----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

RAJA BAMBU : KORUPSI

Staf penasehat Raja Bambu, Bowo, Wit, Amat, Pak Rin dan Pak No
menanyakan : "Pak Raja, apa si korupsi itu ? Kok banyak dengar.
Katanya kalau korupsi, bisa jadi kaya. Kalau benar, kami juga mau
korupsi."

Raja Bambu kebingungan juga, dasar nggak pernah jadi MAHA-siswa
dan diajari oleh MAHA-guru. Tetapi karena Raja Bambu mau
mempertahankan gengsinya dimuka kawan kawan, saya bersabda juga :
Korupsi itu banyak macamnya, diantaranya :
Curi duit rakyat atau pinjam, nggak ngembalikan.
Bapak petinggi pakai kekuasaannya untuk nguntungkan dirinya atau
nguntungkan sanak saudarane.

Hlo, kalau nyuri duit rakyat, itu mah terang. Tapi kalau pakai kuasanya
dan menguntungkan dirnya dan sanak saudaranya, rakyat 'kan nggak
dirugikan. Kapan hari itu kepala hubungan masarakat jaksa kata :
"Kalau nggak ada uang rakyat yang tersangkut, ya bukan korupsi."
Gimana ini sebenarnya ?

Ya gini lo. Kalau pak petinggi selalu nguntungkan anak anaknya,
kamu dan kawan kawanmu, atau rakyat semua, nggak ikut untung. Jadi,
karena keuntungan hanya jatuh ditangan akan anak pak petinggi, kamu
kamu, rakyat nggak dapat apa apa. Jadi rakyat 'kan dirugikan. Itu 'kan
sama saja dengan curi uang rakyat.

Kasarnya petinggi yang korupsi itu memberi pada dirinya dan sanak
sanaknya, uang rakyat atau uang yang semestinya menjadi uang
rakyat. Jadi pak petinggi dan sanak saudarnya mendapat kekayaan
tanpa kerja atau dengan leyeh leyeh saja.

Pak Raja, tapi menurut agama, dapat uang tanpa kerja itu 'kan nggak
boleh. Hla, seperti raja tua itu, kok naik haji segala. Katanya dia dan
anak saudaranya mendapat duit sejagat dengan kerja sedikit. Naik
hajinya nggak batal ?

Wah, kamu itu jangan gitu, Kalau anak anaknya, memang nggak
kerja, tetapi raja tua itu 'kan kerja keras untuk nyalur nyalurkan duit
ke arah anak saudaranya. Itu 'kan kerja keras. Kecuali dari itu,
raja tua 'kan lemah lembut, banyak mesem mesem. Meskipun kamu
nggakkebagian rezeki, 'kan kamu sudah dapat eseman. Dasar kamu
orang Jawa, ya harus narimo.

Pak Raja Bambu, raja tua dan petinggi petinggi lain 'kan korupsi.
Tapi kelihatannya, mereka ayem ayem saja. Apa korupsi itu memang
jadi hak para petinggi ?

Ya enggak dong. Seorang yang korupsi, ya seperti maling biasa.
Mestinya ya, dihukum. Tetapi semua itu 'kan harus diteliti, semua
harus dibuktikan secara hukum. Ini semua makan waktu. Kamu 'kan
sudah tahu, bahwa pak petinggi jaksa, sibuk sekali. Kerjaannya
menumpuk. Tapi, jangan takut. Lama lama "sing apik katitik, sing
ala ketara ". Cuma, Raja Bambu ini, barangkali nggak menangi,
keberhasian pak petinggi jaksa.

Ngomong ngomong korupsi, Mat kamu tadi 'kan juga korupsi. Kamu
ambil ramban kambing, tanpa bayar.

Salam reformasi dari,
Raja Bambu,
di pertapaan Blitar

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 May 1999 jam 15:10:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke