----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

JAKARTA (Media): Dewi Fortuna Anwar, Juru Bicara Presiden BJ Habibie,
meminta agar Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tandjung segera menentukan pilihan
sebagai birokrat atau pengurus partai. Hal itu sejalan dengan amanat
Presiden dalam pidato RAPBN agar PNS dan ABRI bersikap netral.

''Semua sudah diamanatkan Presiden, jadi tinggal menjalankan saja,'' kata
Dewi Fortuna kepada pers di Jakarta, kemarin.

Meski Dewi tidak menyebutkan Akbar secara eksplisit harus memilih salah satu
jabatan, namun ia memberikan contoh konkret tentang posisi Presiden BJ
Habibie yang juga kader Golkar.

''Sejak Pak Habibie diangkat menjadi presiden, ia tidak punya kaitan dengan
Golkar. Sebelumnya ia wakil Dewan Pembina Golkar,'' kata Dewi.

Dia menambahkan, sejak Dewan Pembina Golkar dibubarkan dan Habibie menjadi
orang nomor satu di Indonesia, ia tidak lagi berhubungan dengan Golkar
kendati ia tetap menjadi kader Golkar.

''Pak Habibie tidak pernah memanggil Ketua Umum Golkar karena beliau tidak
memiliki wewenang lagi. Sebagai seorang pemimpin, ia harus mengayomi
rakyatnya. Sebagai orang pemerintahan, Pak Habibie lebih memikirkan masa
depan rakyat Indonesia, tidak memikirkan parpol''.

Dengan tegas pula Dewi menyatakan apabila Presiden Habibie berpijak pada
kedua-duanya, baik birokrat maupun parpol, maka hal itu tidak adil. ''Itu
tidak adil karena rakyat tidak diayomi tapi hanya kelompok tertentu. Pak
Habibie pun sejak menjadi presiden tidak lagi aktif di kepartaian,''
tambahnya.

Dewi meminta agar semua PNS maupun birokrat yang masih mengurusi partai
lebih baik segera menentukan pilihan. ''Kalau Mensesneg pilih sebagai
birokrat, ya, sebaiknya jangan mengurus yang lain,'' tambahnya.

Pada bagian lain dia mengakui kemenangan Golkar karena ada dua tulang
punggung yang cukup kuat, yaitu PNS dan ABRI. ''Sekarang pemerintah telah
menegaskan bahwa ABRI dan PNS harus netral. Mendagri pun telah memberikan
sanksi terhadap PNS yang melanggar ketentuan. Tapi mengapa F-KP menganggap
Mendagri melecehkan DPR?'' tanya Dewi.

Dewi mempertanyakan bagaimana pemilu yang jurdil dan luber bisa berjalan
jika Golkar masih terus bersikeras. ''RUU Politik itu memang merugikan
Golkar secara keseluruhan. Tapi kalau Golkar kalah melalui pemilu yang
jurdil, dia akan lebih terhormat,'' kata Dewi lagi.

Sedangkan Jimly Ashiddiqie, asisten wapres menegaskan sebaiknya kelaziman
yang sedang dibangun pemerintah yakni agar para birokrat tidak berpolitik
harus dijalankan. ''Setiap presiden yang terpilih harus loyal kepada siapa
saja. Dan para birokrat pun harus loyal kepada masyarakat, bukan kepada
partai,'' katanya.

Jimly pun melihat banyak para birokrat yang duduk di pemerintahan masih
mengurusi parpol, seperti sejumlah menteri di Kabinet Reformasi.

''Sebaiknya mereka ini segera menentukan pilihan. Pemilu yang diharapkan
sebagai solusi terbaik akan terwujud dengan netralnya ABRI dan PNS,''
katanya.(SS/P-1)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Jan 1999 jam 09:57:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke