----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: iwans

TERNYATA PKB yang kabarnya getol menyuarakan jujur dan adil itu ternyata
mulai main-main juga. Misalnya mengadakan latihan Pemilu segala macam.
Hanya saja, yang timbul ternyata kelucuan dan kegelo-an. Hehehehe. Apa
ilustrasi ini nantinya bakal mewakili tragedi yang bakal diperoleh PKB
pada Pemilu nanti ? Yang saya sedihkan, saudara sendiripun dihujat.
Aduhhh .....
-----------------------------------

Latihan Pemilu, Kena "Paku & Panu"

    KESALAHAN coblos yang banyak dikhawatirkan pimpinan parpol besar,
ternyata sudah terbukti. Nasib kurang baik ini menimpa Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim. Saat latihan pencoblosan yang diadakan
Wanita PKB Jatim di Malang, ternyata hasilnya sangat mengecewakan.
Keruan saja ada yang nyeletuk bila salah nyoblos bisa kena "Paku dan
Panu"-- kepanjangan plesetan dari pesaing PKB yaitu Partai Kebangkitan
Ummat (PKU) dan Partai Nahdlatul Ummat (PNU).
    Ceritanya begini. Wanita PKB yang ingin mensukseskan Pemilu memilih
100 responden yang tadinya diharapkan mencoblos PKB semua. Dan ajang
pelatihan ini dijadikan tolok ukur sampai sejauh mana warga NU memahami
PKB. Hasilnya benar-benar bikin gondog panitia karena meskipun sebelum
pencoblosan sudah diberi penataran, ternyata yang mencoblos PKB tidak
sampai separuhnya, selebihnya banyak yang mencoblos PNU, dan PKU.
    Skor yang masuk angka PKB ternyata ''cuma'' 43, disusul PNU 30, dan
PKU 27. Aneh. Padahal tak seorangpun di forum tersebut berkampanye soal
PNU dan PKU. Selalu yang diulang-ulang, dipuji-puji dan dikampanyekan
adalah PKB. Kontan saja panitia gusar melihat hasil ini. Apalagi
respondennya memang sengaja dipilih wanita Muslimat dan Fatayat NU
Malang. "Kami hanya ingin pengenalan tanda gambar, tapi kenapa hasilnya
begitu," keluh salah seorang pengurus biro wanita PKB Jatim kepada
wartawan di kantor DPW PKB Jatim pekan lalu. Kasus itupun diusut.
    Yang jelas, kejadian ini tentu saja membuat beberapa pengurus PKB
Jatim yang hadir berang dan uring-uringan. "Bagaimana ini, dalam latihan
saja hasilnya malah sedikit yang nyoblos PKB, apalagi dalam Pemilu
beneran nanti," tegas pengurus DPW PKB asal Malang dengan nada kesal.
Selidik punya selidik, ternyata hasil diluar dugaan ini menyangkut
masalah tanda gambar PKB.
    Parpol dengan nomor urut 35 ini, memang mirip dengan parpol lain
yang, khususnya Partai Nahdlatul Ummat (PNU), dan Partai Kebangkitan
Ummat (PKU). Apalagi tanda gambar PNU (25) bertuliskan hurup Arab persis
di tengah tanda gambarnya, dan dikelilingi bintang sembilan, bedanya ada
gambar Ka'bahnya di tengah-tengah. Maka kebanyakan responden, tidak bisa
membedakan antara PKB, PNU, PKU. Dugaan ini ternyata benar. Buru-buru
panitia langsung, mengadakan wawancara atau tepatnya meng-interogasi
beberapa respondennya.
    Ternyata jawabannya cukup mencengangkan. "Saya nyoblos no 25, karena
itu gambarnya PKB, iya kan mbak, yang ada tulisan Nadlatulnya itu,"
cetus wanita setengah baya asal Klojen Malang yang mengaku mencoblos
tanda gambar No 25. Nadanya yakin sekali bahwa dia tak bersalah. Tentu
saja jawaban itu membuat gusar panitia. Beberapa bahkan
menghentak-hentakkan kakinya karena kesal dengan persoalan sepele itu.
    Sama juga halnya yang dikatakan wanita yang mengaku mencoblos tanda
gambar no 7, karena mengira tanda gambar PKB nomor tersebut. "Saya ini
NU deles, dan akan pilih PKB, makanya saat latihan saya coblos saja no 7
(PKU), yang ada gambar bintang 9, jagad dan padi kapasnya itu. Soalnya
angka tujuh itu angka sakti dan pasti PKB itu tanda gambarnya itu. Kalau
yang 35 kan ndak ada padi kapasnya jadi ya bukan PKB," cetus wanita asal
Dinoyo Malang. Kembali panitia gusar dan terheran-heran. ''Wahh, parah
...'' sungut salah seorang panitia.
    Maka dengan sangat bersemangat, sang panitia menjelaskan panjang
lebar. Bahwa tanda gambar PKB ada di nomor urut 35, bukan di 25 atau 7.
"PKB niku nomere 35, gambaripun bintang sembilan, bumi jagad bergambar
peta Indonesia. Mboten enten padi kapasipun. Sing lintune niku, nomer 7,
nomor 25 sanes PKB. PKB namung setunggal, inggih niku nomor 35, ojo
supeh nggih," tegasnya dengan bahasa Jawa halus.
    Meski begitu ternyata tetap ada saja peserta yang tidak puas, lalu
nyeletuk bertanya. "Lha sing nomer 7 lan nomor 25 niku nopo nak, kok
gambare sami. Poko'e kula benar soale pilihan kula PKB iku yo nomor 7
iku," tanya seorang responden, bertahan.
    Saking kesalnya, dan kehabisan akal, sang panitia menjawab. "Sing
ngati-ngati, kathah sing pingin ngisruhi PKB, gambere mirip, sing nomor
7 lan  nomor 25 niku, Panu lan Paku, ngati-ngati ojok sampek klintu,
sampeyan mangke iso kenek paku dan panuen" jelasnya sambil tersenyum.
Wah gawat ! Kok ujung-ujungnya menghujat juga ya ?

Dikutip dari Mingguan OPOSiSI Edisi 34

                      ) 1999 Mingguan OPOSiSI - Disain oleh Pro!Deco

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 08:06:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke