---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TPDI ADUKAN RUHUT SITOMPUL KE POLISI JAKARTA (SiaR, 14/4/99) -- Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Rabu (14/4) siang ini telah melayangkan surat pengaduan ke Polda Metro Jaya sehubungan dengan adanya pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan kader DPP Partai Golkar, Ruhut Sitompul. Ruhut Sitompul, kuasa hukum Partai Golkar dari Lembaga Penyuluhan dan Pelayanan Hukum (LPPH) Golkar, seusai kedatangan TPDI ke Sekretariat DPP Partai Golkar untuk melayangkan somasi, Senin (12/4) lalu, menyebutkan bahwa TPDI menyuap wartawan Rp 2 juta per media untuk hadir di kantor Golkar. Menurut Didi Supriyanto, adanya peliputan atas dilayangkannya somasi TPDI ke Sekretariat DPP Partai Golkar adalah suatu kebetulan belaka dan tidak pernah ada pengaturan sebelumnya. "Kami datang ke DPP Partai Golkar dan di sana sudah banyak wartawan. Jadi, kami tidak membawa wartawan sejak awal. Lagipula, kami tidak punya uang sebanyak itu," ujar Didi. Ruhut Sitompul yang juga anggota Pemuda Pancasila (PP) --ormas pemuda yang berafiliasi ke Partai Golkar itu--, selain menuduh TPDI menyuap para wartawan dengan uang sebesar Rp2 juta, juga --bersama-sama kader Golkar lainnya-- melakukan perbuatan tak menyenangkan dengan menendang dan memukul kru AN-TV yang ketika itu sedang bertugas meliput pelayangan somasi TPDI kepada Partai Golkar. "Saya ini preman asli. Kalian bisa diinjak-injak disini," ucapnya mengintimidasi kru AN-TV. Tindakan premanisme Ruhut tersebut mengecewakan para jurnalis televisi yang tergabung kedalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang juga telah mengajukan somasi kepada Partai Golkar. "Tindakan penganiayaan itu semakin memperkuat sinyalemen masyarakat, bahwa Partai Golkar memang diisi para preman politik," ucap seorang jurnalis televisi kecewa. Sebagai seorang pengacara yang dikenal dekat dengan kroni keluarga Cendana, Ruhut Sitompul, sesaat setelah hingar-bingarnya demonstrasi mahasiswa, Mei 1998 lalu berhasil menjatuhkan Soeharto, secara tiba-tiba rajin muncul ke gedung DPR/MPR bersama-sama "tokoh" reformis lainnya seperti Adnan Buyung Nasution dan kawan-kawan. Bahkan ketika dua tokoh pro-demokrasi Dr Muchtar Pakpahan dan Dr Sri Bintang Pamungkas dibebaskan dari tahanan oleh pemerintahan Habibie, Ruhut Sitompul rajin muncul ke LP Cipinang untuk mendampingi kedua tokoh itu selama berlangsungnya proses pembebasan dari penjara. Aktivis Pijar Nuku Sulaiman yang sempat kesal dengan kehadiran Ruhut itu, sempat nyaris memukul pengacara berkuncir itu di LP Cipinang, sehingga harus diredakan emosinya oleh beberapa tapol/napol lainnya. "Dasar bunglon," umpat sejumlah tapol/napol yang kesal dengan tingkah polah Ruhut itu. Saat itu Ruhut memaksa Nuku untuk menandatangani berita acara pembebasannya yang ditolak olehnya. Sementara itu, para aktivis satgas PDI Perjuangan dari Tanjungpriok kepada SiaR menyatakan kesiapannya untuk mendampingi para pengacara TPDI dari kemungkinan "ancaman" Ruhut Sitompul dan PP-nya. "Pada prinsipnya kami anti-kekerasan. Tapi, Ruhut jangan coba-coba main kayu. Terhadap wartawan mereka bersikap kasar, tapi jangan terhadap teman-teman di TPDI. Kami kejar ke mana pun. Kalau perlu, kami lipat Yapto dan Yoris-nya sekalian. Sekali lagi, itu alternatif terakhir, kalau keadaan memaksa kami," ujar seorang anggota Satgas PDI Perjuangan dari kawasan yang dikenal "keras" kehidupannya itu.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Apr 1999 jam 09:17:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
