---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Bagaimana bisa jalan operasi intelijen itu dengan perbedaan kekuatan sarana dan prasarana begini. Apa yang akan kami lakukan--- kaum provokator sudah tahu lebih dahulu. Sementara apa yang kaum provokator ingin lakukan--- kami masih meraba raba. Dalam posisi masih meraba raba--- atau tepatnya dengan sedikit tahu--- lalu kami langsung main culik dan main tangkap--- tanpa bukti bukti yang jelas---, nanti salah lagi. Nanti Munir Kontras marah lagi. ( ini kalimat Patih Ghalib nan sakti yang enak di jadikan bemper ) . Jadi tolonglah--- jika kita cinta Neo Alengka ini--- jangan hujad kami terlalu jauh. Berilah kami cukup waktu untuk membereskan segalanya. Menejemen of change bergerak sedemikian cepat yang membuat kami terpontang panting mengejar segalanya. Suatu hal yang tertutup--- tiba tiba di buka begitu saja---jelas menimbulkan shock wave sesaat----, dan setelah itu akan stabil lagi. Sebenarnya kami---- GM TDA ini---, tidak berpikir macam macam. Cukup kami jangan di hujad. Bila gaji sudah sedemikian kecil---- jangan lagi dihinakan hati---, sementara kesejahteraan prajurit kami kini makin morat marit. Rakyat lapar--- paling paling menjarah. Tetapi tentara lapar--- bisa kudeta. Begitupun---, percayalah--- kami GM TDA---, tidak akan pernah kudeta. Arwah Perwira Alengka bersumpah--- bahwa GM TDA tidak pernah berpikir macam macam--- kecuali loyal tunggal pada pimpinan kami. Kami juga tidak akan pernah mengemas filantropis dan memohon belas kasihan. Kami adalah prajurit pejuang---, suatu kalimat yang dianggap goblok oleh kaum intelektual muda. Berjuang untuk negara dan bangsa adalah kuno. In this god we trust kata mereka sambil menunjukkan dollar nya uncle Sam. Sementara kami cuma bisa buka Sapta Marga dan Sumpah Prajurit--- dimana yang terbaca pertama sekali adalah "Setia kepada Negara Kesatuan Kerajaan Alengka". Ah----, kita memang berbeda. Kemarin Arwah Perwira Alengka baca iklan ---, ada tawaran untuk jadi tentara legiun asing---, dimana gajinya sangat menggiurkan. Tapi melihat posisi Mahapatih Wir yang sangat nelongso saat ini---- hati ini tidak tega. Arwah Perwira Alengka bukan type perwira nyolong playu. Mendingan hujan hujad dinegara sendiri dari pada hujan emas di negara orang. Minimal--- kami kami ini bukan culprit---, bukan tukang tipu dan bukan tukang khianat. Untuk Mahapatih Wir----, kami seluruh slagorde GM TDA berada di belakang Mahapatih. Rawe rawe rantas---, malang malang tebas. Kami tinggal tunggu aba aba. Maksudnya----, aba aba masuk barak. --- rek. Jangan salah duga. Aba aba kan bisa banyak arti. Hidup Neo Alengka yang banyak partai. Hidup Neo TDA yang menunggu aba aba. Arwah Perwira Alengka. Di Mayapada. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Mar 1999 jam 05:35:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
