---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Sinar Pagi, 11 Maret 1999 Pro Dan Kontra Pro dan kontra begitu dominan di era reformasi ini. Suatu hal yang sangat wajar pada halaman perdana demokrasi di Negeri kita. Maraknya demo mahasiswa tidak terlepas dari pro dan kontra. Munculnya Pamswakarsa tidak luput dari pro dan kontra. Sidang Istimewa yang digelar dikerubui pro dan kontra. Hasil Sidang Istimewa diterima dengan pro dan kontra. Lahirnya Ratih yang terkesan 'prmatur' sarat dengan pro dan kontra. Sang "Begawan" Gus Dur "berulah" semarak dengan pro dan kontra. Apakah pro dan kontra ini akan menjadi budaya kita? Memang betul. Pro dan kontra merupakan bagian dari demokrasi. Tapi, haruskah pro dan kontra itu berakhir dengan konflik? Haruskah berakhir dengan tetesan darah? Haruskah ditebus dengan nyawa? Gila. Betul-betul gila! Bisakah pro itu bermusyawarah dengan kontra? Bisakah pro membuang egoisnya? Bisa enggak pro dan kontra duduk satu meja dengan kepala dingin demi persatuan dan kesatuan bangsa? Enggak tahu deh! Wahai pro dan kontra, apa sih yang kalian cari? Apa sih yang kalian mau? Tidakkah kalian dengar ratapan rakyat kecil yang menderita dan resah? Tidakkah kalian lihat petani yang bingung karena pupuk susah dan mahal? Tidakkah kalian lihat perut rakyat kecil semakin kempes? tidakkah kalian lihat anak gelandangan semakin menyemut di semua persimpangan jalan? Gila! Wahai pro dan kontra, semakin kalian terlena dengan egoismu, semakin menderitalah rakyat yang tak berdosa. Dan, semakin hancur total Negeri ini! Kasihanilah kami yang tidak tahu apa- apa. Kasihanilah kami orang-orang awam. Wahai pro dan kontra, cukuplah pengorbanan jiwa dan raga itu oleh para pahlawan yang gugur dalam merebut Pertiwi ini dari cengkeraman penjajah! Mari kita berjuang melanjutkan cita-cita mereka yang telah mendahului di medan tempur. Kita saudara, sebangsa dan setanah air. Jangan 'bercampur' lagi dong! Istilah kemerdekaan ini dengan perjuangan yang penuh persaudaraan, persatuan, kesatuan, tenteraman dan damai demi rakyat, bangsa dan negeri tercinta ini. Siramilah api dendam yang membara dengan air ketenteraman dan kedamaian. Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada dua "kubu" yang berseteru! Lapangkan dan bukakan hati mereka untuk berdamai dengan penuh keikhlasan dan keimanan kepadaMu. Amien. T Hindarto Kadipaten 45452 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 1999 jam 06:42:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
