---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Mufakat, dukungan, kekaguman dan pujian adalah alat yang bagus untuk meruntuhkan kerendahan hati seseorang. Karena semua tindakan tindakan ini sebenarnya tidak pernah menghasilkan apa apa selain menciptakan monster monster sok tahu berkepala batu. Hari ini ada beberapa netter mulai memanggil saya dengan julukan Cak Hasan. Ada juga yang menyapa saya dengan titel cendikiawan. Ada juga yg merasa biarpun rada sinting, saya ini adalah seorang pemikir yang berani dan brilyan. Dan saya adalah orang paling munafik, jika bilang tidak senang dipanggil demikian. Walaupun begitu saya jelas jelas sadar, titel Cak ,Cik Cuk seperti Cak Nur Can Nun, Cak Nur, Cicak, Chica , Cacuk, Cecunguk biasanya dimiliki oleh orang orang tenar sok sableng yang sok tahu dan sok pintar. Dan semua yang titel yang berakhiran WAN, seperti negarawan, budayawan,cendikiawan,cendawan, si Wawan ( anak Pak Salim ) adalah objek arogan yang biasanya sering menjadi bahan tertawaan. Tapi jelas disanjung seperti itu membuat saya beneran mangkak. Sebenarnya sudah cukup lobang bisul di pantat saya ini saja yang mangkak terbuka, sekarang lantaran pujian saya bener bener menjadi orang paling sok sejagad raya. Tapi terus terang kebelaguan saya itu tidak apa apanya. Memang sih, waktu saya nantangin Tuhan sebelum di bius di kamar bedah " supaya menampakan wujudnya ketika saya sedang koma " atau paling kurang " mendengar suaranya " agar saya sadar dia itu eksis, saya merasa begitu gagah berani.. Tapi keberanian dan sok tahu saya rontok begitu dikasih tahu jumlah pembayaran deduction untuk operasi itu adalah 1000 dollar cash. Asuransi saya cuma akan mengganti 90 persen sisa bill.Dan kemungkinan sisanya sekitar 2000 dollar, Jelas air mata saya tergenang cukup lama... Dan keangkuhan saya juga ikut tumbang ketika membayar 360 dollar biaya perbaikan ac mobil kemarin ini. Tapi satu hal. dalam keadaan di timpa bencana seperti ini, kesedihan beruntun seperti ini, sakit, puyeng ,lapar dan nyeri seperti ini, bokek,jalan seperti ondel ondel pengkor seperti ini, demam, stress mikirin jalan jalan ke Alaska yg bakalan digagalin seperti ini.Masakan asia bikinan Vicky seperti karet busa,masakan Amerika kaya tokai dikasih keju seperti ini...saya malah merasa begitu manusiawi dibandingkan ketika saya merasa gagah gembira. Makanya rabu kemarin jadi juga saya traktir si Dave di Steaks &Ale beserta Dorris dan Alan. Bodo amat soal duit...ini membuktikan bahwa teori saya tentang pelitnya Minang itu tidak berlaku universal. Kritikan Edizal ditulisannya menyadarkan saya bahwa di suku Padang. Ada juga orang orang yg tidak kikir seperti Edizal,Heru ( teman di LA ) Hasan ( adik ) Afmay di Jakarta dan..hmm dan....( sialan susah bener cari yg nggak pelit ) Gagah berani seperti pahlawan revolusi itu gampang. Jihad ber Allah Allah itu juga nggak susah Menjadi martir ala Ambon nasrani yang bego juga easy Untuk menemukan manusia manusia sok sok nekad macam ini paling gampang adalah di negara negara dunia ketiga. Di Indonesia dari suporter sepak bola, sampai gerilyawan Islam di Banser NU, atau Preman Muslim di Pam Swakarsa atau perampok atas nama nasionalisme seperti pendukung pro intergrasi di Timor Timur adalah para manusia yang tidak takut membuang nyawa dan memberikan nyawa. Tapi sok gagah adalah sifat sifat hewan, Yang membedakan antara hewan dan manusia adalah seni. Seni itu berawal dari kecengengan, romantisasi,produk jiwa jiwa lembut yang mengerti apresiasi. Makanya tidak heran bila orang yg sedang jatuh cinta itu biasanya menjadi seniman. Dia bisa mendadak berpuisi dan bersastra satra contohnya puisi saya pada Rita. Dalam hidup ini, kawan Yang miskin memang selalu berani mati, yang kaya takut mati. Yang beragama juga siap mati, dan yang tidak beragama takut mati. Kembali kepada sok. Apakah yang membuat saya sok sekarang ini? he he he walaupun jawabannya mungkin rada rada sok aneh dan bijak juga, saya harus bilang.. Walaupun relatif miskin, saya masih bangga karena masih bisa cengeng, itu tandanya saya masih manusia.. Hasan Basri Tuhan, Sang bisul lebih menyadarkan saya dari pada Al Quran... ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 May 1999 jam 20:12:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
