---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- PENJELASAN DAN REM 164/WD tentang PERISTIWA DI LIQUISA Pertama Peristiwa perkelahian di kabupaten Liquisa adalah kejadian murni antara kelompok pro kemerdekaan dengan pro integrasi. Kedua Perkelahian terjadi di depan rumah Pastor Rafael dos Santos, bukan di Gereja seperti yang apa diissukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ketiga Dan Rem 164/Wira Dharma, telah mengirim surat resmi kepada yang Mulia Bapak Uskup Diosis Dili, MGR. Carlos Ximenes Philippe Belo, SDB tentang korban insiden Liquisa sebanyak 5 orang meninggal dunia serta 25 orang luka berat dan luka ringan, sesuai hasil klarifikasi gabungan pihak Pemda, tokoh agama, masyarakat, adat dan Liurai. Selanjutnya pada tanggal 7 April 1999 rombongan Muspida tk I Timor Timur beserta Bapak Uskup Dili melaksanakan peninjauan langsung ke Liquisa, guna meredakan situasi masyarakat setempat. Latar belakang peristiwa Peristiwa Liquisa terjadi merupakan akumalasi rasa kekecewaan masyarakat pro integrasi yang selama ini selalu mendapat tekanan, intimidasi, teror, penculikan dan pembunuhan serta perlakuan yang tidak adil dari masyarakat pro kemerdekaan. Awal kejadian Pada tanggal 3 April 1999, sdr Americo dkk ( 4 orang ) dari kelompok masyarakat pro Integrasi, melintas dan melihat 5 orang pemuda pro kemerdekaan yang sedang berkumpul di pinggiran jalan, ketika melihat sdr Americo dkk maka kelima pemuda tersebut langsung membubarkan diri, selanjutnya sdr Americo bertanya " Mengapa kalian bubar setelah melihat kami ? " + kampung ... Pada tanggal 4 April 1999, Sdr Jaimito (PNS. Kantor Koperasi Liquisa)/ pro kemerdekaan, dengan menggunakan sepeda motor menemui Sdr Victor dan menanyakan kejadian tanggal 3 April 1999, setelah menanyakan hal tersebut maka masyarakat kampung Puka Lara Desa Dato tersinggung dan marah, langsung mengeroyok Sdr. Jaimato dan merusak motornya3999. Pada pagi hari, tanggal 5 April 1999, masyarakat pro kemerdekaan berkumpul dipimpin oleh Sdr. Jacinto da Costa Pierera langsung melakukan aksi pembakaran rumah Sdr. Antoni Lopes da Cruz, selanjutnya massa pro kemerdekaan kembali melaksanakan aksi pembakaran dan pengrusakan rumah yang diperkirakan milik masyarakat pro integrasi. Pada tanggal 6 April 1999, aparat Polres Liquisa dibantu oleh anggota Brimob membubarkan kelompok pro integrasi dan kelompok pro kemerdekaan yang sedang bertikai, namun dari kelompok pro integrasi tidak mau bubar dan menyampaikan kepada Pastor Rafael dos Santos agar masyarakat yang tidak tahu menahu masalah tersebut di keluarkan dari Pastoran, namun Pastor tidak bersedia mengeluarkannya, sehingga hal tersebut memperkeruh keadaan dan mengakibatkan terjadinya insiden di rumah Pastor Rafael dos Santos. Demikian penjelasan ini disampaikan sebagai bahan keterangan yang sesungguhnya. KOMANDAN KOREM 164/WIRA DHARMA TONO SURATMAN KOLONEL INF NRP 27923 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Apr 1999 jam 06:13:55 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
