---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Kontras: Pemukulan Mahasiswa Trisakti tak Sah Reporter Hestiana Darmastuti detikcom, Jakarta. Pemukulan yang dilakukan aparat terhadap mahasiswa Trisakti ketika melakukan aksi di depan Dephankam, Rabu (31/3/) dinilai Kontras tidak absah. "Trisakti sudah minta izin untuk melakukan unjuk rasa, dan aksinya tidak menyimpang dari agenda aksi serta tak mengganggu ketertiban umum, tapi kok masih digebuki," kata Munir pada wartawan di kantor Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Jl. Diponegoro, Kamis (4/1/1999). Karena sudah minta izin itulah, Munir merasa heran dengan perlakuan aparat. "Jadi menurut saya pemukulan dan penangkapan itu tidak sah. Penggebukan ini menunjukkan kemampuan yang lemah dari aparat untuk menghadapi ide-ide mahasiswa," katanya. Dalam surat izinnya, Presidium Mahasiswa Universitas Trisakti (PMUT) memberitahukan pada aparat bahwa mereka akan melakukan aksi di depan Dephankam dari pukul 10.00 - 15.00 WIB. Dan memang, begitu pukul 15.00 WIB kemarin, para mahasiswa Trisakti pun meinggalkan halaman di depan Dephankam. Secara hukum mahasiswa Trisakti sudah memenuhi azas legalitas. Namun, dengan tetap dilakukannya pemukulan dan penangkapan itu, maka Munir kemudian mengusulkan agar UU No. 9 tahun 1998 dipertimbangkan kembali untuk ditinjau. "Sebab ada upaya untuk hantam substansi hukum oleh pelaksana hukum itu sendiri," katanya. Apakah tidak menuntut aparat? Menurut Munir untuk menuntut aparat itu selama ini sulit, karena setiap menuntut aparat selalu menemui jalan buntu. "Tapi yang pasti dari kasus ini aparat keamanan merupakan yang paling bertanggungjawab." Terjadinya kekacauan saat demo di depan Dephankam memang juga diherani oleh Kepolres Jakpus Letkol Iman Haryatna. Sebab dia sudah memegang foto copy tembusan perizinan, tapi aparat PHH yang terdiri dari berbagai unsur dan dalam koordinasi kepolisian tiba-tiba melakukan pengejaran, pemukulan, dan perusakan mobil mahasiswa. Aparat tampaknya mencari-cari masalah, agar terjadi kerusuhan. Sebab yang dimasalahkan adalah putusnya garis polisi. Menurut aparat diputus oleh mahasiswa, padahal menurut mahasiswa mereka belum menyentuh police line. Dan lagi, tiba-tiba dari kerumunan mahasiswa ada batu melayang, yang langsung diklaim aparat sebagai ulah mahasiswa dan langsung dijadikan pembenar untuk menggebuki mahasiswa. Kini, hasilnya tiga mahasiswa Usakti yang tak bresenjata itu koma di RS Pertamina, Jaksel. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:29:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
