---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Assalamu'alaikum Wr Wb. Setelah tulisan "Diobok obok" ingin saya mengingatkan kepada mas Wiranto akan jebakan "madu dan racun" dengan pencalonan anda menjadi salah satu bakal calon presiden. Rasanya saya yakin mas Wiranto tetap berpegang pada kata2 " jadilah seperti yang seharusnya kamu ditakdirkan", jangan mau ditipu oleh suatu fatamorgana, karena fatamorgana yang kamu lihat sebenarnya adalah pisau bermata dua yang siap mencincangmu. Disatu sisi menggenggam racun (dengan merekayasa demo2 buat menjatuhkan anda selaku Pangab, melepas kamu dari komando ). disisi lain tangan itu menggenggam madu (usulan untuk menjadikanmu bakal calon presiden nomor kesekian) yang nggak bakalan dikasihkan bener ... cuma untuk membikin terlena. Dari beberapa teman yang bertugas di Ambon, ternyata apa yang diberitakan di ibukota banyak yang bertolak belakang dengan fakta intelejens disono, namun tidak mungkin untuk diekspose mengingat itu akan membuat "kaum pengipas" akan menyemburkan bara api ke ABRI. Memang siasat para pengipas untuk berlindung dibalik suatu sentimen yang sudah berkembang, cukup jitu. Apalagi dibantu oleh "perlindungan" dari orang2 yang sedang punya berperan dipusat, walah ...... rasanya tanpa resep yang cespleng manjurnya....... saya takut Ambon jadi sumber (atau gudang) letusan rentetan didaerah2 lain (yang seperti dugannku di tulisan "Diobok obok") yang sudah mulai merebak. Harus ada ketegasan tindak tanpa takut effek politis didalam menghentikan kerusuhan Ambon, jangan takut bersinggungan dengan tukang kipas/ provokator2 tingkat tinggi deh. Kita mulai merasakan, mulai saat disahkannya 48 partai peserta pemilu, maka dimulai kampanye untuk mendiskreditkan pemimpin atau tokoh partai tertentu, yang dianggap berbahaya buat si dalang agung. PAN dan PKB mulai dikipas, hingga ketelepasan minta pemerintah yg sekarang demisioner, lha khan cukup membingungkan wong pemilunya tinggal tiga bulan lagi kok pakai pemerintah demisoner apa nggak malah tambah kacau nantinya. Terus kalau kacau yang tanggung jawab siapa? Apa Rudini selaku ketua KPU plus anggotanya? Apa ketua DPR/MPR? Rasanya sesepuh dua partai itu bakal kuciwa atas "ketelepasan omongan" tadi, juga rakyat jadi bingung mikirnya. Hari ini 13 Maret 1999 Gus Dur sudah kesandung likwidasi bank, Bank Papan Sejahtera kena likwidasi, eh malah Bank Nusa Nasional sama Risyad Salim Indonesia di BTO kan. (Lhoh kriteria bank yang di BTO kan apa sih? katanya yang sebagian sahamnya milik pemerintah kayak Bank Pos dan cabang dan operasinya sudah besar/banyak. Emang BNN , RSI dan Rama masuk kriteria itu?). Amien Rais disandung dengan ucapannya yang minta bantuan USA dalam ikut menanggulangi situasi stabilitas nasional, nah lho.....tinggal Mega yang belum kenak saat ini (walau beberapa saat lalu sudah digoyang dengan fatwa agama ...... tuduhan agama yang dianutnya dan dikatakan tidak ikut berkiprah alias teriak2 dimasa reformasi ini). Sepertinya kerusuhan yang direncanakan akan berjalan seiring dengan rekayasa dibidang ekonomi dan politik, buat menggoyang sang penantang atau bahkan menunda pemilu, seperti kerjanya gunting yang memotong kertas dari dua sisi secara bersamaan. Jangan2 sesaat lagi akan ada program "Jaring Pengaman PHK 38 Bank Likwidasi" oleh pemerintah, pak Adi bagaimana? sudah siap anda buat membuat kesan murah hati dan perhatian pemerintah akan PHK massal itu? Embuh duwitnya siapa yang bakal dibagi bagi, terus nggak tau nanti mbayarnya, yang penting saat ini image buat saya bagus. Ya nggak? ya nggak? Gimana sapi Indianya pak Adi? hehehehe kok omongan boss Texmaco diikuti .... jadinya runyam deh. Cukup 1000 truk Perkasa-nya Texmaco dibeli buat pemilu (aneh juga beli truk yang belum produksi, kalau entar waktu dioperasikan banyak kendala jangan pada salah2an ya. Padahal banyak ATPM yang lagi ngos2an jual truk mereka yang sudah lama diassembling di Indonesia) Suhu politik bakal menaik, ticket pesawat ke luar negeri bakal laris manis buat warga non pribumi yang berduwit dan sudah empot2an jantungnya, dollar bakal melambung kayak roller coaster ........ dan inflasi bakal menghantui ekonomi kita. Para pejabat tolong deh sudahi intrik2 politik anda yang kelihatannya tidak etis lagi, perhatikan stabilitas keamanan dan ekonomi kita menjelang pemilu, jangan kalian korbankan kepentingan rakyat hanya demi ambisi2 segelintir manusia dalam menggapai ambisi dan impian2 gilanya. Buat ABRI dan petingginya, saat ini adalah moment terbaik buat anda untuk menebus dosa2 dimasa lalu, jadilah pelindung dan pengayom rakyat dalam menghadapi rongrongan "dalang" dan si "angkara murka". Bicaralah keras terhadap pemimpin2 yang munafik (kayak ucapan pak Agus Wirahadikusumah/ Asrenum beberapa hari lalu), kalau perlu tindak mereka yang sudah kelewat batas secara tegas, guna tegaknya hukum dan ketertiban menjelang pemilu y.a.d. Marilah kita sekalian berusaha dan berdoa, agar pemilu Juni 1999 dapat terlaksana dengan jujur dan adil serta tepat waktu, lebih dari itu kita harapkan agar kita bisa mendapatkan pemimpin yang benar2 berpihak pada rakyat, hukum dan menjunjung tinggi demokrasi serta jujur. Pemimpin seperti itu sangat kita perlukan disaat krisis begini, siapapun dia........suku apapun dia..... jenis apapun dia. Semoga................... Wassalamu'alaikum Wr Wb Sidik Pamungkas (mau cari boneka dari India buat pengganti sapi) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Mar 1999 jam 06:28:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
