----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        DEFICIT SPENDING KEYNES UNTUK EKONOMI HYPERSTAGFLASI?

Inilah Indonesia, selau mau unik unikan sendiri secara irasional: dalam
situasi
ekonomi dewasa ini yang merupakan krisis hebat dan saya beranikan diri me-
nyebutnya sebagai "hyperstagflasi" itu, Kabinet Habibie  mau mempraktekkan
politik deficit spending Keynes.

Deficit Spending untuk mengatasi ekonomi yang sudah mencapai krisis tahap
"most critically accute" seperti sekarang ini sama saja dengan terapi maut
mem-
berikan obat terlalu kuat kepada pasien yang sudah sakaratulmaut!

Politik Deficit Spending Keynes ditujukakan untuk menghidupkan ekonomi de-
ngan jalan membuka proyek proyek besar untuk menyedot modal dari tabungan
untuk menggiatkan perindustrian yang memberikan lapangan pekerjaan baru
kepada buruh yang sudah lama nganggur.

Resep Deficit Spending untuk tahap ekonomi Indonesia sekarang ini sungguh
irasional. Apalagi secara dipaksakan, secara "fait accompli" dimasukkan ke-
dalam Anggaran Belanja 1999/2000 tanpa konsultasi dengan kalangan atau
pakar di luar Kabinet.

Kecuali daripada itu deficit spending mengandalkan 100% dari pinjaman luar
negeri karena tabungan dalam negeri tidak mungkin dikucurkan sebagai injeksi
modal industri dan proyek proyek pemerintah karena sukubunga tinggi 50%,
adalah politik ekonomi yang paling irasional berdasarkan ilusi bukan hanya
wishful thinking belaka.

Masya'allah, kita ini sudah dikuasai oleh rejim yang paling ngawur dalam se-
jarah, mungkin lebih ngawur dari politik KKN fasis militeris Suharto-Golkar-
Dwifungsi ABRi dan paling "unconscionable" (tak dapat dipertanggung ja-
wabkan kepada hatinurani).

Apakah kita hanya akan menonton saja sampai negara hancur hancuran di-
permainkan politik ekonomi ngawur mulai dari awal 32 tahun y.l. berpegang
teguh kepada prinsip anti-ekonomi besar pasak daripada tiang yang diperhe-
bat lagi dengan politik KKN, sesudah terpuruk ambruk akibat krismon, kini
dikudegras (coup de grace) dengan politik deficit spending Keynes berda-
sarkan pinjaman luar negeri yang sudah dijadikan sumber abadi dana peme-
rintahan nsional.

Bukan hanya sumber alamiah kita yang sudah digadaikan tapi juga harga
diri nasional.

H.S. Hidayat Supangkat
New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Jan 1999 jam 06:18:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke