi ini yang utama. Nah, kalau koalisi mengabaikan basis ideologis yang utama itu, mungkin tidak akan begitu kokoh. T: Aliansi PKB dan PDI Mega kemarin itu cukup kokoh? J: Ya, sebetulnya PKB kan hanya sebelah saja dari golongan Islam sebelah yang lain kan tidak. Kalau PKP tidak usah dihitung lah. PKP kan sempalannya Golkar. Tapi kalau PDI Megawati kan jelas mewakili ideologi Nasionalis. T: Sikap politik Anda pada pemilu mendatang, berkaitan dengan persoalan Ambon, Timor Timur, Aceh? J: Lho kok nanya sikap politik, saya itu bukan politisi. Yang punya sikap politik itu politisi, ha...ha... T: Calon itu akan muncul dari mana? J: Kan yang sudah kelihatan kan PKP, PDI Megawati, dan PKB kan. Kalau yang lainnya kan kita belum tahu, masih menunggu. T: Peluang terbesar calon presiden dari ketiga partai yang berkoalisi ini? J: Kemungkinan ya, Megawati yang disiapkan untuk tiga (partai-red) ini ya. T: Bagaimana jadinya jika koalisi PDI Perjuangan, PKB, serta PKP kalah dalam pemilu mendatang, apakah masa mereka, terutama pedukung Megawati siap menerima kekalahan ini? J: Ya, memang itu yang patut kita sayangkan ya. Kita belum bisa membayangkan bagaimana seandainya PDI Megawati ini kalah dalam pemilu, walaupun misalnya pemilunya relatif jurdil misalnya. Kenapa? Sebab pendukungnya kan, sebagian besar kan pendukung yang, apa ya, tidak rasional. Oleh sebab itu, soal-soal ini mesti diselesaikan atau diatasi. Dan di situ lah pentingnya konsensus atau kesepakatan politik para pemimpin oposisi. Entah itu namanya Amien Rais, Megawati, Gus Dur dan yang lain. T: Pesaing terberat aliansi ini mana? J: Pesaingnya tentunya kekuatan-kekuatan statusquo di satu pihak Golkar maupun yang lain, misalnya golongan Islam yang di luar PKB. T: Potensi Golkar untuk menang bagaimana? J: Saya kira tidak ya, kalau pemilunya adil dan jujur ya... T: Anda optimis? J: Bukan masalah optimis dong. Pesimis. Saya sejak dulu mengatakan Golkar tidak punya peluang kalau pemilu itu adil dan jujur. T: Saran Anda, apa yang sebaiknya dilakukan mahasiswa? J: Kalau untuk mahasiswa, ya ikut ambil bagian dalam pemantauan pemilu. Nggak ada yang lain. Kita musti berpikir positif dulu lah. Sebab hanya itu peluangnya. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Mar 1999 jam 20:21:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
