---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- From: Muslim Informasi tambahan. Dalam dunia Islam, orang-orang non-muslim (tdk beragama Islam) tidak dapat diartikan sebagai musuh Islam, kecuali mereka provokasi menyerang Islam dan tindakan melawan dan menantang Islam lainnya. Seorang manusia itu bebas kepada agama apa yang ia percaya, sesat atau benar itu resikonya sendiri. Oleh karena itu dalam Islam ada kitab suci yang berisi kalam Allah Subhaanahuwataala(maha suci dan maha tinggi) yang Dia jamin sampai sekarang ini belum dirubah oleh tangan manusia dan ini sebagai mu'jizat yang dapat dinikmati oleh seluruh manusia sampai akhir zaman nanti. Dalam kitab itu, yang diturunkan secara bertahab kepada Nabi Muhammad untuk diajarkan kepada manusia zaman itu sampai sekarang dan akhir zaman nanti bahwa "Tuhan/Penguasa yang patut dipuja dan disembah serta dituruti segalah perintahNya adalah hanya ALLAH SWT, dan bahwasanya Muhammad itu adalah utusannya (Rasul-Nya) yang tidak akan ada Nabi/utusan baru lagi setelah dia". Perkara percaya atau tidak itu terserah individu-individu manusia ini. Tidak ada suatu kepercayaan/pegangan hidup serta tindak tanduk kita sebagai manusia, yang tidak ada konsekuwensinya. Semua yang kita lakukan itu ada tanggung jawabnya atau ada hasil/akibatnya. Tidak ada yang gratis di Dunia ini kecuali pemberian ALLAH SWT yang menciptakan alam semesta serta kita ini sebagai manusia yang sebelum jadi manusia kita tidak pernah berpikir/berkeinginan untuk menjadi manusia(karena memang dahulu kita ini tidak ada, bagaimana kita mau ingin, wong kita ini tidak ada). Inilah salah satu pengertian hidup ini yang ada dalam kitab Alqur'an (kitab suci yang terjamin masih asli authentic sampai akahir zaman nanti). Dalam negara Islam, orang-orang non-muslim dijamin haknya, tidak dicuri, diambil haknya dan sebagainya. Jadi tidak ada alasan untuk mereka yang non muslim untuk takut tinggal di Indonesia negara dimana mayoritas rakyatnya beragama Islam. Kalau kita lihat, di Jugoslavia negara dimana umat Islamnya minoritas malah dianiayah dibunuh diperkosa bertahun-tahun lamanya, yang itu sama dengan pemusnahan massal umat Islam di Eropa. Di Indonesia pemegang ekonomi malah banyak yang didominasi oleh orang-orang non muslim yang cukup kenyang mengenyam harta Indonesia yang disebabkan Orba yang full KKN itu. Malah dalam peristiwa Aceh, Lampung, Tanjung Periok, umat Islam yang majoritas malah dibunuhi, apakah ini tidak aneh? Lho kok sekarang, gara-gara peristiwa Ketapang yang belum tentu murni karena agama(karena kecemburuan sosial atau ras atau pihak adudomba yang mungkin berperan dalam peristiwa Ketapang) umat Islam disalahin bahkan dibalas di Kupang dimana umat Islamnya minoritas. Bagaimana kalau umat Islam membalas lagi, menyerang Kupang, wong Kupang itu kan masih termasuk Indonesia, negeri mayoritas Islam, kok berani umat non-muslim itu menyerang umat Islam (yang tidak sebanding dengan kerusuhan Ketapang, dimana di Kupang itu, rumah rumah penduduk pun disikat sampai universitaspun juga diserang). Kesimpulan, cukuplah wajar kalau partai-partai yang berasaskan Islam itu ingin ikut berpartisipasi dalam memerintah Indonesia ini yang mayoritas adalah orang-orang Islam juga. Dan ingatlah, sebagai orang non-muslim tidak ada masalah sama sekali untuk hidup berdampingan dengan umat Islam di Indonesia I confirmed. Muslim. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Dec 1998 jam 10:49:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
