----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Assalammu'alaikum Wr Wb

Waktu berjalan terus ....Ambon masih mencekam dan menyisakan derita buat
warganya. saat keributan mereda terjadilah penembakan yang dilakukan
oleh oknum terhadap umat Islam dilingkungan rumah ibadah (kebenaran soal
dimana dan bagaimana terjadinya penembakan tersebut masih simpang siur),
sehingga menimbulkan reaksi yang cukup keras, namun belum hal itu clear
muncul adanya ledakan bom  yang disusul penembakan lagi dan kali ini di
lingkungan rumah ibadah umat beragama lain. Kayaknya pihak dalang kok
kayak ngadu jangkrik,  dengan cara membangkitkan sentimen salah satu
pihak agar terjadi perlakuan keras terhadap pihak lain, kemudian kipas
emosi masing2 pihak agar bereaksi keras dan bahkan bisa menimbulkan
kemarahan dan kebencian yang bisa menimbulkan ledakan SARA yang lebih
luas.

Secara teori memang teror dan aksi adu domba disatu kawasan tidak akan
bertahan lama, karena pasti masing2 pihak akan sadar bahwa mereka
terlanjur bertindak diluar akal sehat serta merugikan diri sendiri.
Untuk itu maka sesuai teori teror, setelah satu kurun waktu maka sasaran
di ubah dan diperluas, kelihatannya saat ini sang "dalang agung" mulai
menurunkan kaki tangannya untuk memperluas  sentimen yang menjurus
permusuhan antar kelompok ( dalam hal ini agama) ke wilayah yang lebih
luas. Mereka sudah hampir selesai membuat Ambon menjadi pemicu
(detonator) untuk meledakkan bahan peledak yang lebih luas atau wilayah
lain, kebencian dan rasa solidaritas dibangkitkan secara berlebihan guna
memulai petualangan obok mengobok yang lebih luas. Mengapa Indonesia
Timur yang terpilih untuk menjadi sumbu ledak? Pada awalnya Kupang ...
namun ternyata gagal karena langsung reda, kemudian disusul Ambon ...
yang disediakan cadangan yaitu Timor Timur dan kabarnya Irian Jaya juga,
untuk menjaga kalau2 Ambon segera reda. Karena disana pluralisme dan
jumlah umat masing2 agama hampir berimbang bahkan dibeberapa daerah
disono, jumlah umat Islam lebih sedikit. Sebab itu (menurut hitungan
sang dalang) bakal terjadi pertarungan lama yang seru dan bahkan
memungkinkan adanya korban lebih besar dikalangan umat Islam,  ini yang
mereka harap untuk menimbulkan reaksi keras dan kemarahan diwilayah
wilayah lain (dimana umat Islam merupakan warga mayoritas), dan karena
tidak mungkin kemarahan itu ditumpahkan ke Ambon......karena jarak dan
hal lain ..... sangat riskan akan tertumpah di wilayah masing2. Kalau
sampai terjadi kembali peristiwa Ketapang, sesuai uji coba sang dalang
yang berhasil beberapa waktu lalu,  di banyak wilayah, maka sangat
dimungkinkan .... sekali lagi sangat dimungkinkan adanya SOB alias
keadaan darurat sipil secara nasional. Buntutnya sangat mungkin...
ulangi sangat mungkin ..... pemilu akan tertunda, fanatisme agama akan
menjadi sangat kuat  sehingga bisa dibuat senjata oleh si dalang cs.
buat mengoper kekuasaan dan yang jelas panglima ABRI diganti karena
dianggap gagal dalam tugasnya. Ini memang kerja agung obok obok, karena
tujuannya mutiple dan sang dalang juga multiple (bukan satu pihak saja).
Konspirasi ini dibuat setelah sang "dalang agung" mendapat kode dan
pendekatan dari si anak murtad antara lain dengan skandal sadapan
telepon (siapa sih sebenarnya yang nyadap dan merekam? Ayo tebak...) ,
guna menjatuhkan anak murtad yang lain (dulu janjinya mau menjaga dan
memperhatikan gue ...lha sekarang kok  malah deket2 sama orang2 yang
dulu gue nggak seneng, malah orang2 gue elu singkirkan) serta menunda
pemilu sebab antek2 gue belon siap buat merekayasa kemenangan. Lha
banyak partai lain yang kayaknya lebih kuat dan diterima rakyat, apalagi
ada 3 partai yang bermassa kuat mempunyai indikasi mau koalisi, entar
kalau antek2 gue kalah khan banyak yang jeblok dan bakal diadili karena
kasus KKN masa lalu. Kalau masyarakat terpecah belah ....khan gampang
buat saya membeli teman diantara massa yang terpencar alias membuat
koalisi istilah elite  politisnya.

