----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

TUGAS BERAT DI HADAPAN KITA

(Surya 21/1/99)
Ramadlan telah kita lalui. Hari fitri telah pula kita jadikan moment
penting, dengan saling maaf memaafkan. Kini kita harus memiliki tekad
kembali untuk membangun Indonesia baru. Indonesia yang menjanjikan
kejujuran, keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya tanpa pilih kasih.

Semua pasti sudah mafhum, hari-hari mendatang bukanlah hari-hari mudah,
namun hari-hari yang masih sangat sarat dengan tantangan. Banyak agenda
harus dilalui. Semuanya harus diyakini sangat berat. Namun, betapapun
beratnya hari depan, kita hrus memiliki optimisme dengan kerja keras,
dedikasi tinggi dengan benteng keimanan kuat pada setiap pekerjaan kita
masing-masing.

Tugas-tugas berat yang akan kita hadapi di hari-hari mendatang diantaranya
tentu saja pemilihan umum pada bulan Juni 1999 mendatang. Tidak bisa kita
pungkiri, pelaksanaan pemilu tersebut akan sangat banyak menyita waktu,
tenaga dan fikiran. Waktu yang tinggal empat bulan ke depan, rasanya akan
sangat singkat jika negeri ini harus menyiapkan penyelenggaraan pemilihan
umum seperti yang diinginkan rakyat banyak.

Hingga saat ini, RUU politik yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu,
belumlah tuntas dibicarakan. Sementara kita dihadapkan pada kenyataan
banyaknya partai politik yang akan menyatakan kesediaannya mengikuti pemilu.
Bagaimana mengatur pentahapan pemilu hingga saat ini masih menjadi tanda
tanya besar.

Kalau kita bandingkan dengan pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya, tentu
saja kita merasa pesimistis, pemilu mendatang akan terselenggara dengan
baik. Sebelumnya dibutuhkan waktu lima tahun untuk menyiapkan
penyelenggaraan pemilu dengan baik. Itupun masih banyak terdapat
kekurangannya.

Sementara sekarang waktu yang disediakan untuk menyiapkan pemilu hanya dalam
hitungan bulan, itupun dengan catatan jumlah partai politik yang akan
mengikuti pemilu jauh lebih banyak. Namun ini adalah kenyataan yang harus
kita hadapi bersama, yang membutuhkan kearifan semua pihak untuk
menyikapinya.

Dari sisi ekonomi, rasa-rasanya satu dua tahun mendatang kondisinya tidak
akan banyak berubah. Sumber kekayaan alam yang melimpah, masih belum bisa
dimaksimalkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Tetap adanya KKN
dikalangan masyarakat kita, merupakan penyebab utama, mengapa ketimpangan
ekonomi ini seakan tidak akan ada ujungnya.

Utang luar negeri yang masih terus dicari, membuat bangsa ini semakin
tergantung pada dunia lain, yang ujung-ujungnya juga akan memberatkan anak
cucu kita.

Sementara dari sisi sosial kita masih akan tetap dihadapkan pada kenyataan
kerusuhan yang akan mudah meledak dimana-mana. Selain faktor politis yang
menjadi penyebabnya, persoalan ekonomi juga sangat menentukan terjadinya
kerusuhan ini.

Kerawanan sosial yang terjadi akibat permainan politis, akan terus
menghantui negeri ini setidaknya hingga pemilu mendatang. Berbagai dalih
akan sangat mudah dicari untuk bekal yang bisa meledakkan suasana. Sementara
kerawanan sosial yang terjadi karena faktor ekonomi, sudah bisa kita lihat
secara transparan dewasa ini, antara lain akibat makin banyaknya angka
kemiskinan.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), melambungnya harga-harga kebutuhan pokok,
merupakan faktor dominan penyebab meningkatnya angka kemiskinan ini. Dalam
kondisi demikian, mereka akan sangat mudah terbakar emosinya. Kerusuhan yang
mereka ciptakan kemudian seakan memberi jalan untuk perbuatan jahat lainnya
seperti penjarahan dan sebagainya.

Jika tiga kondisi diatas menyatu, tentu sudah bisa kita bayangkan, betapa
beratnya masa depan Indonesia. Betapa suramnya kehidupan kita mendatang.
Namun syukurlah , kita bangsa Indonesia adalah umat yang beragama. Dengan
pegangan itulah kita masih memiliki rasa optimisme menghadapi masa depan.

Karena itu, mendekatkan diri pada Sang Pencipta Allah SWT, adalah salah satu
wujud penyerahan diri kita secara total yang bisa kita harapkan dapat
mengerim sifat-sifat jahat manusia. Idul Fitri yang baru saja kita lalui,
harus menjadi moment penting untuk menghadapi masa depan bangsa Indonesia.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Jan 1999 jam 03:32:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke