---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, Rabu, 10 Maret 1999 Dua Anggota ABRI Diculik di Baucau, 2.000 Pengungsi Masuki NTT DILI (Media): Dua anggota ABRI, Serka Katimir dan Koptu Nasikun, diculik sekelompok pemuda di Kabupaten Baucau, Minggu (7/3), dan hingga Selasa (9/3) belum kembali. Kadispen Polda Timtim Kapten Pol Drs Widodo DS di Dili, kemarin mengatakan, dua anggota ABRI itu sedang menumpang bus umum 'Bercelona' dari Kota Baucau menuju Dili. Sekitar pukul 16:00 Wita, Minggu, di Kampung Madoma, Desa Sukalaran, Kecamatan Vemasse, Kabupaten Baucau, sekitar 130 km sebelah timur Dili, bus tersebut dihadang sekelompok pemuda. "Mereka kemudian memaksa turun dua anggota ABRI itu lalu memukuli dan merampas satu pucuk senjata api genggam jenis FN," katanya. Aparat keamanan hingga saat ini masih mengusut peristiwa itu, kata Widodo. Situasi kamtibmas di Timtim, Selasa, dalam keadaan aman kendati beredar isu akan ada demonstrasi besar-besaran di Kota Dili saat berlangsungnya dialog tripartit. Semua kegiatan perekonomian dan pemerintahan di Kota Dili dan 12 ibu kota kabupaten lainnya berlangsung sebagaimana biasanya, masyarakat kota ini dan sekitarnya terlihat melakukan kesibukan seperti hari-hari sebelumnya. Para mahasiswa dari Universitas Timor Timur (Untim), Institut Pastoral Indonesia (IPI) Santo Thomas Aquinas Dili, Politeknik Negeri Dili, dan PGSD Cabang Universitas Nusa Cendana, Kupang di Dili tetap mengikuti perkuliahan di kampus masing-masing. "Mahasiswa khususnya peserta KKN Untim mulai hari ini (Selasa) mengikuti pembekalan hingga 15 Maret mendatang. Setelah pembekalan sebanyak 568 mahasiswa peserta KKN akan segera menuju lokasi KKN di Kabupaten Covalima dan Ambeno," kata Rektor Untim Pastor Theo T. Balella SH LLM. Dikatakan, pada tahun-tahun yang lalu, mahasiswa sering menjadi promotor demonstrasi di Kota Dili tetapi setelah dikeluarkannya kebijaksanaan pimpinan perguruan tinggi antara lain melarang mahasiswa melakukan kegiatan politik praktis di kampus dan mengatasnamakan universitas, kegiatan demonstrasi itu tidak tampak lagi. Jalan-jalan utama di Kota Dili tetap dipadati kendaraan bermotor dan kendaraan roda empat lainnya. Kios dan toko-toko yang menjual bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari tetap dibuka. Begitu pula tiga pasar di Kota Dili yaitu Mercado Lama, Pasar Becora, dan Pasar Comoro tetap dipadati para penjual dan pembeli. "Kami tetap membuka kios seperti biasa walaupun ada isu demonstrasi di Dili tetapi hingga siang, tidak ada tanda-tanda dimulainya demonstrasi itu," kata salah seorang pemilik Kios di Kota Dili, Alfredo Araujo. Dikatakan, masyarakat Timtim pada umumnya sudah mengetahui beberapa hari sebelumnya kalau akan terjadi demonstrasi pada saat diadakan dialog tripartit, namun hal itu masih tetap menjadi isu. Tetapi bagaimanapun juga warga Kota Dili dan sekitarnya tetap bersiaga. Pengungsi Kendati terlihat aman, masyarakat pendatang di Timtim tetap tidak betah bertahan di daerah tersebut. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Piet A. Tallo di Kupang, Selasa mengatakan, jumlah pengungsi dari Timor Timur (Timtim) yang memasuki wilayah NTT saat ini mencapai 2.000 jiwa. "Mungkin karena situasi di Timtim, memang ada warga Timtim yang berasal dari NTT saat ini ditampung oleh keluarga mereka. Jumlahnya bisa 2.000 jiwa," katanya pula. Dijelaskan, NTT juga membuka pintu bagi penduduk asli Timor Timur, untuk memasuki wilayah NTT, sebab NTT juga merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Sementara para pengungsi yang ditemui menumpang di rumah-rumah keluarga di Kupang, umumnya mengaku bahwa mereka terpaksa meninggalkan Timtim karena suasana yang tidak menentu. Para pedagang umumnya telah menyelamatkan barang-barang dagangan mereka ke Atambua, Kefamenanu, SoE, dan Kupang sejak pemerintah menawarkan pilihan kepada warga Timtim untuk menjadi wilayah otonomi yang luas atau merdeka, karena opsi tersebut disambut dengan teror kepada warga pendatang. Sementara itu dalam seminar 'Pandangan dan Agenda Perjuangan Partai Politik tentang Penyelesaian Damai Timor Timur' di Jakarta kemarin, Theo Syafei dari DPP PDI Perjuangan tidak setuju adanya otonomi luas dan referendum bagi Timor Timur. "Kalau ada referendum di Timor Timur berarti posisi kita sebagi penjajah. Timor Timur bukan daerah jajahan tetapi saudara- saudara kita yang sudah diterima sejak 1976," ujar mantan Pangkolakops Timtim dan mantan Pangdam Udayana itu. (OT/Ant/GI/O-1) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 1999 jam 06:42:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
