---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: RATUADIL: TAFSIRAN MUTA'AKHIR YG UNIVERSAL Saya setuju 100% dengan analisis Dewi Fortuna Anwar, seorang ilmuwan muda yang mengisi kekosongan Presiden Habibie di bidang sosial politik. Walaupun belum berpengalaman , Dewi tepat mendampingi Habibie yang boleh dikatakan polos di sektor sosial politik yang sedang dilanda krisis dahsyat itu. Konsep Ratuadil sampai detik ini masih tetap dalam cengkeraman kultus karena penafsiran yang harafiah tradisional dalam kebudayaan kita umumnya dalam ke- budayaan Jawa-Sunda khususnya di mana Ratu Adil adalah individu yang adil ibarat dan canggih ibarat Raja (menurut Islam Nabi) Sulaeman, Raja Bani Israil yang mewarisi kerajaan utuh dari Daud (Islam: Nabi Daud), raja pertama satu bangsa yang bersatu padu lk 3500 tahun y.l. Judaisme mendambakan dan meramalkan Messiah, Ratu Adil jagad raya se- cara harafiah sehingga kedatangannya dari kandang kuda ditolak karena me- reka mengharapkan kedatangan Messiah dari Raja Raja, setidaknya dari para ulama agama Yahudi sehingga sampai detik ini mereka masih menunggu ke- datangan Messiah, padahal orang Kristen sudah menemukan dalam diri Jesus Kristus. Messiah diramalkan oleh Sidhharta Gautama Buddha akan lahir lagi kebumi 500 tahun kemudian dan Jesus Kristus merupakan realisasi ramalan Buddha. Namun Buddhisme tidak menghiraukan ramalan Buddha. Dalam Islam timbul pula Messianisme di Sudan, di mana Imam Mahdi yang paling karismatik dianggap tidak mati dan akan kembali ke bumi. Di sinilah Messianisme Islam pecah: ada yang percaya Imam Mahdi datang sendirian, ada yang percaya bahwa menjelang kiamat Imam Mahdi akan kembali disertai oleh Nabi Isa untuk menyelamatkan ummat dan dunia. Tidak semua umat islam percaya kepada Mahdiisme, namun semua percaya akan kedatangan kembali Nabi Isa untuk menyelamatkan umat dari kiamat dalam Islam, bukan dalam Kristen. Kepercayaan ini bisa diperdebatkan, karena mungkin tidak tercantum dalam doktrin Islam atau dalam AlQur'an, Hadis-Sunnah. Djojobojo pasti terpengaruh oleh Messianisme atau Mahdiisme waktus me- ramalkan kedatangan Ratuadil. Namun terlepas dari pengaruh agama mana ramalan Djojobojo itu, kedatangan pengejawantahan Tuhan yang baik di bumi patut dipercaya sebagai satu satu- nya harapan terakhir kita akan kebaikan, keadilan bagi semua. Yang menjadi masalah ialah bahwa kita hidup ribuan atau ratusan tahun sesu- dah Messianisme dan Mahdiisme namun dogma Ratu Adil di dunia fana khusus- nya di Indonesia yang sudah bejat itu menjadi satu satunya alternatif untuk menyelamatkan diri dari kebejatan dan kehancuran total yang mengancam. Hatinurani kita memaksa percaya kepada Ratuadil namun rasionalisme kita memaksa untuk tidak mempercayai dogma. Maka jalan tengah yang kita te- mukan adalah bahwa Ratuadil bukan lagi dogma melainkan prinsip ketata- negaraan (Notonogoro = political science): Demokrasi, HAM, Rule of Law, Keadilan. Ratuadil sudah ada dan sudah jatuh kepangkuan kita, tinggal kita memperju- angkannya menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari hari. Inilah "resolusi tahun 1999" kami, semoga ada yang memahaminya (tidak usah mengikutinya). H.S. Hidayat Supangkat New York. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Dec 1998 jam 14:15:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