Jadi jelas kayaknya, pertistiwa Ketapang adalah uji coba, lalu Ambon
(Maluku dan NTT) dibuat jadi sumbu ledak alias detonator buat ledakan
yang lebih luas lagi, yaitu nasional. Dan kayaknya gayung sudah mulai
bersambut, ditakutkan reaksi atas pembunuhan atas umat Islam di Ambon
akan menjadi tidak terkontrol. Kemudian menjadi keributan massal atau
kasus SARA yang menyebar secara luas, yang bisa menimbulkan perpecahan
didalam  masyarakat atau kubu  reformis dan  mengharuskan adanya
penundaan pemilu. Kita mulai merasakan adanya suasana panas didaerah
daerah lain, antara lain unjuk rasa yang mudah2an terkontrol dan tertib,
cuma yang ditakutkan muncul provokator2 lapangan yang langsung ngobok
obok massa yang sedang marah hingga sangat riskan untuk meledak menjadi
kerusuhan. Yang jelas reaksi berlebihan akan menimbulkan situasi yang
lebih memanas, itu yang diharapkan oleh sang dalang.

Kami minta kepada para pemuka masyarakat dan agama, baik di Ambon maupun
didaerah lain (terutama ibu kota) agar malah bisa meredam emosi massa.
Rasa marah dan dendam terhadap korban yang terjadi di Ambon, kita
salurkan secara baik dan tertutup, lebih baik kita secara dingin
mengadakan sholat gaib dan mengumpulkan dana buat saudara2 kita yang
sedang menderita di Ambon. Jangan malah mengerahkan massa dijalanan dan
mengumbar emosi untuk membalas dendam (emang tujuannya mau membantu
saudara kita di Ambon, atau membuat show of force buat menakuti musuh
politik kita?),  lha barangkali umat lain juga pernah mendongkol dan
menuduh kita dalam masalah Ketapang Situbondo dll. Waduh .... kalau
panas hati masing2 dituruti kok kayaknya  kita menuju kepada kehancuran
bangsa, apa memang dendam dan kemarahan atau pembenaran diri sendiri
menjadi pola hidup kita saat ini? Kita yang merupakan warga mayoritas di
negeri ini, seharusnya bisa bertindak selaku kakak tertua yang mengayomi
adik2nya yang lebih kecil.

Apa bener sih tulisan yang katanya dari  mantan agen KGB di salah satu
mailing list, memberitahu bahwa salah satu acara akbar nantinya adalah
adu agama buat keselamatan dan kepuasan seseorang? Kalau gitu ramalan
Joyoboyo soal goro2 antar lain bilang " Wong Jowo ( Indonesia maksudnya
kali, maklum Joyoboyo khan belon pernah keluar pulau Jawa) gari separo,
wong Cino gari sak jodo, wong Londo gela gelo" Maksudnya " penduduk
pribumi tinggal separuh (entah karena korban keributan, atau kita
terpecah), orang Cina tinggal  sepasang (yang lain kabur keluar negeri
cari selamat atau jadi korban) , orang Barat geleng geleng (mungkin
bingung, atau terenyuh atau heran liat prilaku kita yang kayak kambing
diadu habis2an). Wah......wah...kasian deh generasi anak2 kita,
dibesarkan dalam suatu era yang memalukan dan akan merupakan trauma buat
mereka seumur hidup.

Marilah saudaraku sesama Muslim serta saudaraku yang beragama lain, ayo
kita bina lagi kesatuan dan persatuan yang pernah kita lakukan pada saat
kita memperjuangkan kemerdekaan kita, marilah kita renungkan  isi sumpah
pemuda 1928 dan saat2 setelah proklamasi kemerdekaan 1945 dimana bung
Karno dan bung Hatta mempersatukan nusantara dalam suatu negara
kesatuan. Demi masa depan yang cerah buat anak2 kita sendiri dan seluruh
generasi muda mendatang.

Buat ABRI, sebelum kalian secara total rusak tercoreng moreng oleh aib
dan dosa, bertindaklah lebih tegas dan jujur ............. pak Wiranto
bila anda masih ewuh pekewuh, maka anda merupakan sasaran bidik jangka
pendek buat dijatuhkan (hahaha ....lihat saja dalam minggu depan, demo
dan tuntutan buat menjatuhkan anda akan makin santer, nggak percaya
..buktikan saja) . Bukalah dengan gamblang semua persoalan, jangan takut
akan konspirasi baru yang akan menjepit anda, kalau anda bertindak tegas
jujur untuk kepentingan bangsa yakinlah  seluruh penduduk Indonesia
(yang sudah bosen akan ribut2) akan mendukung anda. Bukan mendukung anda
menjadi pemimpin alias presiden, tapi mendukung anda/ABRI dalam
mengamankan jalan menuju pemilu yang jujur dan adil, guna mencari
pemimpin bangsa yang benar2 diterima mayoritas rakyat untuk
menyelamatkan negeri ini.

Buat para provokator dan dalang2 keributan, hati2 ya .... suatu saat
hukuman Allah akan menimpa anda, ingat kalian punya anak cucu kerabat
dll yang akan ikut menanggung akibat perbuatanmu.
Hentikan obok obok mu, kami sudah muak ......................

Wassalammu'alaikum Wr Wb
Sidik Pamungkas
(mau ngobok obok apa ya....????)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 1999 jam 07:48:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke