----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

                                GAUNG DEMOKRASI: AS INGIN HANCURKAN INDONESIA

Tabloid "Gaung Demokrasi" dalam nomornya yang terakhir menulis wawancara de-
ngan sejumlah tokoh partai islam: PPP, PBB, PKU, PKUI di mana semuanya me-
nuduh AS ingin Indonesia hancur.

Sebagai orang yang bermukim di AS dan tidak mempunyai sangkut paut hubungan
dengan pemerintah Amerika apalagi dengan CIA yang tidak bisa dihubungi wartga
asing, saya tidak ingin membela AS, namun masalah intervensi Amerika ini
harus
ditempatkan pada proporsi yang sewajarnya dan harus berdasarkan bukti bukti
se-
perti dokumen atau saksi bekas pejabatnya yang nyeberang, dll.

Gaung tidak mendasarkan tuduhannya pada sumber berita lengkap seperti di atas
itu, tidak pula dicek dengan pejabat Kedutaan Besarnya di Jakarta.
Tuduhan itu merupakan warisan Perang Dingin di mana AS dan negara negara lain
telah melakukan intervensi di Indonesia. Dalam pasca Perang Dingin, AS mempu-
nyai politik yang berlainan terhadap dunia ketiga, tidak lagi ada itikad
untuk mengu-
asai untuk melawan komunisme. Kepentingan nasionalnya memang masih ada
kepentingan strategis dan ekonomi.

Tapi Indonesia tidak pernah memusuhi kepentingan AS, menentang ya, karena
rakyat Amerika sendiri banyak yang menentang politik pemerintahnya.

Tokoh swasta seperti George Soros bukan menjalankan politik resmi pemerintah,
demikian pula sejumlah tokoh dan golongan yang tidak mempunyai itikad baik
seperti yang dituduhkan tidak mencerminkan politik AS. Swasta AS mempunyai
politik sendiri. Memang harus diakui bahwa swasta AS seringkali digunakan oleh
CIA, tentu ada "quid pro quo" nya sedikit banyaknya, tapi tidak akan melampau
batas seperti tujuan menghancurkan Indonesia.

CIA mempunyai tujuan yang berbeda dengan tujuan pemerintah dan sejumlah par-
pol Indonesia dan CIA bukan organisasi orang suci, tapi tidak mungkin membiar-
kan atau malah menciptakan politik untuk menghancurkan, melemahkan karena
hal itu counterproductive malah akan backfire.

Memang harus diakui bahwa politk AS di Palestina berat sebelah pro-Israel
karena
konstituen keturunan Yahudinya yang sangat kuat dalam politik dalam negeri itu
adalah pro-Israel, tapi tidak berarti anti-Islam. Malah politik Bush dan
Clinton mem-
bela Islam dari pencaplokan oleh Saddam Hussein dan oleh Milosevic di Bosnia
dan sekarang di Kosovo.
Masalah Palestina memang merupakan dilema yang sangat musykil mengingat
kebergantungan kita kepada Amerika dan solidaritas untuk Palestina. Kalau si-
tuasi yang sudah sulit ini disulut dengan insinuasi anti-Amerika, justru
inilah yang
dinanti nantikan oleh golongan yang beritikad tidak baik untuk membesar
besarkan
sehingga mereka bisa masuk dan melemahkan Indonesia untuk mengambil keun-
tungan manipulasi sebesar besarnya.
Tabloid yang lain mengutip sumber bekas agen KGB yang menuduh bekas Presi-
den Suharto sebagai dalang semua kerusuhan yang katanya sengaja mau meng-
hancurkan lawan lawannya. Sekarang Amerika yang dituduh sumber kejahatan
itu.

Kalau kita mau fair kepada diri sendiri maka harus diakui bahwa tanggung jawab
atas kehancuran ekonomi dan sosial dewasa ini ada di bahu kita sendiri yang
mem-
biarkan ordebaru bersrimaharajalela untuk golongan KKN dan mematikan rakyat
jelata sehingga 130 juta melarat, 40 juta menganggur, 10 juta busunglapar
sedang-
kan jalan keluar belum ada sementara pinjamanUS$ 40 miliar akan segera habis,
pinjaman baru tidak akan dapat lagi karena IMF sendiri sudah kewalahan seluruh
dunia mau pinjam.

Inilah yang kita pikirkan bersama untuk mengatasinya karena persoalan kita
sudah
sedemikian dahysat sehingga rejim baru hasil pemlu sekalipun tidak akan mampu
berbuat banyak kalau tidak didukung 100% oleh rakyat. Golput dan neo-ordebaru
apalagi ordebaru akan bergerak lebih dahsyat sesudah pemilu karena rule of law
kita lemah, polisi seolah olah kembali jadi jabang bayi, TNI sudah terlanjur
berlu-
murah darah dan tidak bisa dihentikannya seperti kita saksikan di Timtim dan
Ambon sehingga bisa diharapkan akan tetap atau malah lebih tega dan ganas
sesudah pemilu.

Mudah mudahan analisa saya meleset dan kita menuju masyarakat tenteram, da-
mai, gemah ripah loh jinawi secara aja'ib. Namun mengharapkan mujizat tanpa
ada
Nabi atau superhuman being seperti Ratuadil adalah mustahil karena mujizat
tidak
mungkin jatuh ketangan orang bisa.

H.S. Supangkat
New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Apr 1999 jam 16:21:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke