----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Subuh lagi disini,kembali saya tidak bisa tidur lagi.
Bagaimana kabar Indonesia? ahh...ABRI mendapat
38 kursi di DPR? ah para manusia bersenjata itu tetap
rakus kursi juga rupanya..Tidak ada sesuatu yang baru..
Kesusahan demi kesusahan sillih berganti..
Kerusuhan disana sini,kapan pesta darah dan
air mata semua ini akan berakhir ditanah air?

Subuh disini, saya terduduk sendiri...
Mencoba menghilangkan homesick dengan membaca
berita di internet tentang tanah air...

Begitu sering saya gemas dan geram.
Dan sering juga saya lemas dan kandas..

Tidak jarang saya temukan layar monitor komputer
mengabur ketika saya sedang membaca penderitaan
orang, tentang himbauan keluarga orang hilang yang
diculik Kopasasus yg  tak kembali kepada pejabat
pemerintah dan petinggi ABRI..sebuah himbauan
orang tua yang pekat oleh kecemasan dan kesedihan..
Dan tidak pernah mendapatkan tanggapan..

Layar monitor juga mengabur ketika saya membaca
jeritan hati orang tua mahasiswa Trisakti yang mati diterjang
peluru ABRI, Ketika sang presiden datang melawat
kerumah mereka dan memberikan hiburan dan menamakan
almarhum anak anak mereka sebagai " pahlawan reformasi"
Disitulah saya mengetahui bahwa Presiden itu bukan manusia.
Dan ABRI jelas jelas setan yang halal untuk dikutuk..

Layar monitor juga mengabur ketika saya
membaca keluarga Siting dan Sado, Ibu dan anak
ini nampak kerontang kurang makan, rumah mereka
dari bilik tak berdinding, setiap malam angin dingin
menerpa tubuh tubuh kurus dan pucat..

Layar monitor mengabur, tapi saya tidak coba bersihkan.
Justru mata saya yang harus dikeringkan karena air garam
yang sering mengalir terus menerus inilah yg  mengaburkan
layar monitor..

Okelah, kamu boleh bilang saya banci dan bukan laki laki.
Dan okelah saya memang laki laki cengeng..
Tapi barangkali justru itu kelebihan yg saya punya..
Sebuah kesanggupan memahami kegetiran dan kepahitan
jiwa jiwa yg hampa..

Subuh disini, saya merasa berada di pengasingan.
Barangkali saya mesti sholat untuk menenangkan diri,
Barangkali saya mesti menyetel musik klasik untuk
membenamkan diri pada keindahan musik dan melupakan
kesusahan bangsa dan negara sendiri..

Mengapa begitu gelisah jiwa ini?
Mengapa saya terus berpikir dan terus menulis ini?
Siapakah sebenarnya kita semua?
Mengapa begitu rumit dan sulit untuk bisa hidup
berdampingan secara layak dan terhormat?
Mengapa begitu  susah untuk menghindari kemiskinan bagi
kebanyakan manusia ditanah air?
Mengapa 130 juta jiwa mesti tersungkur kembali dalam
kubangan masa depan suram?

Siapakah kita semua?
Apakah cuma seonggok daging tanpa akal budi?
Apakah cuma sebatang tubuh tanpa roh?
Apakah cuma satu tempurung kepala tanpa isi?

Subuh disini, gelisah disini..
Bagaimana di Indonesia?
Ah lagi lagi ABRI menguasai negara..

Kapan negeri ini dikembalikan kepada yang punya?
Ya, negeri itukan  milik anda dan saya..

Kapan kami dapat nikmati negeri ini, Tuhan?

( Tuhan tidak menjawab...)

Subuh disini, dan sebentar lagi saya akan
mencoba ke tempat tidur lagi..
Mudah mudahan mata ini dapat terpejam..
dan mudah mudahan saya bangun esok hari
dengan disambut kabar baik tentang negeri sendiri..

Subuh disini,
Saya tidak ingin  layar monitor itu mengabur lagi...



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jan 1999 jam 11:19:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke