----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

                        SIAPA BISA LOLOS DARI PENGEJARAN MOSSAD?

Menurut [EMAIL PROTECTED], Proletar Hassan Basri adalah buronan
Mossad yang mendapat suaka di AS jaman Reagan.

Indonesianman tampaknya orang Intel juga begitu banyak Infonya? Salut.
Saya tidak mau menilai sesama manusia karena saya tidak mau dinilai: Judge
not that ye be not judged.

Hanya saja soal Hasan Basri, "Proletar" memang banyak menarik perhatian
tulisannya, bagi saya, wartawan pengalaman 50 tahun, 27 tahun di New York,
dia adalah essayist yang produktif, terlepas dari baik atau tak baik isi
tulisannya.
Namun info anda bahwa dia adalah agen Mossad tidak mengagetkan, yang me-
ngagetkan ialah bahwa ia berhasil kabur dari Mossad dan dapat suaka di AS
jaman Reagan.

Pertama: tidak ada orang yang bisa lolos dari pengejaran Mossad, KGB dan
CIA pun segan kepada Mossad karena bisa memukul tidak bisa dipukul. CIA
kecolongan oleh Pollard orang Mossad, KGB yang paling rapih Intelnya se-
olah olah open book bagi Mossad.

There is no place to hide from Mossad, period.

Kalau Hassan Basri lari dari Mossad, dia hanya bisa bersembunyi di Indonesia
sebagai WNI. Tidak mungkin ia bisa bersembunyi dari Mossad dan tinggal di
California dengan santai karena di Amerika ini Mossad - mungkin ini berkelebi-
han - sama effektifnya dengan FBI + CIA bukan bagi AS, bagi Israel.

Kedua: sangat sulit kalau tidak mustahil menjadi agen Mossad karena screening-
nya yang dahsyat, makanya merupakan satu satunya Intel di dunia yang tidak
bisa diinfiltrasi. KGB, CIA, MI-VI, semuanya kebobolan. Syarat mutlak masuk
Mossad: harus WNIsrael yang patriotik baik latar belakangnya maupun pribadi-
nya.

Semboyan Mossad: susah masuk lebih susah keluar. Satu satunya agen Mossad
yang pernah mengkhianati Mossad telah lolos dari lubang jarum karena dia warga
Israel yang dianggap patriotik, kedua dia banyak backingannya orang orang gede
Israel sehingga tidak bisa dijamah. Saya lupa namanya.

Kalau Hassan Basri Intel biasa saja tidak mungkin ia lolos tanpa hukuman dan
hukuman Mossad adalah berat kalau bukan maut.

Ketiga: kalau ia WNI minta suaka Reagan karena diuber maut Mossad, maka
hebat betul Hassan Basri ini dapat perlakuan istimewa Reagan, tidak mungkin
kalau ia bukan pentolan CIA pula - semacam double agent - kalau benar demiki-
an kita bertanya tanya apakah peranannya selama ini di Indonesia: agence pro-
vocateur, station chief atau deputy station chief, special agent?
Menjadi pertanyaan besar pula apa yang menjadi sumber bentrokan dengan
Mossad?

Semuanya itu berdasarkan "kalau" atau istilah ilmiahnya "hypothetical" karena
info Indonesianman tidak bisa diverifikasi/investigasi,  kecuali kalau kita
diberi
"clue" sedikit secara confidential.

H.S. Hidayat Supangkat
New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Apr 1999 jam 23:11:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke