----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 10/II/18-24 Maret 99
------------------------------

RIAU

(LUGAS): Para pejuang Riau belum jadi memproklamasikan kemerdekaan Riau.
Tapi mereka  telah menetapkan Riau Berdaulat sejak, Senin 15 Maret 1999.
Sebuah tonggak untuk menjadikan Riau baru yang mandiri.

Inilah titik kulminasi kebencian rakyat Riau atas eksplorasi dan eksploitasi
pusat atas Riau. Sebelumnya mereka telah mengajukan usulan minta bagian
hasil bumi yang dikeruk oleh pusat. Tapi tidak ditanggapi. Lalu mereka
mengajukan lagi usulan 10% hasil minyak bumi untuk rakyat Riau, juga tidak
ditanggapi dengan baik oleh Jakarta.

Keinginan untuk menolak perlakuan pusat yang sewenang-wenang, sebenarnya
sudah tertanam di hampir di semua rakyat di daerah-daerah di Indonesia,
tidak hanya Riau. Sebab selama 32 tahun lebih mereka merasakan hidupnya
terjajah. Kesuburan dan kekayaan alam yang paling dekat dengan mereka,
dinikmati oleh orang-orang Jakarta. Ibarat ayam mati di lumbung padi.

Hanya saja, selama 32 tahun itu pula Soeharto "berhasil" meredam gejolak
protes masyarakat di daerah atas eksploitasi pusat itu. Tapi kini, ketika
Soeharto turun, dan pemerintahan Habibie tidak punya wibawa, maka muncul
kembali keinginan-keinginan untuk memerdekakan diri. Bahkan suaranya jauh
lebih kuat setelah pemberian option kemerdekaan bagi Timtim.

Jika dulu kita sering dengar adanya gerakan Aceh Merdeka, Timtim Merdeka,
Papua Merdeka, baru-baru ini kita dikejutkan dengan keinginan masyarakat
Riau untuk merdeka. Bahkan mereka sudah bersiap-siap dengan mendeklarasikan
diri sebagai wilayah yang berdaulat.

Masyarakat Riau, seperti yang dituturkan oleh tokoh Tabrani, pada intinya
tidak ingin lagi menjadi sapi perahan bagi pusat. Dan perjuangan mereka
adalah untuk mewujudkan kemakmuran serta kesejahteraan bagi rakyatnya.
Pilihannya, jika memang Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak mampu
mewujudkan kesejahteraan itu,  mereka akan keluar atau membentuk negara
lain. Bagaiamana dengan federasi? (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 15:47:08 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke