---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Thursday 18 March 1999 15:30 UTC ** KONDISI HAK ASASI MANUSIA INDONESIA MEMBAIK TAPI BELUM MEMADAI ** ABRI TINGKATKAN TINDAKAN KEAMANAN DI AMBON ** SEJUMLAH WARGA IRAK DITANGKAP ATAS TUDUHAN MEMBUNUH SYEKH SADR ** FAO GALAKKAN PETERNAKAN KELINCI ** TOPIK FOKUS TENGAH MINGGU: RMS MENGAKU TIDAK TERLIBAT KERUSUHAN AMBON * KONDISI HAK ASASI MANUSIA INDONESIA MEMBAIK TAPI BELUM MEMADAI Kondisi hak asasi manusia (HAM) Indonesia, menurut organisasi HAM Amnesty International sudah membaik, tetapi masih jauh dari yang diharapkan. Dalam laporannya Amnesty Internationaal menyatakan, banyak janji yang belum ditepati Jakarta. Buktinya antara lain masih banyak ditangkapnya para aktivis yang mengadakan kegiatan secara damai dan sah. Selain itu masih ada kasus-kasus penyiksaan, penghilangan dan pembunuhan warga. Selanjutnya Amnesty juga mengkritik lambannya tindakan pemerintah memisahkan polisi dari tubuh ABRI. Sebaliknya Amnesty merasa puas atas dibebaskannya sejumlah tapol dan napol dan terbentuknya UU tentang kepartaian, serikat buruh dan kebebasan media. * ABRI TINGKATKAN TINDAKAN KEAMANAN DI AMBON ABRI meningkatkan tindakan keamanan di Ambon. Warga dilarang berkumpul di jalan raya yang jumlahnya melebihi tiga orang. Minggu lalu tugas- tugas kepolisian diambilalih oleh tentara dalam rangka upaya memulihkan keamanan. ABRI mengumumkan akan menindak tegas para penyelundup senjata dan jika perlu akan menembak. Sementara itu masih banyak warga berkumpul di pelabuhan untuk bertolak ke pulau-pulau lain, karena takut akan gelombang kekerasan baru. Sejak kerusuhan antara muslim dan kristen mulai berkobar, dua bulan lalu, sudah lebih dari 200 orang warga meninggal dunia. * SEJUMLAH WARGA IRAK DITANGKAP ATAS TUDUHAN MEMBUNUH SYEKH SADR Irak menangkap sejumlah warga yang diduga terlibat pembunuhan seorang pemimpin Shia Mohamed Sadeq al Sadr. Al Sadr terbunuh bersama para putranya bulan lalu di kota Najaf. Empat orang tersangka mengaku lewat televisi terlibat pembunuhan. Para warga yang tertangkap itu konon termasuk dalam kelompok Syiah sendiri yang berstatus mayoritas di Irak. Menurut pemerintah di Bagdad yang dikuasai oleh kelompok Sunni, para pembunuh berniat merongrong kestabilan negara. Menurut oposisi Irak, setelah terbunuhnya pemimpin Syiah tadi, kerusuhan besar-besaran pun berkobar. Ratusan warga diberitakan terbunuh setelah pasukan keamanan Irak bertindak tegas. * * FAO GALAKKAN PETERNAKAN KELINCI Organisasi pangan dan pertanian PBB, FAO, akan menggalakkan peternakan kelinci. Hari ini empat negara di seputar Laut Tengah mengadakan pertemuan di markas FAO di Roma untuk membahas program peningkatan peternakan kelinci. Menurut FAO bagi para peternak kecil di negara- negara berkembang beternak kelinci bisa meningkatkan penghasilan. Peternakan kelinci ongkosnya relatif lebih murah, karena antara lain kelinci betina bisa melahirkan sekitar empat puluh anak kelinci per tahun, yang bisa menghasilkan sekitar delapan puluh kilo daging per tahun. Selain itu FAO menegaskan, daging kelinci lebih banyak mengandung gizi ketimbang misalnya daging sapi. * SENAT AMERIKA SAHKAN PROGRAM SISTEM ANTI SERANGAN RUDAL YANG CANGGIH Senat Amerika menyetujui UU program pengembangan sistem anti roket yang canggih. Sepanjang dimungkinkan oleh tehnologi sistem itu secepat mungkin akan dikembangkan untuk melindungi Amerika dari serangan rudal jarak jauh. Pemerintah Amerika semula mengancam akan memveto RUU itu, karena khawatir program itu bertentangan dengan perjanjian Moskow yang ditandatangani sekitar 30 tahun lalu. Namun, Gedung Putih akhirnya mencabut ancaman itu, setelah Senat menyetujui sebuah mosi yang memutuskan bahwa UU itu tidak boleh menjadi kendala bagi perundingan pengurangan senjata antara Amerika Serikat dan Rusia. * PENGURUS PARTAI BERKUASA MEKSIKO PRI AKAN UNDURKAN DIRI Pengurus partai berkuasa di Meksiko PRI mengumumkan akan mengundurkan diri. Pengunduran diri ini bertujuan agar pengurus baru bisa dibentuk untuk mempersiapkan calon presiden dari PRI untuk pemilu tahun depan. Sejauh ini presiden yang berkuasa otomatis menjadi calon presiden. Namun presiden Ernesto Zedillo menegaskan, partai PRI hendaknya mengadakan prosedur pencalonan yang demokratis. Sejak berdiri 70 tahu lalu, PRI selalu berkuasa di Meksiko. Pada pemilu sela satu setengah tahun lalu partai ini untuk pertama kali kehilangan status mayoritas di DPR. * KERUSUHAN SENGIT ANTARA KATOLIK DAN PROTESTAN DI IRLANDIA UTARA Kemarin malam di kota Portadown, Irlandia Utara, terjadi kerusuhan sengit antara warga Protestan dan Katolik. 38 polisi dan sejumlah demonstran terluka. Para pengrusuh melempari polisi dengan bom dan batu serta membakar beberapa mobil. Kesuruhan ini terjadi menjelang upacara penguburan pengacara katolik Rosemary Nelson, yang terbunuh hari Senin lalu akibat pemboman. Pemboman mobil Nelson tersebut didalangi oleh sebuah kelompok militan sempalan Protestan. * SEKITAR DELAPAN RATUS TERSANGKA KRIMINAL TAIWAN TERTANGKAP Sekitar 800 warga Taiwan yang tersangka kriminal ditangkap dalam sebuah operasi besar-besaran kepolisian. Operasi yang melibatkan 3800 polisi itu, berlangsung 48 jam dan bertujuan untuk menumpas kriminalitas yang bertambah dahsyat di Taiwan. Di antara yang tertangkap terdapat para pemimpin empat gengster besar dan dua anggota dewan kotapraja. * RMS MENGAKU TIDAK TERLIBAT KERUSUHAN AMBON INTRO: Benarkah para pejabat Republik Maluku Selatan terlibat dalam kerusuhan di Ambon? Menteri Luar Negeri RMS, Otto Matulessy menyangkal bahwa organisasinya terlibat langsung: OTTO MATULESSY [OM]: Bukti yang benar tidak mereka punya. Tetapi rupanya di Indonesia itu mereka sudah hilang akal. Karena tadi-tadinya ada mereka katakan yang di balik kerusuhan itu ratusan provokator dari Jakarta, ada yang bertanya apakah ada tangan trampil ikut bermain dari Jakarta. Pernah dari ABRI katakan ada jaringan di tingkat nasional, yang mengacaukan keadaan di samping masalah lokal. Sebetulnya apa ini? Gus Durpun bilang RMS di belakang, Hendro Priyono bilang di belakang, kelompok Islam bilang di belakang. Apa sebetulnya? Kalau betul-betul RMS di balik kerusuhan tangkap, toh! Tapi tidak ternyata. Siapa yang bermain sebetulnya di sini? Dan kedua tidak pernah RMS menyusahkan orang begini rupa. Itu bukan permainan RMS. Karena RMS itu diproklamir di Ambon pada tanggal 25 April 1950, bukan dengan maksud menyusahkan orang atau merampok hak orang, tidak! Jadi ini, ya, anggap aja sebagai satu konyol yang besar yang dikeluarkan oleh pihak-pihak yang tertentu di Indonesia. Dan selalu itu satu isyu yang murahan sejak dulu. Selama ini RMS diidentikkan dengan umat Kristen Maluku yang radikal. Ini toh satu penyelesaian masalah yang serba digampangkan sebetulnya. RADIO NEDERLAND [RN] Jadi menurut anda RMS hanya dijadikan kambing hitam dalam mencari dalang atau mencari penyebab kerusuhan di Ambon selama ini? OM: Betul. Dari dulu mereka sebut beberapa dalang. Hingga kini tidak ada salah satu dari dalang itu ditangkap. Kan gila toh! Bagi saya itu terang: Indonesia tidak bisa mengamankan Ambon, dan Indonesia yang begitu besar tak dapat diamankan. Karena ya, Ambon itu besarnya seperti apa sih? Seperti Pulau Texel (di lautan Utara, Red.) di Belanda, di sini. Dan kalau mereka ada di sana dengan sekitar delapan sembilan ribu tentara, anggota tentara, dan tak dapat amankan keadaan di Ambon, lucu kan? [RN] Selama ini bagaimana reaksi atau apa yang dilakukan RMS, Republik Maluku Selatan, melihat kerusuhan di Ambon yang semakin tidak bisa dikendalikan dan semakin banyak orang yang menjadi korban? [OM] Kita mengikuti baik-baik keadaan, di Belanda sendiri pemimpin RMS, mereka tidak mempolitisir sewaktu segala sesuatu ini terjadi. Mereka sunguh-sungguh mengadakan kegiatan untuk bidang humaniter dan tidak mempolitisir, mereka mempolitisir sewaktu tuduhan-tuduhan mulai timbul bahwa RMS ini di balik kerusuhan. Nah itu! Tapi sejak permulaan tidak pernah pemimpin RMS mengeluarkan suaranya, karena mereka tahu ini bukan pekerjaan mereka. [RN] Mengenai RMS, seberapa jauh RMS itu populer di Maluku saat ini? [OM] Pada saat ini di Maluku, harus ditinjau dalam rangka reformasi bahwa sekarang ini di Maluku mereka kehendaki otonomi yang seluas- luasnya. Nah otonomi yang seluas-luasnya 80% - 20%. 80% hasilnya mau tinggal di daerah dan 20% ke Jakarta, itu kan sedikit-sedikitnya untuk merdeka. Cara bagaimana bentuknya itu tidak dimasalahkan oleh saya. Tapi yang penting, itu bahwa ternyata dari tahun yang lalu sejak mahasiswa-mahasiswa berada di jalan, ada yang teriak Maluku Merdeka. Apakah merdeka itu dalam bentuk RMS atau tidak, itu soal lain. Tetapi terang itu bahwa datang satu kesadaran di Maluku bahwa 30 tahun Orde Baru dan 50 tahun lebih Indonesia merdeka tidak membawa keuntungan apa- apa dan kesejahteraan untuk masyarakat di Maluku, hanya kelas yang tinggi yang menikmati kesejahteraan itu. RN: Kemarin ada pertemuan ada pertemuan antara Menteri Perkotaan Belanda, Roger van Boxtel dengan masyarakat Maluku di Belanda. Apa yang dibicarakan? OM: Itu antara lembaga gereja yang mengatur bantuan untuk ke Ambon. Dan minta bantuan dari pemerintah Belanda untuk cari jalan dan turut membantu, dan minta perhatian dari pemerintah Belanda yang lebih daripada yang sampai sekarang ini. RN: Ya, lalu Menteri Perkotaan Belanda Roger van Boxtel mengatakan pemerintah Belanda tidak bisa memberi bantuan ke Ambon karena tidak ada permintaan resmi dari pemerintah Indonesia. Bagaimana anda menanggapi komentar Menteri Van Boxtel ini? OM: Tapi ada cukup NGO (non-governmental organizations atau lembaga swadaya masyarakat, Red.) di sana. Ada cukup saluran yang mereka menggunakan, tidak usah dari g to g atau dari pemerintah ke pemerintah. Mereka bisa menggunakan rupa-rupa saluran, asal saja mereka mau. RN: Apakah dari pihak penduduk Maluku, di Maluku sendiri ataupun dari pihak gereja Maluku ada dialog atau hubungan dengan RMS di Belanda soal kerusuhan di Ambon? OM: Saya katakan gini aja. Antara gereja dengan gereja ada perhubungan resmi dan dialog yang baik. Tapi dengan RMS atau pemimpin RMS, pemerintah RMS, tidak dilakukan. RMS itu menjadi satu tete momok, orang Maluku bilang tete momok (hantu, Red.), di Maluku mereka takut. Jadi semua melalui saluran gereja. Itu juga dengan sengaja pemimpin Maluku di Belanda lakukan. Semua saluran untuk bantuan berjalan lewat gereja. RN: Demikian Menteri Luar Negeri RMS Otto Matulessy. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Mar 1999 jam 16:38:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
